}); Marsiaman Saragih: Perbaiki Dulu Infrastruktur Lingkar Danau Toba, Baru Bicara Penataan KJA | BeritaSimalungun
Home » , , , » Marsiaman Saragih: Perbaiki Dulu Infrastruktur Lingkar Danau Toba, Baru Bicara Penataan KJA

Marsiaman Saragih: Perbaiki Dulu Infrastruktur Lingkar Danau Toba, Baru Bicara Penataan KJA

Written By Beritasimalungun on Friday, 15 July 2016 | 06:30


Potret kehancuran jalan lingkar Danau Toba di Simalungun (Hutaimbaru-Bage), Juni 2016. Foto Asenk Lee Saragih
BeritaSimalungun.com, Medan-Ketua DPP Partua Maujana Simalungun (PMS) Se Dunia St Marsiaman Saragih mengatakan, kalau pembangunan infrastruktur di lingkar Danau Toba Simalungun sudah menjadi hal wajib sebelum bicara soal penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba. Kondisi infrastruktur jalan di lingkar Danau Toba dari Parapat hingga Bage yang melintasi puluhan desa (nagori) itu masih jauh dari harapan.

Menurut Marsiaman Saragih, hingga kini kondisi jalan-jalan menuju Danau Toba dan jalan lingkar Danau Toba di Simalungun masih buruk. Bahkan selama belasan tahun kondisi kerusakan jalan dibiarkan tanpa adanya pembangunan.  Seperti pembukaan jalan dari Haranggaol-Nagori-Sihalpe baru akan dibuka sejak Juni 2016 lalu.(Baca Juga: Jangan Bicara Danau Toba "Monaco Of Asia", Sebelum Jalan Lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun Terbenahi)

“Jika akses jalan dari Haranggaol-Nagori-Sihalpe-Binangara-Gaol-Nagori Purba-Hutaimbaru-Soping-Soping Sabah-Baluhut-Bage-Dolok Mariah-Simpang Bage-Sibolangit-Tongging kondisinya bagus, petani KJA akan menyebar di danau sepanjang desa itu. Jadi tidak hanya bertumpu di Haranggaol. Kenapa bisa bertumpu di Haranggaol? Karena akses jalan masih hanya bisa di Haranggaol,” kata Marsiaman.(Baca Juga: Inilah Potret Hancurnya Jalan Lingkar Danau Toba di Simalungun)

Marsiaman Saragih juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun dan Badan Otorita Danau Toba (BODaT) jangan hanya melakukan penertiban KJA di Danau Toba Simalungun tanpa memberikan solusi kepada petani KJA terlebih dahulu. Petani KJA di Haranggaol dan sejumlah nagori lainnya hanya milik petani. Namun KJA milik perusahaan besar seperti yang terdapat di Parapat dan Samosir juga harus ditertibkan terlebih dahulu.

Marsiaman Saragih juga meminta petani KJA di Haranggaol untuk bersatu dan kompak dalam menata kembali posisi KJA. Petani KJA Haranggaol juga harus berjuang agar pihak terkait tidak semena-mena malakukan penertiban KJA.

Sebelumnya St Marsiaman Saragih terpilih secara musyawarah mufakat pada Harungguan Bolon (Munas) VIII Partuha Maujana Simalungun, di Regale International Convention, Jalan Adam Malik, Medan, Rabu (13/7/2016).(Baca Juga: Visi dan Misi Sebagai Ketua DPP PMS)

Sebelumnya Ketua Panitia Harungguan Bolon VIII PMS Tuahman Purba melaporkan bahwa acara ini dihadiri 23 dewan pimpinan cabang PMS di seluruh Indonesia dan beberapa lembaga Simalungun dan 120 orang mahasiswa Simalungun.(Berita Terkait: Gubernur Sumut: Partuha Maujana Simalungun Harus Bisa Memiliki Program yang Aplikatif)


Hadir pada kesempatan itu Anggota DPR RI Junimart Girsang dan Marsiaman Saragih, Anggota DPD RI Jasarmen Purba dan Restauli Purba, Sekjen Majelis Hapartuhaon Nabolon (MHN) Syamsudin Manan Sinaga, Ketua Umum Presidium Partuha Maujana Simalungun Alexius Purba, DPC PMS se-Indonesia, organisasi masyarakat Simalungun, dan tokoh masyarakat Simalungun serta masyarakat Simalungun yang saat ini berdomisili di Jerman. (Asenk Lee)
Share this article :

Post a Comment