Home » , , » Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit

Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit

Written By Beritasimalungun on Saturday, 14 January 2017 | 08:54

Panen Bawang Merah di Hutaimbaru dan Haranggaol.
BeritaSimalungun.com, Hutaimbaru-Kini harga bawang merah hasil pertanian di Kabupaten Simalungun anjlok hingga ke harga Rp 4000 per kilogram. Sementara petani membeli bibit senilai Rp Rp58.000 per kilonya.

Kini petani bawang di Desa Hutaimbaru, Soping, Bage, Baluhut, Haranggaol, Nagori Purba menjerit akibat anjloknya harga bawang perah di Pekan Jumat Tongging. Harga hanya dikisaran Rp 4000 dan Rp 12.000.

Lamhot Saragih Manihuruk, seorang petani bawang Desa Hutaimbaru mengatakan, Jumat (13/1/2017) harga bawang di pekan Tongging hanya dihargai Rp 12.000/kg. Bahkan ada bawang petani Desa Nagori Purba, Kecamatan Horisan Haranggaol hanya dihargai Rp 4000/kg.

Disebutkan, biaya beli bibit dan perawatan bawang merah hingga panen cukup mahal. Sementara disaat panen tiba, harga tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Petani juga menyesalkan ketidak berdayaan Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menstabilkan harga bawang merah di pasaran, khususnya di Kabupaten Simalungun.

Lamhot Saragih Manihuruk meminta partisipasi Pemkab Simalungun dalam membantu bibit dan pupuk bersubsidi kepada petani sehingga kerugian tidak begitu besar disaat harga bawang merah anjlok. 

"Pasar Medan dibanjiri oleh bawang Solok dengan kwalitas tidak kalah dengan bawang pesisir Danau Toba Simalungun harga dibandrol dengan harga Rp 17.000/kg. Perlu juga kurasa investigasi lapangan seberapa luas pertanaman dan produktifitas bawang di Solok. Jangan-jangan impor ilegal dibilang bawang Solok. Hari Minggu kemarin kami dari team koperasi Sapanriah Haranggaol mengirim bawang ke Pasar Medan dan sudah menemukan bawang Solok lagi bongkar," ujar Ir Rikson Saragih, salah satu penyuluh pertanian bawang merah di Haranggaol (Lee)


Share this article :

Post a Comment