}); Oleh-olehku dari Kebaktian Minggu 10 April 2016 | BeritaSimalungun
Home » , , » Oleh-olehku dari Kebaktian Minggu 10 April 2016

Oleh-olehku dari Kebaktian Minggu 10 April 2016

Written By Beritasimalungun on Monday, 11 April 2016 | 06:15

Inilah wajah pendeta Resort kami yang baru, Pdt Jaminton Sipayung, STh. Wajah-wajah para ibu di sekitarnya, serta istrinya br Turnip (antara satu dari pendeta sebelah kiri), tampak ceria!.
Semoga kehadirannya di jemaat kami ke depan, memberi pencerahan, mencintai hal-hal yang baik, dan suka cita bagi jemaat.IST
BERITASIMALUNGUN.COM-Menghitung berkat, hal-hal yang menginspirasi, akan membuahkan suka cita bagi dirinya dan orang lain. Orang yang suka menghitung, mencari-cari yang kurang, yang salah, yang tidak menyenangkan, apalagi memberitakannya kemana-mana, tidak akan memperoleh apa-apa, bahkan berbuah sebaliknya!

Mari belajar menghitung berkat!
Suasana gereja GKPS Simalingkar hari ini berbeda dari biasanya. Khotbah, kedatangan tamu, bingkisan, sharing semua membuat kami suka cita.

Banyak suka cita yang kami peroleh hari ini, bukan karena kehebatan dan kebaikan yang kami lakukan. Tetapi Dialah yang mengatur semuanya, sehingga semua menjadi sempurna adanya. 

Pertama, untuk pertama kalinya Pdt Jaminton Sipayung, STh, pendeta GKPS Resort Medan Selatan mengunjungi gereja kami, menyampaikan khotbah pertama. 

Pendeta menyampaikan khotbah cukup komunikatif, kocak dan berpenampilan sederhana. Pria yang datang ke gereja kami dengan naik sepeda motor membonceng istrinya ini, menjelaskan tentang Wahyu 5: 11-14.

"Kita harus setia dan taat pada Anak Domba, karena Johannes sudah mengungkapkan dan menggambarkan tempat yang sudah disediakan bagi kita di surga".

Dia menjelaskan lebih lanjut, bahwa orang percaya akan mengalami pergumulan-pergumulan, tetapi dengan gambaran masa depan yang diungkapkan Johannes, mereka tidak akan goyah dengan tantangan itu.

"Kita bersyukur, karena hari ini kita masih bisa tersenyum melaksanakan kebaktian, seperti ibu-ibu ini yang duduk di 'bangsat' (maksudnya: bangku satu)" katanya, dengan canda, disambut gelak tawa para jemaat.

Kedua, kami terpukau oleh tamu dari Koor Ama Sola Gratia HKBP Simalingkar, Medan.

Koor beranggotakan sekitar 20-an orang ini, diiringi alat musik 3 gitar elektronik. Sungguh baru buat kami. Ditambah lagi pemain melodinya dengan petikan gitarnya yang sungguh menawan, dan suara merdu dari Koor Ama HKBP.

Kehadiran Koor Ama HKBP tentu akan memberikan dampak yang besar bagi Seksi Bapa di gereja kami. "Kalau kita mau meniru kelengkapan musik, kualitas suara koor, mari belajar dari HKBP," ujar seorang tokoh di gereja kami.

Kami semua menyaksikan bagaimana sebuah Koor yang diiringi musik, dikemas dengan baik. Kami menyaksikan pemain-pemain musik yang piawai memainkan melody yang harmonis dengan suara. Jelas, pemain musik kami akan terinspirasi dengan mereka, belajar dari mereka.

Kunjungan ini akan menambah rasa solidaritas antara gereja. Kami makin menyadari bahwa kami berhutang kepada mereka. Seksi Bapa, tentu akan merencakan kunjungan balasan, mendorong Bapa supaya serius latihan Koor.

