Home » » RENCANAMU BUKAN RENCANAKU

RENCANAMU BUKAN RENCANAKU

Written By Beritasimalungun on Monday, 29 February 2016 | 14:48

FB Parker Girsang
BERITASIMALUNGUN.COM-Menatap ke depan, mengenang ke belakang. Kita perlu melihat ke depan tanpa melupakan apa yang terjadi di belakang kita. Bukan untuk menyesali, tetapi untuk melihat keajaiban Tuhan yang terjadi pada diri kita!
Bagi Tuhan tiada yang mustahil!

Siang ini, di saat putri kami Christin dan suaminya Bintang berkunjung ke rumah, wajahmu, adikku almarhum Parker Girsang dan istrinya almarhum, terlintas di pikiranku!.

Andaikan kau dan mama Christin ada!.
Kepergian kalian berdua beberapa tahun lalu, sempat membuat kami khawatir.

Tapi apa yang terjadi sekarang, benar-benar di luar rancangan kita semua.

Sebagai manusia, terkadang pikiran terhanyut sejenak ke masa lalu, yang sebenarnya tidak perlu. Tapi, namanya manusia, sering terhanyut dalam alam pikiran khayal!. Sesuatu yang tak mungkin kembali lagi, tapi masih diharapkan.

Tapi semua peristiwa itu membuat saya makin yakin bahwa hidup ini bukan melulau dalam rancangan kita. Hidup saat ini adalah bukan sebuah proses akhir, hanyalah sebuah permulaan.

Kita tidak boleh berbangga hati, sombong di saat sukses, tetapi juga tidak boleh menyesali hidup di saat kita menderita. Kita tidak boleh mengganggap remeh keberadaan seseorang, bagaimanapun keadaannya!

Saya yakin dari tempat yang sepi di TPU Perwira Bekasi kalian berdua menyaksikan cita-cita kalian terwujud. Sayang kalian tidak ikut dalam perayaan pesta pernikahan boru kita Yani Christin Girsang. Kami yang hiduplah menikmati semuanya. Kau yang menanam, kami yang menuai dengan suka cita.

Enam tahun yang lalu kau pergi meninggalkan mereka, setelah empat tahun sebelumnya mama Christin pergi untuk selama-lamanya. Tetapi kau dan mama Christin tetap hidup di hati kami, kalian ada di wajah-wajah Yani Christin Girsang, Hilda Valeria Girsang dan Trisha Melanie Girsang.

Saya yakin, Hilda (Ai) dan Trisha (Icha) akan meneladani kakaknya. Keduanya sudah pulang ke Malang dan Bekasi, berjuang mewujudkan cita-cita kedua almarhum orang tuanya!

Tuhan ternyata mampu menggantikan peranmu atas putri-putrimu. Banyak orang bersimpati kepada mereka. Pesta putri kita hristin sungguh menyenangkan, sungguh membanggakan!

Tuhan Maha Besar dan Maha Baik. KehadiranNya tidak pernah terlambat. Dia senantiasa memelihara putri-putrimu, kami semua.
Tidak pernah terbayang apa yang terjadi hari Jumat itu dalam rancangan kita, dan rancanganmu. Semua rancangan manusia penuh kekhawatiran.

Memanglah: "RancanganNya tidak sama dengan rancangan kita"
Rancangan kita, kita selalu berharap yang indah. Kadang kita berharap bunga-bunga yang indah, tetapi yang muncul adalah kaktus-kaktus berduri yang membuat luka.

Kadang kita berharap kupu-kupu yang indah tetapi yang hadir di depan kita adalah ulat-ulat bulu yang menjiikkan.

Kita sering tidak sabar dalam penderitaan sesaat, yang di belakangnya adalah sesuatu yang indah. Lalu kita lari, bahkan mengutuki Tuhan!

Padahal, kalau kita bersabar dalam penderitaan, maka sesuatu itu akan indah!

Kaktus-kaktus berduri itupun, di saat musim hujan akhirnya menghasilkan bunga-bunga yang indah. Ulat bulu yang menjijikkan itupun bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah.

Tekun, bersabar dan berserah dalam rancanganNya!. Indah pada waktuNya. (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment