Home » » Jokowi: Walau Lahan Luas, Produktivitas Sawit di Indonesia Tergolong Rendah

Jokowi: Walau Lahan Luas, Produktivitas Sawit di Indonesia Tergolong Rendah

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 17 October 2017 | 13:40

BeritaSimalungun-Lahan boleh luas, potensi tinggi, tapi produktivitas kelapa sawit di Indonesia masih tergolong rendah. Kenapa bisa? Karena kelapa sawit kita, khususnya milik rakyat sudah tua-tua dan rusak. Sejumlah petani di Tanah Air juga belum menggunakan benih unggul. 

Padahal seharusnya dapat memproduksi sawit hingga delapan ton per hektare setiap tahun. Kalau pohonnya sudah tua, umur 20 tahun, ya paling menghasilkan dua ton saja. 

Karena itulah kebun kelapa sawit perlu diremajakan. Itu yang saya lakukan hari ini, menghadiri Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit di Kabupaten Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. 

Kedatangan saya sekaligus untuk menyerahkan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di sana. Di Musi Banyuasin ini akan diremajakan 4.400 hektare kebun sawit yang sudah tua. Biayanya ditanggung oleh pemerintah. Bibitnya diberi. 

Bukan hanya sawit, tapi juga bibit untuk benih jagung dan palawija. Selain itu, lahan kebun kelapa sawit yang masuk dalam kawasan hutan akan dikeluarkan dari kawasan hutan. 

Bahkan, sertifikat untuk kebun kelapa sawit milik rakyat pun sudah disiapkan pemerintah. Pemerintah akan melakukan peremajaan kebun kelapa sawit di setiap daerah di Tanah Air, dimulai dari Sumatera lalu Kalimantan.(FB-Presiden Joko Widodo-13 Oktober 2017).Foto: Biro Pers Setpres
Share this article :

Post a Comment