Ketiga, kami juga kedatangan tamu dari Persatuan Tunanetra Seluruh Indinesia. Usai kebaktian mereka diberikan kesempatan khusus menyumbangkan lagu pujian, yang menyentuh hati seluruh jemaat.

Bersyukurlah karena kita diberi panca indera yang lengkap. Mereka yang tidak menerima berkat seperti kitapun mampu memuji Tuhan dengan suka cita!. Masak kita yang diberikan panca indera yang lengkap tidak mampu bersuka cita!

Kehadiran mereka diharapkan menyadarkan jemaat bahwa di sekelilingnya ada orang-orang yang perlu mendapat uluran tangan, agar mereka semakin mengenal Tuhan melalui jemaatnya.

Keempat, pengurus Tim musik di gereja kami sudah memperlihatkan hasil. Pemain musik, backing vocal yang mengiringi nyanyian, semakin meningkat kualitasnya, sehingga kami dapat menyanyikan lagu-lagu dengan hikmat, , tanpa terganggu karena kesalahan-kesalahan pemusik atau backing vokal lagi, seperti beberapa kali kami alami dalam kebaktian-kebaktian sebelumnya! 

Kebaktian di ruang gereja yang dilengkapi AC, berlangsung dalam suasana hikmat.

Ke lima, saya dan beberapa teman yang terlibat dalam Mitra Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), hari ini mendapat bingkisan dari Lembaga ini.

Kami juga tidak tau apa yang sudah kami perbuat ke lembaga itu. Begitulah Tuhan senantiasa memberi berkat, terkadang kita tidak tau mengapa? Tuhan tidak pernah lupa kepada kita. Dia menggunakan banyak saluran berkat. Kami dikenal LAI, karena kami anggota GKPS Simalingkar. Kami bangga dengan gereja kami!

Terima kasih LAI, semoga pelayanannya semakin hari semakin baik dan diberkati Tuhan!

Usai kebaktian, di ruang konsistori, kita bercengkerama dengan pendeta Resort yang baru, bersama istrinya boru Saragih Turnip, yang cukup "kocak". Di awal penugasan, mereka sudah mengajar kami pentingnya suaana keterbukaan, kekeluargaan dan hubungan yang baik dalam tugas pelayanan.

Inilah "oleh-oleh" yang kudapat dari kebaktian Minggu ini.Tidak terlalu muluk-muluk. Saya dan istri memperoleh sesuatu yang baru dan mencerahkan. Suka cita pulang ke rumah!

Tiba di rumah, makan siang. Selera makan siang kami bertambah, meski menunya sederhana, tetapi sangat lezat dan nikmat.

Semoga semua jemaat yang mengikuti kebaktian hari ini dapat mengambil manfaat, pikirannya semakin jernih, hatinya semakin suka cita. Mendapat pencerahan, dan hidup baru!

Hindari, batasi diri sedapat mungkin melihat, mencari-cari, apalagi memberitakan yang kurang, yang jelek ke luar dari gereja kita. Kita tidak akan mendapat apa-apa! Kita tidak akan pernah sukacita!

Mari kita beritakan suka cita, berkat! Yang kurang, yang jelek mari kita doakan, supaya lebih baik. Mari kita perbaiki bersama-sama di internal kita!

Sesuatu yang buruk, yang jelek, tidak akan lebih baik, kalau diomongin kemana-mana! Dia hanya lebih baik, kalau didoakan dan mau memperbaikinya!

Tidak ada alasan saya tidak bersyukur hari ini. Semua suka cita yang kudapat yang Anda dapatkan hari ini bukan karena hebatku, karena hebat Anda, tetapi karena Tuhan masih berkenan menyempurnakan semuanya.

Terima kasih kepada Pimpinan Majelis kami, pendeta kami, para petugas kebaktian yang mendapat berkat dari Tuhan melayani kami hari ini.

Terpujilah Dia untuk selama-lamanya. Selamat hari Minggu. Bersukacitalah sebab Dia baik! (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment