. BEKERJA DENGAN PANGGILAN JIWA | BeritaSimalungun
Home » , , » BEKERJA DENGAN PANGGILAN JIWA

BEKERJA DENGAN PANGGILAN JIWA

Written By Beritasimalungun on Saturday, 12 December 2015 | 06:37

BERITASIMALUNGUN.COM-"Just do what must be done. This may not be happiness, but it is greatness". George Bernard Shaw. Lakukan saja apa yang harus dilakukan. Mungkin tidak memberi kesenangan, tetapi itu adalah sebuah keagungan.

Orang-orang yang bekerja tanpa pamrih, mungkin sering tidak banyak diperhatikan dan dipuji, malah sering dianggab bodoh.
Saya pernah menulis kisah seorang ibu pemulung sampah di Cina, Lou Xiaoying, dengan judul "Daur Ulang Senilai Manusia dari Tong Sampah", Masih ingat kan?

Lou bekerja jauh di luar batas kewajibannya, dengan kesadaran sendiri. Bahkan dia berani melakukan hal yang melanggar hukum di Cina, demi keselamatan nyawa manusia.

"Jika kita punya tenaga untuk mengumpulkan sampah, mengapa kita juga tidak mendaur ulang sesuatu yang seberharga manusia," kata Lou Xiaoying, yang pada 2012, saat dia sudah berusia 88 tahun. 

Dia acapkali menemukan bayi perempuan di tong sampah yang dibuang orang tuanya. Bertahun-tahun Lou Xiaojing, disamping pekerjaannya sebagai pemulung, menyelamatkan 30 bayi yang dibuang ke tempat sampah di jalanan kota Jianhua, Cina.

Untuk kebutuhan keluarganya, pendapatan sebagai pemulung tentu tidak cukup. Tetapi hatinya tersentuh menolong bayi-bayi yang dibuang, membesarkannya, serta sebagian diserahkannya kepada orang lain untuk dirawat.

Dia melakukan sesuatu untuk menyelamatkan manusia korban kebijakan pemerintah Cina. Sejak 1978, pemerintah Cina mulai menerapkan kebijakan menekan pertumbuhan penduduk dengan mewajibkan warganya membolehkan setiap keluarga hanya punya seorang anak.

“Bayi perempuan yang selamat itu, diperkirakan menjadi korban dari kebijakan satu anak Cina,” tulis Daily Mail. Dia berani menantang peraturan yang membuat hak manusia untuk hidup.

"Masyarakat sekitarnya mengenalnya dengan baik dan menghormatinya karena pekerjaanya dengan bayi yang terlantar itu.Dia melakukan yang terbaik. Dia adalah pahlawan lokal. Tetapi sayang, terlalu banyak bayi ditelantarkan di Cina yang tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup,” tulis Daily Mail.

Pekerjaan Lou adalah sebuah keagungan. Kisah orang kecil, teladan kepada kita bahwa memberi tidak harus menunggu seseorang memiliki segalanya, dan lantas memberi sisanya kepada yang lain.

Lou memberikan seluruh miliknya untuk menolong sesama. Semoga para gubernur, walikota dan bupati yang menang di Pilkada 2015 sadar. Tidakpun memberi, asalkan mereka jangan menyunat hak-hak rakyat! (Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.