Home » » Harga Bawang Merah Meroket, Petani Hanya Jadi Pemimpi

Harga Bawang Merah Meroket, Petani Hanya Jadi Pemimpi

Written By Beritasimalungun on Thursday, 14 January 2016 | 07:33

JEMUR BAWANG: Petani bawang merah di Dusun Soping, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun saat menjemur bawang hasil panen mereka di jalan lintas nagori itu, Minggu (3/1/2016) sebelum dijual. Kini harga bawang merah di tingkat petani mencapai Rp 40.000/kg.  Foto Asenk Lee Saragih. 

BERITASIMALUNGUN.COM, Hutaimbaru-Harga bawang merah di tingkat petani di pekan Haranggaol-Horison, Saribudolok Kabupaten Simalungun dan Tongging, Kabupaten Karo kini melambung tinggi hingga mencapai Rp 40.000 per kilogram (Kg). Namun meroketnya harga bawang merah tersebut tak dinikmati mayoritas petani bawang di pesisir Danau Toba di Kabupaten Simalungun.

Tanaman bawang merah kini mulai subur di pesisir Danau Toba di Kabupaten Simalungun, misalnya di Nagori (Desa) Haranggaol, Sigunggung, Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Nagori Purba, Hutaimbaru, Soping, Baluhut, Soping Sabah, Bage, Dolok Maria, Purba Saribu.

Ferdiman Sidaruruk (52), petani asal Dusun Hutaimbaru, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun kepada Beritasimalungun.com di Hutaimbaru awal Januari 2016 lalu mengatakan, petani di desanya kini kesulitan modal untuk bertanam bawang. Sehingga ladang petani kini banyak menyemak.

“Petani di desa ini kesulitan modal. Kelompok tani tidak ada, sehingga mau buat permohonan bantuan kepada pihak terkait juga sulit. Dulu pernah ada bantuan bibit bawang sebanyak 600Kg dari Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk kelompok tani di desa ini. Tapi kelompok taninya juga identitasnya fiktif. Jadi sebagian petani hanya dapat bibit 15Kg. Tak adanya kelompok tani yang berbadan hukum di Hutaimbaru ini, faktor sulitnya petani mendapatkan bantuan, baik bibit maupun pupuk,” ujarnya.

Menurut Ferdiman Sidauruk, pembinaan atau penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun harus melakukan peninjauan atau pembinaan di Nagori Hutaimbaru. Pangulu Ujung Mariah Lumumba Sidauruk semoga tanggap akan kondisi petani di Nagori Hutaimbaru dan melaporkannya ke tingkat paling atas.

“Pangulu Ujung Mariah Lumumba Sidauruk yang berdomisili di Nagori Hutaimbaru ini harus aktif melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan. Bila penting langsung kepada dinas bersangkutan. Sehingga segera bisa diatasi soal keterpurukan petani di Nagori Hutaimbaru atau nagori lainnya,” katanya.  (Asenk Lee Saragih).




Share this article :

Post a Comment