. Bergelar Profesor, Kapolri Minta Dipanggil Tito Saja | BeritaSimalungun
Home » , » Bergelar Profesor, Kapolri Minta Dipanggil Tito Saja

Bergelar Profesor, Kapolri Minta Dipanggil Tito Saja

Written By Beritasimalungun on Friday, 27 October 2017 | 06:31

Kapolri Jendral Tito Karnavian (dua kanan) saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian di bidang Penanganan Terorisme, di Auditorium STIK, 26 Oktober 2017. (Twitter) 
BeritaSimalungun, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak silau dengan tambahan gelar di depan namanya. Meskipun telah resmi bergelar profesor Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian/Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada Kamis (26/10/2017), tepat di usianya yang ke 53, bapak tiga anak ini meminta dipanggil namanya saja, bukan gelarnya. Saat ditanya Beritasatu.com apakah dirinya kini lebih senang dipanggil profesor, mengingat itu adalah impiannya di masa kecil dibanding panggilan jenderal, Tito menjawab: ”panggil saya Tito saja. Itu kan hanya gelar.” 

Mantan Kapolda Metro Jaya itu lalu berkisah proses dirinya menjadi profesor dimulai selama beberapa bulan lalu dan dia dianggap memenuhi syarat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Syarat untuk mendapatkan gelar itu antara lain menulis buku yang sudah diterbitkan secara internasional oleh publisher ternama. 

"Saya juga buat jurnal, buku yang dibuat di Singapura, dan di dalam negeri juga diterbitkan beberapa buku. Saya juga aktif dalam seminar, conference, keynote speaker, pembicara di dalam dan luar negeri. Sejak tahun 2000 saya sudah ngajar di PTIK, UI, Nanyang Teknologi University Singapore,” lanjutnya. 

Kiprah akademis ini juga ditambah pengalaman empirisnya saat bertugas di bidang kontra terorisme sejak 1999. Selain itu, Tito juga mengenyam pendidikan anti-terorisme dengan mengikuti sekolah formal dan kursus di Amerika, Inggris, Australia, Singapura, dan studi banding di banyak negara. 

"Saya juga mendorong para junior saya untuk terus belajar lagi di sekolah yang tidak diragukan (keunggulannya). Bukan hanya mengejar gelar tapi mendapat knowledge. Dengan knowlegde kita tak hanya jadi pemimipin yang punya follower tapi juga punya konsep dan akan menjadikan kita punya strong leadership. Adik-adik (polisi), teman-teman, maka jadilah praktisi sekaligus akademisi,” tambahnya. (BS)


Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.