}); Pemerintah Putar Otak Cari Anggaran Pembebasan Lahan 1.000 Km Jalan Tol | BeritaSimalungun
Home » , » Pemerintah Putar Otak Cari Anggaran Pembebasan Lahan 1.000 Km Jalan Tol

Pemerintah Putar Otak Cari Anggaran Pembebasan Lahan 1.000 Km Jalan Tol

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 24 February 2016 | 12:35

Pemerintah Putar Otak Cari Anggaran Pembebasan Lahan 1.000 Km Jalan Tol
PEMBANGUNAN JALAN TOL

BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Saat ini proses pembebasan lahan pembebasan lahan jalan tol terkendala ketersediaan dana yang kurang memadai. Meski demikian, bukan berarti pemerintah pasrah saja dan tak melakukan apa-apa.

Hari Suko, Kepala Sub Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat Jenderal Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, saat ini pemerintah tengah memutar otak untuk memebuhi kebutuhan anggaran tersebut.

"Salah satunya adalah dengan memanfaatkan dana sisa lelang yang tidak terealisasi. Pokoknya kami akan upayakan semaksimal mungkin," tutur Hari kepada detikFinance akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, dalam lelang proyek yang dilakukan pemerintah, calon kontraktor atau pun investor yang ikut dalam proses lelang umumnya berlomba-lomba menawarkan paket pekerjaan dengan biaya yang kompetitif. "Biasanya lebih rendah dari nilai kontrak yang dilelangkan," kata dia.

Hal tersebut membuat ketersediaan dana masih cukup besar, lantaran ada selisih antara anggaran yang tersedia dengan realisasi lelang tersebut. "Sisa dana lelang ini yang sekarang mau kita gunakan untuk pembebasan lahan," jelasnya.

Selain dana sisa lelang, saat ini pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan agar anggaran dana di Badan Layanan Umum (BLU) dapat dimaksimalkan pendanaannya, termasuk untuk pembebasan lahan.

Hari menuturkan, penyediaan anggaran dengan berbagai terobosan tersebut diharapkan bisa terpenuhi sebelum awal 2018.

"Nggak boleh lewat. Kalau proses pembebasan lahannya lewat, nanti pembangunannya juga bisa ikut mundur. Target Pemerintah kan 2019 bisa tersambung semua. Kalau 2018 masih ada tanah yang belum bebas kapan mulai bangunnya," pungkas dia.(Detik.com)
Share this article :

Post a Comment