}); Anita Martha Hutagalung : * A H O K * | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Anita Martha Hutagalung : * A H O K *

Anita Martha Hutagalung : * A H O K *

Written By Beritasimalungun on Thursday, 11 May 2017 | 09:29

Plt Gubernur Jambi Djarot meneteskan air mata saat memberikan sambutan kepada warga DKI Jakarta yang datang ke Balai Kota, Rabu 11 Mei 2017 memberikan dorongan semangat kepada Djarot memimpin DKI Jakarta hingga Oktober 2017, karena Gubernur DKI Jakarta Ahok ditahan menjalani Vonis 2 Tahun Penjara dalam kasus penodaan agama. Saat pelantikan Djarot sebagai Plt Gubernur DKI oleh Mendagri Chyo Kulomo, tak ada senyum dalam wajah Djarot, namun kesedihan menyelimuti wajhnya karena sahabatnya Ahok harus mendekam di penjara. IST 


Plt Gubernur Jambi Djarot meneteskan air mata saat memberikan sambutan kepada warga DKI Jakarta yang datang ke Balai Kota, Rabu 11 Mei 2017 memberikan dorongan semangat kepada Djarot memimpin DKI Jakarta hingga Oktober 2017, karena Gubernur DKI Jakarta Ahok ditahan menjalani Vonis 2 Tahun Penjara dalam kasus penodaan agama. Saat pelantikan Djarot sebagai Plt Gubernur DKI oleh Mendagri Chyo Kulomo, tak ada senyum dalam wajah Djarot, namun kesedihan menyelimuti wajhnya karena sahabatnya Ahok harus mendekam di penjara. IST 
BeritaSimalungun.com, Medan-Seorang Wanita GKPS di Medan yang selalu kristis merespon kejadian sosial di Indonesia ini, angkat bicara soal Vonos Ahok 2 tahun. Adalah Anita Martha Hutagalung yang selalu bersikap tegas dan kritis dalam setiap tulisannya di sosial media.
Berikut ini Tulisannya yang dikutip dari Akun FB Anita Martha Hutagalung.
Selamat pagiii....

Bagaimana perasaanmu hari ini?
Semoga sudah lebih baik dari kemarin :-)
Karena kutengok sejak Ahok di vonis 2 tahun, hampir semua statusnya sedih, kecewa, dan marah.

Kawan awak mamak si Anu sampai bengkak matanya menangis.
Makanpun dia tak selera.

Dan setiap ketemu teman, rata2 mengaku menangis sedih karena Ahok di tahan di Cipinang saat itu.

Apakah aku menangis juga saat Ahok di vonnis bersalah ?
Tidak .

Karena perkiraanku juga begitu , Ahok "harus" divonis bersalah.
Mengharapkannya bebas , aduuh... Jangan terlalu naif lah !
Tengoklah "tekanan" yg begitu dashyat dan bertubi = tubi.
Demo=demo yang yg berjilid jilid dengan angka=angka yg lama=lama kutengok mirip nomer togel ,
Banyak kepentingan disitu.

Diruang pengadilan diantara para hakim dan jaksa penuntut umum , serta terdakwa.

Yang punya nyali , ya cuma si Ahok ๐Ÿ˜…
Bukan jaksa apalagi hakim.
Catet itu.


Apakah aku sedih ??
Yaa...!

Aku sedih karena penjara 2 tahun itu diluar perkiraanku.
Menilik dari tuntutan jaksa, ku kira Ahok dijatuhi hukuman maksimal 1 tahun percobaan.

Bukan 2 tahun "langsung" masuk kerangkeng.
Hakimnya longor, over , lebay.

Artinya keadilan di endonesah ini sudah mampus.
Namun aku tidak menangisi Ahok, 
Buat apa ??

Dia lebih kuat dan lebih tabah dariku, jangankan di penjara, matipun keuntungan baginya.

Istrinya Veronica dan anak=anaknya juga hebat!
11 = 12 sama Ahok .

Aku BANGGA pada Ahok.



Kinerja Ahok selama menjabat , luar biasa. Membuat pejabat-pejabat 'pelayan masyarakat' dimanapun itu terlihat sangat buruk. 

Karena Ahok telah menetapkan standar yang amat tinggi yang tentu menjadi ekspektasi warga Jakarta bagi pejabat berikutnya, minimal sama kalau tidak sanggup melampauinya.

Apalagi cuma bisa bilang OK = OC ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ


Terlepas dari segala kontroversinya, 
Ahok sekali lagi menunjukkan kelas dan standarnya yang tinggi dalam hal ketaatan pada hukum. 

Ia tidak pernah mangkir dengan segala alasan yang dibuat-buat. 
Bahkan saat Ahok di vonnis bersalah pun, Ahok masih membungkuk hormat pada majelis hakim.

Sikap ini akan semakin menelanjangi para pejabat lain dan tokoh=tokoh penokoh yang juga terjerat hukum tapi terus mencoba mencari cara untuk menghindar.

Seperti si bibib brisik tersangka yang umroh.
Semoga aja kak Ema bisa membujuk si bibib cepat pulang.



Jadi kurasa vonis Ahok itu bukanlah sebuah kekalahan. 
Beliau sedang memerangi kemungkaran dengan cara yang sangat elegan.

Di bawah "tekanan" pun Ahok tidak pernah tertekan.
Percayalah bahkan penjara sekalipun hanya bisa memenjarakan tubuhnya.

Tapi jiwanya , pikirannya bebas lepas kemana dia mau.
Lagipula keputusan itu akan gugur, jika banding yang di ajukan Ahok di terima .

Kita harus hormati itu, karena itu adalah hak setiap warga negara.


Begitulah , aku sedih tapi aku tak menangis.

Namun,
Ketika aku menyaksikan di tv, di Balai kota DKI ,
Ribuan orang menyanyikan lagu=lagu kebangsaan yang bikin merinding.

Melihat bapak Djarot menangis , air mataku langsung tumpah tak tertahan lagi. Mata tidak bisa menipu.

Aku melihat kepedihan dan ketulusan Djarot.
Apakah ada yang lebih indah dan mengharukan, dari pemandangan saat itu?

Seorang wakilnya gubernur yg dipenjara.
Tetapi memiliki kedekatan bathin, bukan lagi sekedar sahabat.
Adakah kau pernah melihat persahabatan yang demikian di antara pejabat ??



Mungkin aku kurang informasi, cobalah bantu aku kali ini.
Berilah aku 1 nama saja, selain Ahok.

Adakah seseorang yang sudah di demo jutaan orang, yang dihujat di caci dinaki dan diancam di bunuh di gantung dirajam, oleh para alim ulama.

Lalu di pengadilan di vonis bersalah, lalu masuk penjara.
Tetapi orang tersebut tetap dimuliakan.
Tetap di doakan, ditangisi, 

Bahkan diperjuangkan oleh banyak orang.
Adakah orang yang kau tengok di dunia ini
yang kalah pilkada dielulukan seperti pemenang,
Yang di vonis bersalah bukan ditinggalkan , malah justru diperjuangkan??

Adakah seseorang yang dipenjara, mendapat simpati = empaty dari jutaan orang di mana=mana.
Menjadi trending topik pembicaraan dunia.

Dan tokoh=tokoh dunia ikut mengungkapkan kekecewaannya pada hukum di negara awak.
Masa kegelapan untuk keadilan.

Ironis memang, 
Tempat yang paling tidak adil justru di ruang Pengadilan.
Memperjuangkan Ahok sebenarnya bukan soal Ahok semata ,
Tapi nilai=nilai yang ada pada diri seorang Ahok.

Jujur, tegas, berani ,taat konstitusi , dan anti korupsi.

*Tidak yang lebih dikagumi dari seseorang yang menanggung kesedihan dengan keberanian. (*)
Share this article :

Post a Comment