}); Simalungun Mengejar Ketertinggalan | BeritaSimalungun
Home » , , , » Simalungun Mengejar Ketertinggalan

Simalungun Mengejar Ketertinggalan

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 5 September 2017 | 08:45

Oleh: Sultan Saragih 
Festival Keraton Nusantara XI Cirebon, 15-19 September 2017. Photo: Sultan Saragih
BeritaSimalungun-"Sultan Kepaksian Pernong Sekala Brak, Edward Syah Pernong dinobatkan menjadi Raja, beberapa tahun kemudian ia menjabat Kapolda Lampung (2015). Sekala Brak artinya titisan dewa, kerajaan yang berada di gunung tertinggi Lampung. 

Pak Bandi dari kasepuhan menyampaikan Lampung membawa iring iringan 4 gajah dan 200 prajurit dalam Festival Keraton Nusantara sebelumnya." 

Aktualisasi budaya memiliki peranan sangat penting, satu alur dalam upaya penggalian dan pelestarian. Kita perlu memperlihatkan pencapaian dan kekayaan budaya simalungun, agar generasi tertarik, dapat belajar kemudian siap mewariskan kepada selanjutnya. 

7 kerajaan Simalungun belum terdaftar sebagai anggota FKIKN (Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara), kali ini mendapat kesempatan sebagai peninjau masih bisa terlibat aktif dalam kirab prajurit kerajaan bersama pasukan kerajaan lainnya dan pagelaran seni dalam Festival Keraton Nusantara XI Cirebon, 15-19 September 2017. 
Parade Upas (prajurit) raja raja Simalungun . #persiapan properti senjata kirab prajurit. #podang, tanja (tombak) , bodil #Festival Keraton Nusantara XI Cirebon.
Atas saran Dr. Sarmedi Purba saya menelusuri informasi langsung ke kota Cirebon, tidak menduga disambut baik oleh Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, juga mempersilahkan kehadiran kerajaan Simalungun. 

Jordi Purba dan julvanal sinaga memberi respon reaksi cepat menyiapkan tim, langsung menggandeng tim purwakarta dan cirebon. 

Hanya dalam satu minggu proses diskusi, kita sepakat tidak ingin kehilangan momentum, kegiatan ini harus dilaksanakan, kerajaan simalungun harus hadir walau batas waktu dua minggu. 

Kekuatan kita hanya 60 orang, membutuhkan kelengkapan kostum yang memadai dan seragam agar tampak kuat, percaya diri dan elegan. Baju dihar polang polang 4 stel, dihar serba hitam 12 stel, hiou suri suri dan gotong 40 stel, pembuatan properti podang, tombak dan bodil agar terlihat klasik. 

Bahkan sampai alas kaki 60 stel juga dipesan tempa agar sama dan seragam. Ini dalam upaya agar kita elegan sejajar dalam kirab dengan kerajaan lain. Pamong budaya perlu, kita belum memiliki sosok seperti itu. 

Gerakan kebudayaan ini murni swadaya, dibiayai sendiri oleh sesama kita simalungun, kita mengajak peduli, siapa lagi yang kita harapkan dapat merawat dan menjaga martabat Bangsa Simalungun. 

Bantuan rekening dapat disalurkan BCA no rek 2312102855 an Jabetson Purba Catatan : Pewaris Raja yang hadir dalam konfirmasi undangan : 1. Difi Sang Nuan Damanik, Kerajaan Siantar 2. Raja Muda Artalim Hotmatua Saragih Garingging, Kerajaan Raya 3. Tuan Tanjargaim Purba Tambak, Kerajaan Dolok Silou Horas. (Penulis Koordinator Lapangan Simalungun - FKN XI Cirebon)


Closing: Foto bareng, bersama Sultan Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat, pengayom budaya selalu dibutuhkan masyarakat nya. #MALAM PESTA BUDAYA pra - FKN XI. #Amphiteater Goa Sunyaragi, Cirebon. Photo: Sultan Saragih

Share this article :

Post a Comment