Home » , , , , » Jumsadi Diganti, Pembangunan Tugu Sangnaualuh Terganjal?

Jumsadi Diganti, Pembangunan Tugu Sangnaualuh Terganjal?

Written By Beritasimalungun on Saturday, 29 October 2016 | 12:15

Jumsadi Damanik menanda tangan spanduk sejuta dukungan Pahlawan Sangnaualuh dan memberi paparan rencana pembangunan tugu Sangnaualuh dengan lima mata tugas, Juni 2016 di Museum Simalungun Pematangsiantar. (Kurpan Sinaga)
TERIMAKASIH PAK JUMSADI DAMANIK

BeritaSimalungun.com, Siantar-Kalau saja tanggal 28 Oktober tahun ini di Jakarta kembali diadakan Kongres Pemuda seperti tahun 1928 maka Jong Simalungun pasti akan diundang. Dari Pematangsiantar tentu tidak lain dari pihak Raja Sangnaualuh Damanik selaku Raja Siantar dahulu yang kukuh menolak penjajahan dan pengayom masyarakat pada zamannya. 

Titik tolak Kota Pematangsiantar adalah kearifan raja Siantar dengan pengorbanan ril itu. Oleh karena itu tidaklah berlebihan kalau pembangunan Tugu Sangnaualuh yang dicanangkan Pj Walikota Siantar Jumsadi Damanik tidak ditunda-tunda lagi.

Namun mengundang kekhawatiran rencana ini terhenti karena hari Senin 31 Nov 2016 ini Pj Walikota Jumsadi Damanik akan diganti. 

Apalagi penggantinya bukan lagi bermarga Damanik atau bahkan bukan orang Simalungun sehingga bisa dipastikan tidak memiliki semangat yang sama dengan Jumsadi tentang mengangkat sejarah kota Siantar dengan membenahinya dalam ciri kesejarahan dan kearifan lokal. 

Keraguan makin bertambah mengingat Jumsadi diganti bukan sekedar karena sudah satu tahun sebagai Pejabat Walikota namun diwarnai usul pemberhentian oleh DPRD.

Usulan DPRD ini tidak masuk akal, Nampak sekali dipaksakan dan dikebut. Bagai mana mungkin hanya karena adanya suatu informasi data yang tidak benar dalam proses pelelangan suatu pengadaan jasa menjadi alasan meminta Pj Walikota untuk melakukan serangkaian tindakan. 

Oleh karena Jumsadi tidak segera memenuhi rekomendasinya maka DPRD langsung meminta untuk diberhentikan. Anehnya rekomendasi DPRD Siantar sungguh mencampuri tugas dinas. 

Meminta membatalkan kontrak, mencopot kepala dinas terkait, memberi sangsi pada perusahaan penyedia jasa hingga melakukan audit investigasi. Bukankankah pembatalan suatu kontrak sudah ada aturannya dan bukankah DPRD tidak boleh intervensi tugas eksekutif?

Menjadi tanda tanya apa dibalik nafsu kebelet DPRD ini? Apa sesungguhnya ketidaksukaan DPRD ke Jumsadi? Mengapa DPRD langsung meminta Jumsadi diganti, bukan menunggu proses hukum? 

Bagai mana kalau nanti dalam pelelangan tersebut tidak ditemukan pelanggaran hukum semantara Jumsadi sudah terlanjur diganti? Wajar kalau muncul kecurigaan karena Jumsadi menjadi penggagas membangun tugu Sangnaualuh Damanik satu kesatuan dengan upaya pengurusan gelar pahlawan untuk Sangnaualuh. 

Pikiran kita tertuju kesana karena itulah kekhususan Jumsadi dibanding walikota-walikota selama ini. Sebab Jumsadi bukan orang partai politik sehingga pasti bukan persaingan politik. 

Gerakan untuk mewujudkan Siantar dalam identitas kesejarahan tentunya sulit menyatu dalam jiwa seluruh anggota DPRD Siantar saat ini, hal mana jika diadakan Sumpah Pemuda saat ini seperti yang dulu tak seorangpun diantara mereka akan mendapat undangan mewalikli Siantar.

Namun kecurigaan saya ini bisa saja salah. Bahwa seluruh Anggota DPRD Siantar tidak ada yang sentiment pada Jumsadi dan tidak ada yang tidak mendukung gagasan Jumsadi untuk mendirikan Tugu Sangnaualuh dan mengurus pengakuan Pahlawan Nasional. 

Menurut paparan Jumsadi tugu tersebut dibangun besar di tempat paling strategis sekitar lapangan Adam Malik. Mudah-mudahan saja!

Sekarang bola ada ditangan Pj Walikota yang baru dan pihak keluarga Sangnawaluh atau panitia. Lima unit tugas pelaksanaan gagasan ini yang dinyatakan Jumsadi harus dilaksanakan secara simultan. 

Jangan sampai karena alasan teknis atau ketidaksiapan sarana dan prasarana mengakibatkan gagasan tersebut tidak bisa direalisasi tahun depan. Jika sekiranya kelembagaan yang menjadi hambatan saya kira bekerja sama dengan Partuha Maujana Simalungun dapat dipertimbangkan. 

Selaku organisasi perkumpulan berbadan hukum Lembaga Pemangku Adat Simalungun yang dipimpin Marsiaman Saragih ini dapat dijadikan mitra karena memenuhi status hukum maupun kesesuaian “legal standing”. 

Bagaimanapun gagasan Jumsadi Damanik tersebut cukup positif dan sudah tersosialisasi akan dimulai tahun anggaran 2017. Kesungguhannya diperlihatkan member sumbangan pribadi Rp.100 juta sebagai modal awal panitia.

Kita tunggu berdirinya tugu tersebut dan kita gapai kebanggaan Kota Pematangsiantar. Sangnawaluh adalah Pahlawan kita, pahlawan Siantar, mari kita permuliakan sebagai masyarakat berbudaya. Terimakasih Pak Jumsadi Damanik pemikir cerdas. Gagasanmu brilian dan konstruktif. (Kurpan Sinaga)


Share this article :

Post a Comment