}); Musorkab KONI Kabupaten Simalungun Diwarnai Interupsi Penolakan Pertanggung Jawaban Keuangan | BeritaSimalungun
Home » » Musorkab KONI Kabupaten Simalungun Diwarnai Interupsi Penolakan Pertanggung Jawaban Keuangan

Musorkab KONI Kabupaten Simalungun Diwarnai Interupsi Penolakan Pertanggung Jawaban Keuangan

Written By Beritasimalungun on Thursday, 31 March 2016 | 15:38


Siantar|BeritaSimalungun.com-Musyawarah Olah Raga Kabupaten Komite Olah Raga Nasional Indonesia Kabupaten Simalungun dengan thema menuju kebangkitan olah raga di Kabupaten Simalungun bertempat di Convention Hall Hotel Sina A Song Pematangsiantar, Kamis (31/3) pukul 10.00wib dihadiri 23 Pencab namun dihadiri 20 Pencab.

Pembukaan musyawarah terkesan alot saat sidang penetapan tata tertib dimana adanya 2 pengurus cabang olah raga yang meminta supaya pengurus periode sebelumnya membagikan laporan pertanggung jawaban keuangan namun ketua sidang menjelaskan akan segera didistribusikan pada waktu yang tepat.

Sidang musyawarah dipimpin oleh 5 orang antara lain: Piliaman Simarmata, Jesron Sihotang terpilih dari pengurus harian dan Aripin Sagala, Parsaoran Manulang, Yoga P utusan dari Pencab.

Seusai makan siang sidang dibuka kembali pukul 13.30wib dengan pembacaan laporan kerja dan laporan pertanggung jawaban keuangan periode 2012 - 2015 dengan membagikan salinan dokumen foto copy laporan kepada peserta musyawarah.

Piliaman Simarmata selaku pengurus KONI periode sebelumnya menjelaskan bahwa laporan keuangan juga selalu diaudit oleh BPK dan sampai saat ini tidak ada cacatan buruk tentang penggunaan anggaran tetapi hanya ada catatan melarikan dirinya bendahara dan selaku Ketua Umum, Piliaman sudah melaporkan hal tersebut ke Polres Simalungun dan prosesnya sudah 85% masuk dalam ranah tindak korupsi.

Bantuan yang diterima KONI Kabupaten Simalungun bersumber dari APBD Simalungun sangat pantastis dimana TA 2012 sebesar Rp. 1,3M dan Tahun 2014 sebesar Rp. 1,2M dan Tahun 2015 drastis merosot sebesar Rp. 300 Juta.

Gonjang ganjing dugaan penyimpangan Bantuan Sosial / Hibah bersumber dari APBD Simalungun kembali mengumandang disamping tidak adanya kejelasan dari pengurus KONI periode sebelumnya. Anehnya penyelidikan dan penyidikan oleh instansi penegak hukum terkesan melempem.

Permasalahan keuangan KONI yang hanya mengarah melarikan dirinya Bendahara menjadi pertanyaan karena masyarakat paham dimana kepengurusan KONI Periode 2012- 2015 satu kesatuan bukan hanya setir oleh Bendahara, dalam hal ini diharap instansi penegak hukum dalam hal ini pihak KEPOLISIAN yang menjatuhkan ranah permasalahan dalam bidang korupsi harus tegas dan lebih intensif melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Ketua PERBAKIN, Elkananda Syah dalam sambutanya meminta supaya laporan keuangan lebih diperjelas dalam post anggaran harus dicantumkan sedetail mungkin dan berharap supaya KONI Simalungun mencantumkan PERBAKIN dalam KONI, karena selama ini kantor KONI tidak jelas sehingga tidak ada hubungan kerja sama yang baik. Begitu juga PELTI berharap supaya permasalahan kantor dan sepeda motor serta bus sebagai aset KONI supaya diperjelas keberadaanya.

PERCASI Simalungun menegaskan keterlambatan Musorkab menjadi alasan mepetnya berbagai kegiatan dan memberikan nilai aplaus kepada Piliaman Simarmata yang berani mengakui berbagai kekurangan, dalam berharap angka angka laporan penggunaan anggaran harus disampaikan kepada seluruh pengurus cabang yang terdaftar di KONI Simalungun.

PABSI, PTMSI dan Pencab lainya berpandangan secara umum tidak bersedia menerima pertanggung jawaban laporan keuangan karena dalam laporan hanya tertera dana yang masuk tetapi rincian anggaran pengeluaran anggaran tidak jelas dalam musyawarah yang berjalan alot berharap supaya para Pencab memilih pengurus yang benar benar berjiwa olah  ragawan.

Penolakan laporan keuangan dari 6 pencab langsung dijawab pelaksana tugas pengurus KONI dan pengurus harian periode 2012 2015, Piliaman Saragih selaku ketua pelaksana tugas meminta supaya pencab jangan menolak laporan keuangan atas asas kepentingan dan harus berjiwa olah ragawan dan selaku pelaksana ketua umum Piliaman rela disalibkan bila dirinya terbukti korupsi.

Ulamatuah Saragih menjelaskan secara organisasi laporan banyak simpang siur karena waktu sangat mepet dan dengan  rendah hati meminta maaf akan hal tersebut dan menyampaikan adanya hal pergantian karena adanya faktor yang tidak pas dan sampai saat ini belum ada status yang jelas akan proses hukum tentang laporan keuangan.

Sisi lain sesuai ADRT KONI dalam musyawarah tidak semestinya ada hal interupsi penolakan laporan pertanggung jawaban dan mengenai kantor sekretariat berada di Pamatang Raya yang selama ini sangat disayangkan oleh para pengurus Pencab karena lokasi kantor yang sangat jauh untuk ditempuh.

Setelah terjadinya pro kontra dan saling berbalas pantun akan penolakan laporan keuangan yang menciptakan suasana memanas acara langsung diteruskan dengan pencabutan hak kepengurusan KONI 2012-2015 dan langsung diteruskan dengan acara pengumuman calon Ketua Umum KONI yang diikuti 3 orang antara lain: Drs. Ulamatuah Saragih.MH, 7 Pencab mendukung Bambang K dan Jesron Sihotang hal ini langsung dibacakan oleh Ketua Penjaringan dan para kandidar diminta untuk mengikuti tes narkoba yang langsung dilakukan BNN Pematangsiantar.

Dengan adanya persyaratan tes urine kembali lagi suasana memanas karena dalam tata tertib tidak ada tertera adanya tes urine dan adanya penolakan oleh Ulamatuah Saragih. Sampai berita ini diterbitkan belum ada terlihat kelanjutan untuk pemilihan ketua.(Syamp)
Share this article :

Post a Comment