Home » , » DAMAI ITU INDAH, TEMPAT BERKAT TUHAN

DAMAI ITU INDAH, TEMPAT BERKAT TUHAN

Written By Beritasimalungun on Thursday, 14 April 2016 | 14:18

MERPATI
BERITASIMALUNGUN.COM-"Sungguh, alangkah baik dan alangkah indahnya, jika sesama saudara hidup rukun,......karena kesanalah Tuhan akan memberikan berkat dan hidup sampai selama-lamanya". Itulah ungkapan pemazmur dalam Mazmur 133:1-5.

"Damai itu indah," kata yang sering kita jumpai di kantor-kantor militer di Indonesia. Ketika suasana keamanan tidak begitu kondusif di masa lalu, kata-kata inilah yang selalu menjadi andalan mengajak masyarakat keluar dari rasa permusuhan, konflik!.

Damai itu tak ternilai harganya. Menuju perdamaian, manusia harus mengeluarkan biaya yang luar biasa besarnya.

Triliunan rupiah harus dikeluarkan untuk menciptakan perdamaian di berbagai negara. Triliunan rupiah uang keluarga di dunia ini harus dikeluarkan kepada hal-hal yang tak berguna, karena mereka tidak berdamai, keluarga-keluarga yang tidak harmonis.

Triliunan rupiah "peluang" hilang begitu saja, karena tidak berdamai, tidak bisa bekerja sama.

Tapi orang suka tidak berdamai, bahkan kadang bangga kalau tidak damai. Saling mencoreng muka, saling mengungkap kejelekan. Dipikir dengan begitu mereka merasa menang, padahal, kalahnya bukan main. Iblis selalu senang melihat orang tidak berdamai, dan selalu menggoda manusia supaya tidak berdamai.

Tidak damai adalah buah pekerjaan iblis. Sedangkan damai adalah buah roh. Dia bukan datang dari manusia. Tuhanlah yang memampukan orang mampu berdamai dan manusia membuka dirinya untuk damai.

Karena itu, kalau ingin hidup terus damai, maka seseorang harus selalu meminta pertolongan kepada sumber kata itu. Mereka tidak mampu dengan kekuatan sendiri melakukannya.

Semoga, hari ini, kita rindu kata-kata "damai" dan ingin merasakannya dalam pekerjaan kita dengan rekan kerja. Rindukanlah damai, bukalah hati, maka berkat akan melimpah!

Tanpa suasana damai, maka kita tidak akan beroleh berkat dan hidup. Manusia yang tidak berdamai, selalu merasa sengsara. Kita selalu berkeinginan merusak orang lain, sulit menilai hal yang baik dari seseorang.

Tidak mudah. Ingat!. Tidak ada manusia di dunia ini yang mampu berdamai dengan semua orang. Damai itu adalah hubungan dua pihak. Damai harus diciptakan bersama-sama!

Menuju perdamaian, seseorang harus berusaha, tahan uji, bersabar, meminta pertolongan dari sumber damai itu, berkorban, niscaya damai itu akan hadir. Selamat beraktivitas. (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment