Home » , » BEKERJA: PENGETAHUAN, KEBIJAKSANAAN, HIDUP LEBIH BERARTI

BEKERJA: PENGETAHUAN, KEBIJAKSANAAN, HIDUP LEBIH BERARTI

Written By Berita Simalungun on Sunday, 24 January 2016 | 22:13

MANGGA HUTAIMBARU
BERITASIMALUNGUN.COM-"Your aim will be knowledge and wisdom, not the reflected glamour of fame" (Abbot Lawrence).
Tujuan (manusia) adalah pengetahuan dan kebijaksanaan, bukan kemewahan dari ketenaran. Bandingkan antara Mahatma Gandhi dengan para artis yang mati karena bunuh diri atau kelebihan dosis obat!. Koruptor yang hidupnya glamour, tenar karena diliput media, tetapi jalan hidupnya penuh kepalsuan.

Manusia hidup memang harus bekerja, berkeringat, serta menikmati hasil usahanya. Tetapi dari proses pekerjaannya dia harus menghasilkan pengetahuan dan kebijaksanaan, memberi inspirasi kepada yang lain, supaya lebih banyak orang mampu membuat hidupnya berarti. 

Manusia dituntut membagikan kebahagiaannya sesuai dengan apa yang berhasil dicapainya. Kalau tidak, maka nanti sekelilingnya akan mengatakan: "Percuma...".

Percuma orang kaya tapi pelit. Percuma orang pintar tapi hanya memandang rendah orang kurang terakses ilmu pengetahuan.

Makin besar pengetahuan, kebijaksanaan, kekayaan yang dimilikinya, makin besar pula kewajiban pelayanan yang harus diberikannya, sehingga memberi pemahaman yang lebih baik,, bagi banyak orang supaya hidupnya lebih berarti.

Itulah ide dasar Tuhan menciptakan manusia!.

Abbot selanjutnya mengatakan: "Siapapun yang memandang pekerjaannya sebagai cara untuk (hanya) menciptakan uang, sesungguhnya ia mendegradasikan pekerjaannya sebagai pelayanan kepada umat manusia, maka sesungguhnya ia memuliakan pekerjaan dan dirinya sendiri. Tetapi seseorang yang melihat pekerjaannya sebagai pelayanan kepada umat manusia, maka sesungguhnya ia memuliakan pekerjaan dan dirinya sendiri".

Kita dituntut melakukan pekerjaan sebagai "pelayanan kepada umat manusia", agar pekerjaan itu mulia, dan Anda yang melakukannya juga mulia.

Kalau pekerjaan Anda menulis, bukan semata-mata mengejar uang dan ketenaran, tetapi lakukanlah itu sebagai pelayanan sehingga lebih banyak orang berpengetahuan dan bijaksana, semakin banyak orang mampu memahami hidupnya sebagai ciptaan Tuhan.

Prostitusi online, bisnis narkoba, korupsi tidak akan pernah menginspirasi orang untuk meraih pengetahuan dan kebijaksanaan. Proses pekerjaannyapun "tertutup" dan tidak bisa dijadikan teladan pengetahuan dan kebijaksanaan.

Pekerjaan prostitusi online, bisnis narkoba, korupsi semata hanya dilakukan untuk mencari uang secara instan, menciptakan kegaduhan, rasa saling curiga, berita bohong, bukan pencerahan.

Itu sebabnya pekerjaan itu disebut tidak mulia, dan orang yang melakukannyapun tidak pernah tercatat sebagai orang yang bijaksana.(Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment