TRANSAKSI JUAL BELI SAYUR DI PASAR SARIBUDOLOK, KABUPATEN SIMALUNGUN.IST |
BERITASIMALUNGUN.COM, Silimakuta-Petani kol di
kedai kopi di Sukadame, Silima Kuta Barat, Kabupaten Simalungun cukup
senang menghadapi Natal dan Tahun Baru kali ini.
Kol yang selama
ini sering dibiarkan terbuang di pokoknya karena harganya rendah, kali
ini harganya bisa mencapai Rp 3000 per kg.
"Harga Rp 1000 per kilopun sudah lumayan dan bisa untung," kata seorang anggota keluarga kami yang kolnya diborong.
"Yah kol kita diborong Rp 75 juta, kata seorang anggota keluarga" dengan wajah berseri, saat kumpul di sebuah acara kemaren.
"Yah, belum saya kasi diborong. Masih naik lagi nih" kata yang lain.
Mengaku kalau kolnya masih ditawar Rp 25 juta, dan merasa masih terlalu
rendah.
“Citra produk kol kita makin bagus di luar sana.
Buktinya tahun ini permintaan meningkat terus tidak seperti tahun lalu,
dimana permintaannya tidak begitu tinggi. hanya sekitar 1 sampai 2
kontainer dalam 2 minggu, atau 12 ton sampai 25 ton per dua minggu,”
ujar seorang eksportir, seperti dikutip Metro Siantar.
Sementara
seorang partiga-tiga lokal (pengumpul sayuran) J Munthe mengaku, karena
tingginya permintaan barang dari luar, pihaknya mulai kesulitan
mendapat barang. Akibatnya, kalau mau dapat barang, harga harus
dinaikkan.
Jeruk, tomat, kentang, cabe, kopi harganya sedang di atas angin menjelang Natal dan Tahun Baru.
Di kedai kopi Sukadame, petani terlihat ceria. "Au ma mambayar
lae,,,,," semua berlomba membayar minuman! "Lagi ada rezeki,"kata
seorang anak mangkela saya.
Andaikata ada jaminan harga komoditi
pertanian, maka dalam beberapa tahun saja, petani pasti maju. Mereka
sudah tau teknik produksi.
Petani sering menghadapi masalah karena harga komoditi pertanian yang tidak tentu. Pak Jokowi inilah kondisi pertanian kita!.(St Jannerson Girsang)
0 Comments