}); LSM Forum 13 Tolak Alokasi Dana Rp 40 Miliar Untuk Percantik Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , » LSM Forum 13 Tolak Alokasi Dana Rp 40 Miliar Untuk Percantik Danau Toba

LSM Forum 13 Tolak Alokasi Dana Rp 40 Miliar Untuk Percantik Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 22 February 2017 | 08:47

Danau Toba Sumut
BeritaSimalungun.com, Siantar-Adanya wacana pengajuan anggaran sebesar Rp 40 miliar yang akan ditampung di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Simalungun dinilai tidak tepat sasaran atau penghamburan anggaran.

Informasi dihimpun anggaran dimaksud untuk percepatan pembangunan atau rencana mempercantik kawasan wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun guna mendukung program pemerintah pusat dalam Destinasi Danau Toba.

Menyikapi hal ini seharusnya Bupati Simalungun maupun pejabatnya lebih mementingkan peningkatan infrastruktur jalan yang saat ini masih merata kondisinya sangat memprihatinkan. Karena rencana percantik kawasan wisata Parapat tidak langsung mengena akan kepentingan umum bagi masyarakat Simalungun.

Ketua Umum LSM Forum 13, Syamp Siadari menyayangkan program Pemkab Simalungun yang nantinya akan menjadi penghamburan anggaran bila hanya untuk percepat pembangunan atau mepercantik kawasan wisata Parapat harus mengelontorkan anggaran sebesar Rp 40 miliar yang bersumber dari APBD. Ini melihat masih banyak hal yang fatal lebih diutamakan seperti infrastruktur jalan penghubung antar dusun, antar Nagori bahkan antar kecamatan.

“Acuan yang digunakan Pemkab Simalungun akan rencana mengajukan dan menampung anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk percantik kawasan wisata tidak mendasar. Kalau hanya untuk meningkatkan jumlah wisatawan apa sudah dilakukan observasi maupun analisa dan kuat dugaan tidak ada konsultannya, Bahkan tidak ada dimuat dalam rencana pembangunan jangka panjang atau pendek daerah,” sebut Syamp, Selasa (21/2/2017).

Tambah Syamp, Pemkab Simalungun jangan hanya memikirkan proyek yang dapat menghasilkan jatah kepada pejabat, dimana sudah rahasia umum setiap ada proyek kegiatan pasti adanya uang kewajiban dan lainnya.

“Dengan adanya upaya penampungan anggaran sebesar Rp 40 miliar bukan solusi terbaik. Tetapi seharusnya lebih melakukan penyuluhan kepada masyarakat supaya menjaga kebersihan dan membersihkan dasar Danau Toba yang diyakini sudah banyak gundukan sedimen dan sampah lainya seperti kotoran ternak dari perusahaan yang diduga kebal hukum,” papar Syamp.

Dia menuturkan, seharusnya Pemkab Simalungun terlebih dahulu melakukan pengkajian maupun analisa yang sangat mendasar mulai dari analisa sosial budaya, analisa Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat, analisa persentase meningkatnya niat wisatawan dan pengkajian dari hasil analisa secara menyeluruh. Kalau hanya untuk memikirkan adanya proyek fisik itu tidak akan bermanfaat.

“Dengan tidak mendasarnya kajian dan analisa oleh Pemkab Simalungun dalam upaya menampung anggaran puluhan miliar, maka sebaiknya ditampung untuk kegiatan gotong royong untuk membersihkan dasar Danau Toba dan lingkungan pantai sekitar danau.

“Apabila memang anggaran tersebut ditampung, jangan hanya memuaskan hasrat para ‘pembisik’ Bupati yang mewacanakan program ini dan siapa yang bisa mengkaji dengan angka persentase dengan dipercantiknya kawasan wisata Parapat menggunakan anggaran sebesar Rp 40 miliar akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara siknifikan,” sebutnya.


Lanjutnya, dengan tidak adanya kajian persentase peningkatan wisatawan dan penghasilan masyarakat Parapat serta bertambahnya PAD Kecamatan Girsip, Forum 13 meminta supaya DPRD Simalungun menolak program yang ‘fatal’ hanya penghamburan anggaran. (BS-2)
Share this article :

Post a Comment