Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Cerita Kronologis Nitizen Soal Bom Bunuh Diri di Gereja Stasi Santo Yosef Medan

Pastor Albret S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri.Ist
 BeritaSimalungun.com, Medan-Peristiwa percobaan bom bunuh diri di salah satu rumah ibadah di Medan menjadi perhatian publik dan media nasional dan internasional. Berikut ini tulisan kronologis peristiwa tersebut dari salah satu nitizen di Medan.

Telah terjadi percobaan Bom Bunuh Diri Di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jln. Dr Mansur Medan yang mengakibatkan Pastor Albret S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri dan sampai saat ini situasi aman terkendali.

Kronologis Peristiwa

Pada Hari Minggu 28 Agustus 2016, kurang lebih jam 08.50 seorang laki-laki berinisial IAH, usia 19 tahun membawa ransel masuk ke Gereja Katholik Santo Yosep Jl. Dr Mansyur Medan.

Sesaat Pastor Albert S. Pandiangan mau memimpin Misa di depan mimbar, dia dikejar dan dihampiri oleh seorang laki - laki yang membawa ransel dipundaknya, kemudian diketahui bernama IAH.

Dengan menggendong sebuah ransel berisikan alat yang dicurigai Bom Rakitan dalam bentuk pipa warna kuning sambil memegang pisau dapur hendak menyerang pastor tersebut.

Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut dan mulai membakar dirinya sendiri. Pembawa bom terus mengejar pastor.Melihat gelagat tidak baik, Pastor berlari menghindar .Umat terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar.

Pastor dan semua umat selamat Pembawa bom luka luka dan sedang diinterogasi oleh polisi. Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri. Di dalam ransel ditemukan, bom rakitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya !. Pastor dapat diselamatkan, dan meninggalkan luka gores. 

Tidak ada korban, hanya si pembawa bom luka luka kena ledakan sendiri....

"Tadi Mau Misa, Trus Si Cowok itu lari kedepan, tasnya ngeluarin api gitu bang pak Pastor langsung menghindar, yang lain juga bantu tangkap si cowok itu, pokoknya tiba-tiba dia lari bang" ujar Santi (nama samaran) yang ikut beribadah Misa di Gereja Katolik St. Yosep Minggu 28 Agustus 2016.

Setelah kejadian itu, jemaat langsung menyelamatkan diri masing-masing, dan selanjutnya disuruh kembali kerumah masing-masing dan meninggalkan gereja tersebut, karena mungkin saja masih ada dinamit yang aktif.

Saat ini personil dari Jihandak Bom Polda Sumut dan Personel Kepolisian Resort Kota Medan telah melakukan sterilisasi di Gereja tersebut. Situasi gereja sampai saat ini sudah terkendali dan orang - orang mulai berdatangan untuk melihat lokasi kejadian. (FB: Eska Ulak Poerba'Tamback)














Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments