}); HIDUP BERANDAI-ANDAI: "Seandainya Aku Punya Sayap..." | BeritaSimalungun
Home » , » HIDUP BERANDAI-ANDAI: "Seandainya Aku Punya Sayap..."

HIDUP BERANDAI-ANDAI: "Seandainya Aku Punya Sayap..."

Written By Beritasimalungun on Monday, 25 January 2016 | 14:04

Hari Ulang Tahun Junimart Girsang ke-50 di Jakarta. Dari kiri: Marthin Girsang, Jannerson Girsang, Junimart Girsang, Junivert Girsang, Patricia Marcelina Girsang, Yani Christin Girsang, Devee Girsang. Juniansen Sipayung. 14 Juni 2013.
Oleh: Jannerson Girsang

BERITASIMALUNGUN.COM-Dalam keadaan pikiran buntu atau kusut, seringkali terlintas dalam pikiran kita kata "seandainya". Menafikan berkat yang sudah ada, ingin memiliki berkat yang ada pada orang lain.

"Seandainya aku seperti dia, seandainya Soeharto bapakku aku tidak miskin dan bisa melakukan investasi, seandainya dia dulu menjadi istri atau suamiku, seandainya...seandainya...."

Di era akhir 70-an, awal 80-an, lagu "Seandainya Aku Punya Sayap" karya Rinto Harahap bergitu populer. Semua remaja seusia saya ketika itu, pasti hafal lagu ini.

Rita Butar-butar, sang penyanyi dengan suara tenor menyanyikannya dengan penuh perasaan.


"Seandainya aku punya sayap

Terbang.. terbanglah aku
Ku cari dunia yang lain
Untuk apa ku disini..


Seandainya dapat kau rasakan

Kejam.. kejamnya dunia
Tiada lagi keadilan (koreksi Diana Siagian)
Untuk apa ku disini


Menjerit dan menangis

Pilu dan derita
Merintih dan berdoa
Dimanapun berada oh.. duniaku yang fana.."


Kita sering tidak sadar bahwa kursi, posisi, keadaan yang kita tempati seakarang adalah sebuah berkat dan kalau dikelola dengan baik akan mendatangkan kebahagiaan.

Semuanya tentu dengan kerja keras, tekun, disiplin dan bersabar.
Keadaan di luar posisi kita tampak sering lebih enak, dan kita ingin seperti itu sekarang, padahal belum tentu cocok untuk kita.

Ketika melihat seorang direktur senang, kita tidak tau bahwa di balik itu mereka harus jungkir balik mempertahankan posisinya. .

Kalau kita melihat keluarga lain yang tampaknya "adem", "mesra", di luar itu kita tidak tau kalau 18 jam waktu mereka hanya cemberut, karena saling curiga. Kita kadang kaget, kalau tiba-tiba mendengar pernikahan mereka terancam "bubar"

Kita belum tentu pernah mengalami, cuma melihat beberapa jam penampilan mereka terlihat indah. Sehingga sering muncul pikiran, "seandainya aku seperti mereka".

Tidak sedikit orang mengganti istri atau suaminya, tetapi kemudian menyesal, dan ingin mengganti dan mengganti lagi. Tidak bersyukur dengan segala kelebihan dan kekurangan istri atau suaminya. :"Mencari dunia lain yang tidak jelas".

Rumput tetangga lebih menarik, lebih indah.
"Seandainya aku punya sayap", adalah sebuah jeritan seseorang, karena sudah bosan dengan keadaan dirinya, dan ingin mencari dunia lain yang belum pasti.

Mari bersyukur dan menata kehidupan yang kita miliki dan hadapi sekarang. Jangan buang waktu berandai-andai!.

Lakukan sesuatu untuk perbaikan, berdoalah agar Tuhan memberkati apa yang kita miliki berbuah manis dan bahagia.

Sekusut apapun keadaan kita, semiskin apapun keadaan kita, Tuhan punya rencana yang baik, lebih baik dari sekarang. Dia sudah menjanjikan sesuatu, jauh dari pikiran dan doa kita.

Dia cuma berpesan, "Lakukan sesuatu yang baik, kamu sabar aja, jangan lupakan diirKu"

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita". (Ef 3:20). Medan, 25 Januari 2016
Share this article :

Post a Comment