Home » , , » Ketika Hulman Dicampuri JR

Ketika Hulman Dicampuri JR

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 2 November 2016 | 08:30

Hulman Sitorus


Oleh: Ramlo R Hutabarat


BeritaSimalungun.com-Tadi malam Sahat P Rikky Tambunan , juniorku yang sekarang tinggal di Bekasi meneleponku dan bertanya : “Siapa Calon Walikota Siantar yang paling kuat , Bang ?” Segera kujawab dengan jelas, tegas dan pasti : “Hulman. Hulman Sitorus”, Aku memberi alasan. 

Hulman itu kan petahana. Sama seperti Ahok di DKI Jakarta. Dimana-mana, seorang petahana selalu kuat untuk bertarung dalam pilkada. Dalam kepemimpinnnya, sudah jelas dan terang dia memiliki jaringan yang kuat dan luas. Dan, banyak pihak, kalangan serta lapisan yang mengharapkannya untuk kembali memimpin.

Tapi lebih dari itu, dalam catatan Orang Siantar, kataku lagi pada Sahat P Rikky Tambunan, selama menjadi Walikota Pematangsiantar Hulman bersih dari korupsi. Dia tidak pernah berurusan dengan pihak berwajib untuk soal yang satu ini. Padahal, dimana-mana di tanah air, seorang kepala daerah acapkali terlibat dan melakukan korupsi.

“Ini menjadi salah satu daya tarik Hulman Sitorus yang kuat sekali. Dan Orang Siantar, sangat memusuhi serta tak suka pada yang namanya korupsi”, kataku.

Selain itu, tak dapat dipungkiri selama kepemimpinan Hulman lima tahun lalu, perekonomian warga Pematangsiantar meningkat tajam. Artinya, kehidupan warganya semakin sejahtera. 

Tak ada pengangguran. Orang miskin pun, hampir tak ada. Dan semua itu, kataku, bisa dilihat dari angka-angka di BPS (Biro Pusat Statistik).

Di bawah kepemimpinan Hulman, secara umum Kota Pematangsiantar pun semakin cerah dan semarak. Jalan-jalan di sekujur tubuh kota ini ditata dan dipelihara serta dirawat dengan baik. Termasuk, segala macam infrastruktur lainnya. Hulman seorang pemerhati dan penuh kepedulian terhadap rakyatnya. Dan itu sudah dibuktikannya, bukan janji, kataku lagi.

Karena Sahat P Rikky Tambunan diam saja, aku merasa aman untuk melanjutkan celotehku. Aku katakan lagi kepada Sahat P Rikky Tambunan, Hulman memang seorang yang cerdas memimpin Pematangsiantar. 

Dia kan Anak Siattar. Dan sebagai Anak, dia tahu sekali apa dan bagaimana yang diingini Warga Siattar. Selama lima tahun sebelum ini memimpin Siattar, Hulman selalu memberikan apa yang dibutuhkan Orang Siattar. Jadi klop. Seorang pemimpin memang harus tahu dan memahami apa yang dibutuhkan oleh yang dipimpinnya.

Selama lima tahun memimpin kota ini, semua kalangan memang senang pada kehadiran dan kepemimpinan Hulman Sitorus. Biar pedagang parrengge-rengge, buruh dan karyawan, petani di pinggiran kota, dan berbagai profesi lainnya. Termasuk, para PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemko Pematangsiantar, juga kalangan guru. Biar guru PNS, atau pun guru non PNS.

“Itu karena Hulman selalu dan tetap peduli dan memperhatikan mereka semua. Tak ada yang luput dari perhatian dan kepeduliannya”, kataku dan entah mengapa Sahat P Rikky Tambunan diam saja.

Ada memang ciri khas Hulman Sitorus yang sangat dikagumi Orang Siattar, kataku lagi. Hulman dekat dan akrab dengan rakyat yang dipimpinnya. 

Dia sangat ramah terhadap siapa saja, serta tidak terkesan dibuat-buat. Bicara dan penampilannya ceplas-ceplos serta seadanya. Hingga sosok yang seperti ini cocok sekaligus dikagumi Orang Siattar. Hulman juga memiliki humor yang tinggi, hingga orang lain selalu terhibur dibuatnya.

Aku tak tahu kenapa Rikky diam saja mendengar celotehku. Entah dia tak suka mendengarnya atau bagaimana, tak ada soal bagiku rasanya. Tak peduliku itu. 

Pokoknya aku ngomong sesukaku berdasarkan alur dan cara berpikirku sendiri. Yang penting, aku tidak mengada-ada dan tidak mau mengatakan yang tidak benar. Artinya, yang kujelaskan pada Rikky tadi semua adalah fakta yang kulihat di lapangan.

Para PNS di lingkungan Pemko Pematangsiantar, sangat merasa aman dan nyaman selama Hulman Sitorus menjadi Walikota Pematangsiantar, kataku lagi pada Rikky dan dia masih saja diam. Mereka semua merasa sejuk dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai penyelenggara negara. 

Tidak seperti di daerah tetangga. Tak pernah mutasi jabatan dilakukan kalau tak perlu. Yang namanya uang pulsa, sama sekali tak ada. Termasuk stor-storan. Semua berjalan wajar dan biasa-biasa saja.

Para guru, juga nyenyak dan nyaman serta aman ketika menjalankan tugas mereka sebagai guru mau pun sebagai kepala sekolah. Tak ada mutasi-mutasi yang tak wajar, tak ada bayar membayar uang pulsa. 

Tak ada ancaman-ancaman. Semua merasa sejuk, hingga mereka pun dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Hasilnya nampak koq. Lihat misal prestasi anak usia sekolah di kota ini. Dan semua itu, bagaimana pun adalah berkat kepemimpinan Hulman Sitorus, kataku.

Itulah antara lain mengapa Hulman merupakan Calon Walikota Pematangsiantar yang paling kuat, kataku dan menambahkan bahwa Hulman pasti menang dalam pilkada mendatang.

“Akh Abang. Yang benar saja. Pasti ?”, tanya Rikky tiba-tiba dari seberang sana. Suaranya kudengar bergetar. Aku tak tahu apa penyebabnya.

Aku cepat memotong pembicaraan Rikky. Kataku, selama ini aku berkeliling di antara kelurahan demi kelurahan di kota ini. Dari jalan ke jalan, dari gang ke gang dan dari lorong ke lorong, bahkan dari rumah ke rumah. 

Kesimpulan tadi kubuat setelah melakukan itu. Makanya, aku berani mengatakan Hulman akan memenangkan pilkada Pematangsiantar 16 Nopember mendatang, kataku.

Cuma sayangnya, kataku lagi, belakangan JR Saragih selaku Ketua Partai Demokrat Sumatera Utara ikut-ikutan mencampuri soal pilkada Pematangsiantar ini. 

Bah. Sikap JR ini justru tidak akan menguntungkan bagi Hulman. Bahkan, bisa menjadi bumerang bagi Hulman. Itu karena sosok JR tidak disukai Orang Siattar. Karena itu kataku, sebaiknya JR tak usah ikut-ikutan secara terang-terangan dan terbuka mendukung Hulman.

Di seberang, tak ada kudengar suara Sahat P Rikky Tambunan. Bahkan, desahan napasnya pun tak ada kudengar lagi. Telepon yang kugenggam hening. Sepi. “Hallo. Hallo ............ Ky ....... Rikky ............................” kataku hampir berteriak. “Tut ..................... tut .......................... tut”, cuma itu suara yang kudengar.Astaga firullah allazim. Aku tersentak dari tidurku. (*)
Share this article :

Post a Comment