. Tujuh Hari Sebelum dan Sesudah Lebaran, Tol Kualanamu-Tebing Tinggi Sudah Dibuka Gratis | BeritaSimalungun
Home » , , » Tujuh Hari Sebelum dan Sesudah Lebaran, Tol Kualanamu-Tebing Tinggi Sudah Dibuka Gratis

Tujuh Hari Sebelum dan Sesudah Lebaran, Tol Kualanamu-Tebing Tinggi Sudah Dibuka Gratis

Written By Beritasimalungun on Saturday, 20 May 2017 | 19:05

BeritaSimalungun.com, Deliserdang-Pengerjaan jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi kini sudah mencapai 88 persen. Jalan tol ini rencananya akan mulai beroperasi September mendatang. Namun pada arus mudik Lebaran Juni 2017, jalan ini akan difungsikan untuk mengurai kemacetan.

Jalan Tol Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari tol trans Sumatera yang dibangun oleh pemerintah. Dari total jalan sepanjang 61,71 Km, 42 Km di antaranya sudah selesai dan akan beroperasi September 2017.

Meski baru akan beroperasi pada September, namun PT Jasa Marga Kulanamu Tol memastikan Jalan Tol Kualanamu-Tebing Tinggi ini difungsikan pada musim lebaran 2017. Ruas jalan yang difungsikan adalah seksi 2 di kawasan Bandara Kulanamu Deliserdang hingga seksi 6 di kawasan Sei Rampah Serdang Bedagai.

Menurut pihak PT Jasa Marga Kualanamu Tol, jalan tol ini akan difungsikan 7 hari sebelum lebaran dan 7 hari setelah lebaran dan karena sifatnya masih fungsional, maka tidak ada tarif yang dikenakan kepada pengguna jalan.

"Roda dua tidak kita ijinkan untuk masuk. Jadi skenarionya nanti H-7 dari arah Medan menuju Tebing Tinggi, H+7 arus balik dari Tebing Tinggi menuju Medan. Kami berharap ini bisa membantu untuk melancarkan arus mudik menuju ke luar dan balik ke Medan," ujar Agus Choliq Direktur Teknik Jasa Marga Kualanamu Tol.

Pembangunan jalan tol Kulanamu-Tebing Tinggi ini menggunakan alokasi dana dari APBN dan Investasi Badan Usaha Jalan Tol,  PT Jasa Marga Kualanamu Tol senilai Rp 1,4 triliun. 

Selain tol Kualanamu-Tebing Tinggi ruas jalan di Sumatera Utara yang nantinya akan difungsikan pada masa lebaran adalah seksi 3 jalan tol Medan-Binjai yang menghubungkan antara Sei Semayang dengan Kota Binjai. (SIB)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.