. Mantan Bupati Simalungun JR Saragih Terjerat Korupsi Bansos Sumut? | BeritaSimalungun
Home » , » Mantan Bupati Simalungun JR Saragih Terjerat Korupsi Bansos Sumut?

Mantan Bupati Simalungun JR Saragih Terjerat Korupsi Bansos Sumut?

Written By Beritasimalungun on Monday, 9 November 2015 | 09:25

Gubernur Sumut (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho.

BERITASIMALUNGUN.COM,Medan-Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi langkah cepat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus yang menjerat Gubernur Sumut (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho.

Terakhir, KPK menetapkan Gatot bersama lima anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sebagai tersangka dalam kasus pembahasan APBD Sumut dan penggunaan hak interpelasi. 

Kelima anggota DPRD itu adalah: SB (Saleh Bangun) selaku Ketua DPRD, CHR (Chaidir Ritonga) selaku Wakil Ketua DPRD, AJS (Ajib Shah) selaku Anggota DPRD/Ketua Fraksi Golkar, KH (Kamaludin Harahap) selaku Wakil Ketua DPRD, SPA (Sigit Pramono Asri) selaku Wakil Ketua DPRD.

Ketua Divisi Advokasi dan Data Fitra Sumut, Irvan Hamdani Hasibuan, mengatakan pihaknya juga mendukung KPK karena lembaga antirasuah itu telah ‘berjanji’ tidak akan berhenti kepada Saleh Bangun Dkk.

Irvan yakin, KPK akan menyikap habis semua bentuk tindak piadana korupsi di Sumut, termasuk dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB) yang dikucurkan oleh Pemprov Sumut kepada kabupaten dan kota yang jumlahnya sangat luar biasa. 

Jelas dia, kasus suap hakim PTUN Medan yang awalnya menjerat Gatot bermula dari kasus dana Bantuan Sosial (Bansos) dan dana BDB Pemprov Sumut di Kejaksaan Tinggi Sumut.

Irvan menerangkan, dana BDB yang dikucurkan oleh Pemprov Sumut banyak yang naik secara signifikan. Misalnya dana BDB ke kabupaten/kota pada tahun 2011-2012: Kota Tanjungbalai dari Rp2,613,650,000 menjadi Rp74,921,588,000 (2867 persen); Kabupeten Labuhanbatu Utara dari Rp4,797,440,000 menjadi Rp124,926,140,000 (2604 persen); Kota Sibolga dari Rp1,110,720,000 menjadi Rp28,037,460,000 (2524 persen); Kabupaten Simalungun dari Rp17,357,840,000 menjadi Rp169,589,928,000 (977 persen); Kabupeten Asahan dari Rp16,715,440,000 menjadi Rp143,842,940,000 (861 persen); dan Kota Tebing Tinggi dari Rp4,540,560,000 menjadi Rp37,148,438,000 (818 persen).

Selanjutnya pada tahun anggaran 2012-2013: Kabupeten Karo dari Rp20,015,336,000 menjadi Rp76,374,868,000 (382 persen); Kabupaten Asahan dari Rp143,842,940,000 menjadi Rp425,662,350,000 (296 persen); Kabupaten Batubara dari Rp55,713,236,000 menjadi Rp 151,812,502,000 (272 persen), Kabupaten Labuhanbatu dari Rp 37,470,782,800 menjadi Rp 91,523,560,000 (244 persen); Kota Tebing Tinggi dari Rp37,148,438,000 menjadi Rp90,734,044,000 (244 persen); Kabupeten Langkat dari Rp49,178,924,000 menjadi Rp100,689,462,000 (205 persen); Kabupaten Pakpak Bharat dari Rp10,075,440,000 menjadi Rp19,867,720,000 (197 persen); Kota Sibolga dari Rp28,037,460,000 menjadi Rp50,781,230,000 (181 persen); Kabupaten Tapanuli Tengah dari Rp109,334,145,000 menjadi Rp197,339,350,000 (180 persen); dan Kabupaten Tapanuli Utara dari Rp45,416,488,000 menjadi Rp78,252,244,000 (172 persen).

Menurutnya, naiknya anggaran dana BDB tersebut secara signifikan kepada kabupaten dan kota tertentu bukan tanpa sebab. Ini salah satu trik Gatot untuk memenangkan Pilkada Gubernur Sumut pada 2013 lalu. 

Selain itu, Irvan juga menduga bupati dan walikota yang bersangkutan memberikan fee kepada Gatot, serta ada aroma para kepala daerah tingkat II itu memberi suap kepada DPRD Sumut untuk memuluskan pembahasannya di legislatif.

Irvan menambahkan, penggunaan dana BDB tersebut juga banyak yang tidak beres. Misalnya, di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang mendapatkan dana BDB yakni Rp32.512.160.000 (tahun 2011), Rp121.536.412.000 (tahun 2012) dan Rp169.888.370.000 (tahun 2013). 

Pembangunan Gedung olahraga (GOR) Kabupaten Paluta yang berasal dari dana BDB yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2 miliar lebih, namun sampai sekarang pekerjaannya belum selesai alias terbengkalai.


“Untuk itu, para bupati dan walikota penerima BDB siap-siap susul Gatot ke KPK. Ini bukan menakut-nakuti. Saya yakin KPK akan mengungkap ini semua. Ditambah, Gatot dan lima anggota DPRD Sumut periode lalu yang sudah ditetapkan tersangka juga tidak akan tutup mulut,” demikian Irvan.(RMO/MKM)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.