Home » , » Sarjana Theologia Ini Bertarung Jadi Pangulu Nagori Pardomuan Bandar

Sarjana Theologia Ini Bertarung Jadi Pangulu Nagori Pardomuan Bandar

Written By Beritasimalungun on Thursday, 4 August 2016 | 14:50

Jul Fikar Purba S.Th calon Pangulu Nagori Pardomuan Bandar, Kecamatan Silau Kahean. Ist

Kesehatan, Ekonomi, dan Politik jadi Prioritas Kerja

BeritaSimalungun.com, Silau Kahean-Calon Pangulu Nagori Pardomuan Bandar, Jul Fikar Purba, S.Th menyatakan kesiapannya bertarung pada Pemilihan Pangulu Nagori serentak, yang rencananya digelar 6 Agustus mendatang. Sejumlah program pun siap dikerjakan, bila kembali diberi amanah.

Seperti dilansir Simantab.com, Jul Fikar Purba, bercerita mengenai berbagai rencana kerja yang telah ia siapkan, jelang suksesi Pemilihan Pangulu Nagori serentak mendatang. Secara garis besar, Fikar bilang, program – program itu adalah program yang bertujuan mengoptimalkan pencapaian yang telah dicapai pada periode lalu.

“Kebetulan saya adalah Pangulu petahana. Periode lalu, banyak program yang telah kita kerjakan, banyak hal yang sudah dicapai. Namun, masih banyak yang harus diteruskan agar pencapaiannya semakin maksimal,” ujar Fikar.

Program seperti apa saja yang disiapkan? Menjawab pertanyaan ini, alumnus STT Abdi Sabda Medan ini menyebutkan, dari sekian program kerja yang telah ia siapkan, ada 3 poin utama yang akan diprioritaskan, yakni bidang politik, ekonomi, dan kesehatan. 3 hal ini dijadikan prioritas, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, dan harus dioptimalkan demi kepentingan masyarakat pula.

Real-nya begini: Di bidang politik kita ingin memberdayakan semua organisasi keagamaan, sosial, dan politik untuk bekerja sama dengan pemerintah nagori. Lalu, di bidang kesehatan, kita akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lewat pelayanan Posyandu, baik untuk anak dan lansia melalui pengadaan program kartu pelayanan kesehatan seperti BPJS, KISS, dan KSS. 

Nah, lalu, di bidang ekonomi kita rencanakan melaksanakan pembukaan 4 ruas jalan nagori yang baru,” jelas Mas Bro, julukan yang diberikan sejumlah orang kepada pria berperawakan tinggi tegap ini.

Lantas bagaimana dengan pelayanan yang bersifat umum, seperti administrasi kependudukan, dan program pemerintah daerah, dan pusat yang menjadikan pemerintahan Desa (Nagori) sebagai perpanjangan tangan seperti Raskin?  Untuk hal ini, Fikar menyebutkan, kedua hal ini tidak termasuk dalam prioritas kerja, karena pada hakikatnya, merupakan keharusan bagi pemerintah nagori.

“Tanpa dijadikan prioritas pun, kan memang harus dimaksimalkan! Tentu kita ketahui bersama, bahwa urusan yang kerap dikerjakan oleh pemerintah Desa kan memang menyangkut administrasi kependudukan dan sebagainya. Intinya, untuk hal ini yang harus dijaga kualitas pelayanannya,” tegas dia, lantas menyeruput kopi yang terhidang dalam sebuah gelas keramik yang tersaji di hadapannya.

Apa sih  yang membuat Jul Fikar Purba pede  tampil dalam kontestasi pemilihan Pangulu mendatang, dan yakin terpilih kembali? Mengenai hal ini, sejumlah warga di Nagori Pardomuan Bandar, dan Silau Kahean punya jawaban tersendiri. 

“Beliau (Jul Fikar) kita nilai cukup berprestasi ya, dekat dengan masyarakat juga! Di samping itu, dia juga kita ketahui memiliki jejaring pergaulan yang cukup baik lintas elemen, etnis, bahkan agama! Dan tentunya, beliau masih muda, energik,” kata A Saragih, SH, warga Nagori Pardomuan Bandar.

Dengan berbagai kelebihan yang dia punya, Hardono Purba, satu dari sekian banyak sahabat dekat Fikar bilang, Julfikar Purba juga tidak berbeda dengan orang-orang kebanyakan, yang memiliki kekurangan, dan tak luput dari berbagai kealpaan. 

Akan tetapi, hal tersebut justru bisa dijadikan oleh Fikar, untuk melakukan introspeksi. Hal ini tidak terlepas dari sikapnya yang sangat terbuka dengan kritik, dan masukan dari berbagai pihak tanpa terkecuali.

“Yang menarik menurut saya dari seorang Jul Fikar, ia terbuka dengan saran dan pendapat orang lain, termasuk kritik. Ini kan tidak semua orang punya! Intinya, sebagai sahabat, saya lihat, dia terbuka dengan siapapun tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, etnis, bahkan agama,” tegas Hardono.(Win/Smb) 
Share this article :

Post a Comment