. Erupsi Gunung Sinabung Timbulkan Danau Kecil, Pemkab Karo Larang ke Lokasi Zona Merah | BeritaSimalungun
Home » , , , » Erupsi Gunung Sinabung Timbulkan Danau Kecil, Pemkab Karo Larang ke Lokasi Zona Merah

Erupsi Gunung Sinabung Timbulkan Danau Kecil, Pemkab Karo Larang ke Lokasi Zona Merah

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 3 May 2017 | 07:36

DANAU KECIL : Tertutupnya aliran sungai Lou Borus di hilir Desa Simacem dan Desa Bakerah oleh material erupsi Sinabung, menimbulkan danau kecil di kaki Gunung Sinabung dan di sekeliling danau terlihat tanaman jeruk dan kopi sudah hangus terbakar terkena awan panas erupsi Sinabung. IST
BeritaSimalungun.com, Medan-Erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2010 lalu, akhirnya menimbulkan "danau kecil" seluas 4 hektare, persisnya di kaki Gunung Sinabung. 

Masyarakat mulai ramai mengunjunginya, dikarenakan penasaran ingin mengetahui secara langsung tentang danau tersebut, sehingga Pemkab Karo melarang keras siapa saja yang memasuki kawasan yang merupakan zona merah dimaksud.

Dari pantauan SIB bersama sejumlah wartawan media cetak lainnya ketika berkunjung ke lokasi (berkisar 3 Km dari pinggiran danau), Minggu (30/4), danau kecil tersebut berada di eks perladangan Desa Naman Teran, persisnya di kaki Gunung Sinabung atau dulunya merupakan areal DAS (Daerah Aliran Sungai) Lou Borus.

Air danau terlihat agak jernih keputih-putihan, kemungkinan dikarenakan bercampur debu erupsi dan di seberang danau masih terlihat rangka 3 rumah warga  Desa Simacem dan Desa Bakerah yang sudah tertimbun material letusan  Sinabung. Sementara di sekeliling danau yang dulunya areal perladangan masyarakat, terlihat sudah tertutup batu-batuan maupun debu letusan gunung.

Kepala Desa Sukanalu Sentosa Sitepu mengatakan,  terbentuknya danau Gunung Sinabung, akibat "muntahan" material erupsi Gunung Sinabung, berupa lahar dan bebatuan menutup aliran Sungai Lou Borus, sehingga air sungai tergenang dan membentuk danau.

"Sebenarnya danau kecil itu sudah ada sejak tahun 2016 lalu yang luasnya mencapai 20 hektare. Kini luasnya tinggal 4 hektare, karena sebagian material yang membendung DAS Lou Borus sudah jebol, sehingga air yang tadinya terbendung sudah mulai mengalir ke hilir, mengarah ke bendungan irigasi Desa Gurukinayan serta ke arah persawahan Desa Batukarang Kecamatan Payung," katanya.

Menurut Sentosa, danau kecil yang pantasnya disebut bendungan ini ada di tiga titik, yakni di perladangan "kincir" Desa Bakerah,  Desa Simacem dan di bawah jembatan Desa Sukanalu persisnya di perladangan Sinderung, yang keseluruhannya berada di kaki Gunung Sinabung yang lokasi tersebut masih zona merah.

Namun yang paling disesalkan, tambah Sentosa, walaupun areal itu masuk  kawasan zona merah, tetap saja banyak masyarakat Tanah Karo maupun pendatang nekad mengunjungi, karena penasaran ingin melihat kebenaran informasi tentang timbulnya danau kecil  di kaki Gunung Sinabung.

"Masyarakat yang berkunjung, menyempatkan diri foto-foto dan ada juga yang nekad mandi tanpa memikirkan resiko kematian, bila seketika erupsi dan awan panas muntah dari erupsi Sinabung. Pemkab Karo melalui aparat Kecamatan maupun pemerintahan desa sudah berupaya melarang keras, tapi masyarakat seolah-olah tidak peduli," kata Sentosa.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Namanteran Drs Dwikora Sitepu kepada wartawan  juga mengaku sudah melarang keras masyarakat memasuki ke zona merah untuk melihat danau kecil atau yang pantas disebut bendungan tersebut, karena sangat berbahaya, jika sewaktu-waktu Gunung Sinabung erupsi. 

"Kita juga telah megimbau semua pihak, jika ada yang melihat  masyarakat memasuki areal, segera laporkan kepada aparat desa maupun kecamatan, untuk diberikan peringatan keras," ujarnya. (SIb)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.