Home » , » Jembatan Penghubung Desa di Kecamatan Tapian Dolok Nyaris Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kecamatan Tapian Dolok Nyaris Ambruk

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 13 January 2016 | 07:41

Warga Dusun 13 Dolok Maraja, Nagori Bah Sulung, Kecamatan Tapian Dolok menggendong anak-anak SD yang ingin melewati jembatan yang telah rusak.Foto HT
BERITASIMALUNGUN.COM-Warga Dusun 13 Dolok Maraja, Nagori Bah Sulung, Kecamatan Tapian Dolok, berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat memberikan perhatian terhadap warga sekitar. Hal itu dapat dilihat dari kondisi jembatan penghubung warga Kecamatan Tapian Dolok dan Kecamatan Panombean Panei dan sekitarnya.

Menurut warga, Eksanti, dia bersama rekan-rekannya kerap merasa takut ketika melintas dari daerah jembatan tersebut. Dimana, kondisi jembatan itu terlihat banyak lubang dibagian lantai dan tiang penyangganya juga lapuk dan nyaris ambruk. “kami hampir setiap hari lewat sini, karna dari sini jarak kesekolah kami di kota siantar jadi dekat,“ ujar siswi di salah satu SMA Swasta di Kota Siantar.

Beruntung, sambung Eksanti, beberapa warga yang berjaga dilokasi jembatan itu selalu memberi pertolongan bagi warga lain yang hendak melintas. Sehingga, para pengguna jembatan itu merasa terbantu. “saya harap, Bupati bisa segera melakukan perbaikan jembatan ini agar kami gak perlu khawatir ketika melintas,” katanya.  

Di lokasi yang sama, Maujana Nagori Bah Sulung, Horasman Saragih mengaku, selama ini daerah mereka memang nyaris tak tersentuh oleh pembangunan yang dilakukan. 

Contohnya sambung Horasman,  selain jalanan yang kopak-kapik kondisi jembatan penghubung yang menjadi satu-satunya jalur alternatif untuk menghubungkan antara Kecamatan Tapian Dolok dan Kecamatan Panombean Panei dan sekitarnya juga sangat memperihatinkan.
Warga Dusun 13 Dolok Maraja, Nagori Bah Sulung, Kecamatan Tapian Dolok bergotong royong menyeberangkan sepeda motor yang dijembatan yang rusak.

“Kami gak tau dimana kendalanya, padahal dalam setiap musrembang perihal perbaikan jembatan penguhubung itu selalu dimasukkan dalam agenda. Tapi sudah bertahun tahun tak pernah terealisasi,” katanya, seraya berharap, ditahun 2016 ini Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat segera melakukan perbaikan jalan dan jembatan di daerah Nagori Bah Sulung. Hal itu bertujuan untuk membantu memperlancar aktifitas warga.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi dampak lebih parah kepada warga, warga Bah Sulung melakukan swadaya dengan menambal / mengganti papan yang rusak untuk dijadikan lantai jembatan. Selain itu, warga juga bergantian berjaga untuk membantu warga lain yang hendak melintas dari daerah tersebut.

”Kami sudah hampir setahun ini aplusan, untuk membantu warga yang hendak menyebrang jembatan. Hal itu bentuk swadaya kami semua di kampung ini,” katanya. (HT)
Share this article :

Post a Comment