}); DR JR Saragih SH MM , Memimpin dengan “Hati” | BeritaSimalungun
Home » , » DR JR Saragih SH MM , Memimpin dengan “Hati”

DR JR Saragih SH MM , Memimpin dengan “Hati”

Written By Beritasimalungun on Friday, 24 February 2017 | 17:19


(Catatan : Drs Johalim Purba)

BeritaSimalungun.com-Tidak mudah menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyat, tidak gampang memelihara kepercayaan yang diberikan rakyat. Dan tidak sesederhana yang kita bayangkan bagaimana memelihara simpati yang diberikan rakyat.

Ketiga "rasa" diatas cinta, percaya dan simpati, mesti nya tetap melekat dalam jati diri seorang pemimpin, agar kharisma kepemimpinan nya tidak memudar. 

Itu sebab nya, selain dilandasi oleh kekuatan akal sehat, seseorang yang telah memperoleh mandat rakyat dituntut mengoptimalkan kekuatan nurani nya. Beberapa pihak, malah menyebutkan "Memimpin dengan Hati".

Lebih kurang delapan tahun bekerja sama dengan DR JR Saragih SH MM secara pribadi saya dapat melihat bahwa kepemimpinan DR JR Saragih SH MM lebih sarat dengan kepemimpinan yang menggunakan “hati” bukan kepemimpinan yang menggunakan logika semata. 

Mengapa saya berani mengatakan demikian dikarenakan sepak terjangnya semenjak pertama kali menjabat Bupati Simalungun hingga saat ini kekuatan “hati” yang dimilikinyalah yang membuat rakyat Simalungun semakin mencintainya.

Sebagai contoh DR JR Saragih SH MM sangat memahami betapa pentingnya peningkatan kualitas SDM masyarakat. Cara utama meningkatkan kualitas SDM tentu melalui pendidikan dan kesehatan. 

Kedua sektor ini sangat disadarinya akan dapat mendongkrak kualitas SDM masyarakat kabupaten Simalungun. Di beberapa kesempatan DR JR Saragih SH MM, bercerita tentang pengalaman masa kecilnya yang cepat ditinggalkan orang tua (ayah) nya. 

Pengalaman masa kecilnya yang sulit untuk memperoleh pendidikan serta pelayanan kesehatan yang memadai sangat melekat dihatinya dan dia berharap agar semakin sedikit anak-anak yang mengalaminya.

Sudah banyak sekali anak-anak pintar Simalungun yang latar belakang keluarganya kurang mampu dibantu untuk melanjutkan pendidikan. 

Untuk membantu membiayai pendidikan tidak semata menggunakan dana APBD bahkan banyak sekali anak-anak kurang mampu dibiayai sekolah menggunakan dana pribadi DR JR Saragih SH MM. 

Kemudian sudah banyak sekali warga Simalungun yang menderita sakit tapi tidak memiliki biaya dibiayai berobat dan bukan hanya menggunakan dana APBD Simalungun akan tetapi banyak juga yang menggunakan dana pribadinya.

Kemudian sangat terlihat benar kepemimpinan DR JR Saragih SH MM yang menggunakan “hati” terutama ketika dia melihat anak-anak yang putus sekolah yang tidak memperoleh fasilitas kesehatan yang layak serta warga yang sakit yang tidak memiliki biaya untuk berobat begitu mudah hati nurani DR JR Saragih SH MM terbuka dan selalu dia memberikan bantuan sedaya upayanya. 

Entah sudah berapa kali saat berkunjung ke Nagori mengetahui ada warga yang sakit langsung DR JR Saragih SH MM memerintahkan untuk dibawa berobat saat itu juga. Tindakan yang cepat tersebut tentunya dikarenakan adanya dorongan dari dalam hatinya.

DR JR Saragih SH MM juga sangat dekat dengan rakyat, setiap kunjungan ke masyarakat dia tak segan-segan menyatu dengan rakyatnya. DR JR Saragih SH MM terbiasa untuk ngobrol dan bergurau dengan masyarakat tanpa jarak dan tanpa protokoler DR JR Saragih SH MM terlihat sangat berbahagia jika bertemu dengan warga, terutama kepada para orang tua terlihat betapa dia sangat menghormati orang tua bahkan tak segan-segan dia menggandengnya. 

Juga apalagi kalau melihat anak kecil dan bayi Dia langsung memberikan respon sebagai ayah, menimang dan menggendongnya tanpa rasa canggung sedikitpun. Uniknya anak-anak jika digendongnya selalu merasa nyaman dan terlihat ceria. 

Nalurinya sebagai ayah dan mungkin pengalaman masa kecilnya yang membuatnya sangat suka dengan anak kecil.

Gaya kepemimpinan seperti DR JR saragih SH MM yang menggunakan “hati” kini sepertinya menjadi sebuah barang langka. Sekarang ini, para pemimpin seolah-olah telah menjebakan diri pada pola hubungan yang lebih formal. Situasi 'kekeluargaan', tergerus oleh sikap arogan para penguasa.

Jarang sekali ada pemimpin yang mau ngobrol dengan rakyat secara santai. Demokrasi panggung menyebabkan ada pembatas antara penguasa dengan rakyat. Semua diukur oleh efektif dan efesien. 

Sedangkan ukuran kemaslahatan lebih dinomor-duakan. Kita sebagai bangsa, makin kekurangan pemimpin yang mau memimpin dengan hatinya.

Kepemimpinan DR JR Saragih SH MM yang menggunakan “hati” yang membuat mayoritas warga Simalungun menyukainya sehingga dia terpilih untuk periode kedua. 

Dengan gaya kepemimpinan yang menggunakan “hati” membuat rakyat Simalungun begitu bersemangat mendukung DR JR Saragih SH MM menuju Sumut Satu. (Penulis Ketua DPRD Kabupaten Simalungun-Fraksi PD)


Share this article :

Post a Comment