Home » , , » Dinas Lingkungan Hidup Sumut Akui Ada Lintah di Danau Toba

Dinas Lingkungan Hidup Sumut Akui Ada Lintah di Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 21 February 2017 | 07:05

Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba.IST 

BeritaSimalungun.com, Medan-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Sumut) Hidayati tak menampik bahwa adanya lintah dan kutu di perairan Danau Toba. Dimana keberadaan lintah dan kutu membuktikan kondisi air Danau Toba memang sudah tercemar.

“Karena lintah itu merupakan jenis hewan yang bisa hidup di tempat tercemar, jadi memang kondisi Danau Toba itu sudah tercemar. Kondisi lingkungan di sekitar Danau Toba saat ini bukan semata tanggung jawab instansi LH Sumut saja,” kata Hidayati kepada wartawan di Medan, Senin (20/2/2017).

“Semua pihak, termasuk masyarakat, harus bersinergi dan berkomitmen membenahi kondisi lingkungan di kawasan yang digadang bakal menjadi Monaco of Asia itu. Pencemaran di perairan Danau Toba terjadi di sejumlah titik tertentu dengan kondisi oksigen terlarut yang sangat minim. Sumber utama pencemaran adalah limbah yang berasal dari pakan ikan dan industri lainnya di sekitar danau,” katanya.

Disebutkan, bila limbah domestik dari masyarakat juga memiliki andil dalam pencemaran air Danau Toba. Hidayati juga menegaskan kualitas air di sejumlah titik sudah menurun sehingga tak layak dikonsumsi dan untuk kebutuhan sehari-hari lainnya.

Guna mengatasi masalah pencemaran, Hidayati mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai program-program. Dimana program itu merupakan rencana aksi yang sudah disepakati dalam rangka pengembangan sektor pariwisata di Danau Toba.

“Pemerintah pusat melalui Kementerian PU akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah di sana. Semua limbah akan disaring hingga memenuhi indikator baku mutu sebelum disalurkan ke Danau Toba,” katanya.

Selanjutnya juga akan ditetapkan daya tampung produksi ikan, yang untuk sementara ini ditetapkan sebanyak 50 ribu ton per tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui surat nomor S.555/MENLHK/PPKL/PKL.2/12/2016 tentang Daya Dukung dan Daya Tampung (DDDT).

“Daya tampung tersebut perlu ditetapkan demi menekan dampak limbah pakan ikan terhadap perairan danau. Upaya ini juga harus didukung dengan penataan Keramba Jaring Apung (KJA) yang baik. Selain itu, Hidayati mengungkapkan perlunya proses pemurnian air untuk membenahi kualitas di perairan danau tersebut,” ujarnya.

Segera Atasi

Menanggapi berita adanya lintah dan kutu di perairan Danau Toba, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRD Sumut), Sutrisno Pangaribuan ST meminta pihak terkait segera diturunkan.

“Bila Polda Sumut, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut butuh kecepatan untuk ke Danau Toba maka dapat menggunakan helikopter Basarnas," tegas Sutrisno kepada wartawan, Senin (20/2/2017) di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Saran tersebut bukanlah lelucon, karena berita yang telah tersebar di kalangan masyarakat bila tidak segera diatasi maka akan memberikan dampak negatif yang luas bagi pembangunan Danau Toba sebagai Monaco Asia.

“Saya serius, karena apa, karena ini berdampak masalah, bisa kemana-mana dan sudah menjadi berita konsumsi. Terlepas benar atau tidaknya berita itu, pemerintah ataupun institusi resmi harus segera melakukan penyelidikan agar permasalahan itu dapat segera diatasi dan masyarakat tidak bertanya-tanya terus," jelas Anggota Komisi C DPRD Sumut ini.

Menurutnya, permasalahan lintah di Danau Toba akan memberikan akses negatif bagi turis domestik dan juga asing bahwa Danau toba itu tidak layak untuk dikunjungi. Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar hasil penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan secepatnya karena hasilnya harus segera diklarifikasi kepada masyarakat.

“Siapapun yang melakukan langkah-langkah penyelidikan maka ini harus terbuka. Justru kalau tertutup dan hasilnya tidak diumumkan maka masyarkat akan enggan untuk mengunjungi Danau Toba, mereka akan mengatakan ngapain lagi kita ke Danau Toba karena Danau Toba sudah banyak lintah," katanya. (BS-3)


Share this article :

Post a Comment