}); Nasib Tak Ujung Tiba, Beginilah Jalan Haranggaol Menyambut Slogan “Danau Toba Monaco Of Asia” | BeritaSimalungun
Home » , , , , , , , , , , , , » Nasib Tak Ujung Tiba, Beginilah Jalan Haranggaol Menyambut Slogan “Danau Toba Monaco Of Asia”

Nasib Tak Ujung Tiba, Beginilah Jalan Haranggaol Menyambut Slogan “Danau Toba Monaco Of Asia”

Written By Beritasimalungun on Saturday, 18 March 2017 | 23:14

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)
Oleh : Asenk Lee Saragih

BeritaSimalungun.com, Haranggaol-Siapapun Bupati Simalungun kondisi jalan lintas Haranggaol-Sirpang Haranggaol Kabupaten Simalungun tetap saja hancur lebur. Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Daerah Pemilihan Haranggaol dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Siantar-Simalungun ternyata hanya “mafia” anggaran.

Bahkan anggota dewan dari dua lembaga yang namanya wakil rakyat itu ternyata hanya tutup mata dan membisu melihat kondisi jalan lintas Haranggaol-Sirpang Haranggaol kupak kapik. Sementara pencanangan “Danau Toba Monaco Of Asia” oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015 lalu hanya isapan jempol di Kabupaten Simalungun.

Faktanya, jalan lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun hingga kini tak kunjung mulus. Bahkan kondisi jalan kini hanya cocok untuk balapan off road. Persoalan jalan-jalan di Kabupaten Simalungun hingga kini masih masalah serius.

Dukungan PU Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Simalungun tampaknya hanya sebuah mimpi. Bahkan “andil” Anggota DPRD Prov Sumut Dapil Kabupaten Simalungun hanya menikmati kursi jabatan dan “sibuk” cari proyek semata.

Anggapan siapa pun Bupati Simalungun kalau jalan lintas Haranggaol yang merupakan akses ke Danau Toba di Kabupaten Simalungun tetap rusak, kini mulai disadari masyarakat. Kondisi jalan Haranggaol yang begitu parah, namun masyarakat Haranggaol masih “menikmatinya” meski segelintir yang melek dengan media sosial membagikan gambar jalan buruk tersebut.(Berita Terkait: JR Saragih "Mulutnya" Bua Aspal)

Misalnya Darma Purba, Ir Rikson Saragih sudah sering membagikan gambar terkini kondisi jalan Haranggaol lewat sosial media, namun belum ada juga tanggapan berarti dari pihak terkait. Serasa persoalan Jalan Lintas Haranggaol yang kini babak belur saat musim hujan, hanya cerita kedai kopi belaka.

Masyarakat Haranggaol memang warga yang penyabar. Pasalnya hingga puluhan tahun kondisi jalan Haranggaol kupak kapik, tetap saja sabar. Yang paling “sedap” walau Bupati Simalungun JR Saragih selama 5 tahun menjabat tak peduli terhadap Jalan Haranggaol, namun untuk periode kedua, warga Haranggaol tetap saja memenangkan JR Saragih pada Pilkada Simalungun tahun 2016 lalu.

Sungguh sikap warga yang ironis dan patut dicontoh masyarakat lain. Masyarakat Haranggaol jauh dari “amarah” apalagi niat untuk Unjuk Rasa. “Provokator” tidak akan dapat lampu hijau di Haranggaol, sekalipun itu untuk menyuarakan persoalan jalan Haranggaol.

Pemerintah Kabupaten Simalungun lewat Dinas PU Kabupaten Simalungun harus menanggung “dosa” akibat rusaknya jalan lintas Haranggaol selama puluhan tahun. Betapa tidak, dengan kasat mata bagi pengendara yang melintas di jallur lintas Haranggaol, pasti kaget melihat hancurnya jalan Haranggaol kini.

Mengingat pada jaman Orde Baru, saat Kosmas Batubara menjabat Menteri, kondisi jalan lintas Haranggaol masih bagus dan bisa dilalui bus-bus wisata dari Kota Medan hingga Haranggaol. Namun masyarakat Haranggaol kini hanya bisa mengenang masa Rode Baru tersebut.

Sikap “Anti” Pemkab Simalungun, Pemprov Sumut, Anggota Dewan Kabupaten Simalungun, Anggota DPRD Pemprov Sumut terhadap perhatian jalan Lintas Haranggaol perlu dipertayakan. Pasalnya sudah terlampau lama warga Haranggaol menunggu sikap baik dari pemangku kepentingan itu untuk mengambil sikap dalam memperbaiki Haranggaol.

Titip Pesan Juga untuk Pemkab Simalungun dan PLN Sumut, bahwa sejak Agustus 2016 lalu hingga 18 Maret 2017, aliran listrik di Desa Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Nagori Purba, Hutaimbaru terputus akibat pembukaan jalan lingkar Danau Toba, Haranggaol-Nagori-Sihalpe.

Kini kondisi Desa Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Nagori Purba, Hutaimbaru gelap gulita pada malam hari. Sebagian warga terpaksa menggunakan generator bagi warga yang memiliki uang untuk beli mesin generator. Sementara warga yang ekonomi pas-pasan harus pasrah dengan penerangan “Lampu Teplok”. (Penulis Warga Hutaimbaru Tinggal di Jambi)    

   
Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)

Kondisi Jalan Lintas Haranggaol-Sirpang Haranggol Kabupaten Simalungun, Sabtu 18 Maret 2017. Foto Darma Purba (FB)
Share this article :

Post a Comment