}); Agak Geli, Komentar Nitizen Soal Ikan Mati di KJA Haranggaol | BeritaSimalungun
Home » , , , , , » Agak Geli, Komentar Nitizen Soal Ikan Mati di KJA Haranggaol

Agak Geli, Komentar Nitizen Soal Ikan Mati di KJA Haranggaol

Written By Beritasimalungun on Saturday, 7 May 2016 | 10:54

Beginilah situasi pembersihan bangkai ikan mati di dalam Keramba Jaring Apung (KJA) di Bandar Purba Saribu, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun. Sekitar 1.800 ton atau (72 juta ekor) ikan di KJA milik petani mati sejak 2 Mei 2016 lalu. Foto-foto dikutip dari Medsos (FB) Franscius Simanjuntak dan Andika Aritonang.


Beginilah situasi pembersihan bangkai ikan mati di dalam Keramba Jaring Apung (KJA) di Bandar Purba Saribu, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun. Sekitar 1.800 ton atau (72 juta ekor) ikan di KJA milik petani mati sejak 2 Mei 2016 lalu. Foto-foto dikutip dari Medsos (FB) Franscius Simanjuntak dan Andika Aritonang.
BERITASIMALUNGUN.COM-IKAN MATI DI HARANG GAOL. Agak geli juga aku baca komen-komen orang soal ikan mati di Danau Toba ini. Ada pulak yang menghubung-hubungkan dengan abu gunung Sinabung. Geok kali kurasa.

Aku nggak pande kalilah soal perikanan. Tapi yang kek gini kan sering kali terjadi di Cirata dan Jatiluhur atau perairan air tawar yang ada kerambanya, kek Danau Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat sana.

Taunya aku kek gini. Itu keramba kan tiap hari ditaburi berton-ton pelet. Tak semua pelet itu dialtup ikan-ikan itu. Berton-ton sisa jatuh dan mengendap di dasar danau. Jadi racun dia disitu. Nah, kali-kali tempo ada arus besar dibawah sana, terbongkar dan naiklah lumpur limbah itu ke atas. Mabuklah ikan-ikan di keramba itu. Matek dia.

Cemmana tak mati pulak? Itu kek kita disuruh hirup lobang buangan taik, apalah namanya itu... septic tank. Banyak kali gas beracunnya itu. Tak percaya, cok lah kau coba. Kalau kelen tak pingsan, kukasih hadiah bombon.

Nah, kalok itu limbah sudah ngendap lagi, ikan di keramba bisa hidup lagi. Nanti kali-kali tempo, naik lagi. Lebih beracun, karena limbah makin banyak... ya kan? Matek lagi lah ikan-ikan itu.

Jadi, kukasih tahu kelen, sampek nanti Danau Toba itu penuh limbah, itu ikan-ikan tak bisa hidup lagi. Itu perusahaan Aquafarm dan lain-lain pindah ke danau lain. Tutup pun tak apa. Sudah untung banyak dia. Namanya pun kapitalis... ya kan? Dia hanya cari untung.

Tinggallah orang-orang di Danau Toba yang sibuk garuk-garuk panu dan kurap kena racun air danau. Sampe bekerak tak bersih lagi danau itu. Kalau mau, kelen tunggulah 50 tahun.

Jadi, ditokohin nya kita ini. Jangan kelen bilang pejabat pemerintah yang kasih ijin bodok. Tau nya dia itu. Tapi dia dikasih uang besar untuk kasih ijin itu. Kena sogok nya semua hantu belau itu.

Yah... tapi kalau awak ngomong, dibilang banyak kecek, sok pande pulak nanti. Takutnya dibacok pulak sama kawan-kawan yang punya keramba itu. Matik pulak awak. Nggak syor kali pun. (Penulis Nestor Rico Tambun)
Share this article :

Post a Comment