Home » , , » "Stroke", Alasan Tawan Membuat Tangan Robot dari Barang Bekas (1)

"Stroke", Alasan Tawan Membuat Tangan Robot dari Barang Bekas (1)

Written By Beritasimalungun on Thursday, 21 January 2016 | 09:18

I Wayan Sumardana (31) alias Sutawan, pria asal Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, yang berhasil membuat tangan robot untuk membantunya bekerja sehari-hari sebagai tukang las.Foto KOMPAS.com/Sri Lestari

BERITASIMALUNGUN.COM, KARANGASEM-Cuaca di Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (20/1/2016) siang, tampak cerah, secerah senyuman di wajah I Wayan Sumardana (31) alias Sutawan di bengkelnya di tepi jalan desa.

"Silakan masuk, silakan. Ya begini... Maaf berantakan," ujar pria yang kerap disapa Tawan itu sambil tersenyum saat Kontributor Kompas.com, Sri Lestari, berkunjung.

Saat itu, ada tiga orang lain yang sedang menunggu di bengkelnya. Mereka adalah para pelanggan Tawan. Rupanya, Tawan tengah mengelas salah satu komponen untuk bumper mobil salah satu pelanggannya. 

Saat mengelas, gerakannya tampak normal meski dia mengerjakan dengan tangan kiri dari sebuah rakitan mekanik. Ada pula rangkaian kabel yang melingkar di kepalanya yang tersambung dengan robot di tangan kirinya.

Ya, sosok Tawan kini populer karena tangan robot buatannya.

Namun siapa sangka, kisah di balik membuat tangan robot ini tidak mudah dilaluinya.

Stroke

Pada pertengahan 2015 lalu, Tawan terserang stroke. Tangan kirinya lumpuh. Dia pun bingung karena sebagai tukang las, dirinya tak mungkin bekerja dengan satu tangan saja.

"Awalnya kan karena tangan saya tidak bisa digerakkan, stroke. Terus saya berpikir bagaimana kerja kalau tangannya struk? Makanya saya membuat rancangan tangan ini, banyak yang bilang tangan robot," kata Tawan.

Dia pun tak patah semangat. Cita-citanya sederhana, bagaimana agar dia bisa kembali bekerja mengelas setiap hari seperti biasanya. 

Internet dan ilmu di STM

Dia pun memutar otaknya. Berbekal informasi dari internet dan ilmunya selama bersekolah di jurusan Elektro Sekolah Teknik Menengah (STM) Rekayasa Denpasar hingga tahun 2002 lalu, Tawan lalu mulai merakit tangan robot sejak empat bulan lalu.

Tawan menuturkan bahwa cara kerja tangan robot buatannya ini masih sederhana. Masih banyak kekurangan di sana-sini. Oleh karena itu, dia masih terus belajar dan berburu informasi di internet untuk menyempurnakan robot buatannya itu.

"Ini masih penelitian. Ini kan sudah empat bulan jalan,  Saya ingin tahu, enam bulannya bagaimana? Apakah saya tambah pintar atau tambah bodoh?" tambahnya.

Dia mengaku masih mencari perangkat yang fleksibel, praktis, ringan dan mudah dipakai sehingga nanti bisa ada orang lain yang juga memakainya.

Saat ini, peralatan tangan robot buatannya ini memiliki berat sekitar 9 kg. Dia merakitnya dari berbagai barang bekas, seperti besi, baut, mur, kabel dan peralatan pendukung lainnya. (Sumber: Kompas.com-

Penulis: Kontributor Denpasar, Sri Lestari
Editor : Caroline Damanik)
Share this article :

Post a Comment