}); Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , , » Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun

Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun

Written By Beritasimalungun on Thursday, 26 October 2017 | 15:50

Juara Bertahan Kelas 70 Kg One Pride MMA 


BeritaSimalungun-Orang Simalungun, khususnya Marga Saragih kini terkenal di dunia bela diri sekelas One Pride Mixed Martial Arts (MMA) yang kerap disiarkan TvOne. 

Adalah Jeka Asparindo Saragih. Disetiap usai pertandingan selalu ada tampak dikenakan Gotong (Tutup Kepala) Khas Adat Simalungun dan seorang Perempuan Mengenakan Pakaian Adat Simalungun “Bulang” lengkap dengan Hiou (Ulos) Suri-Surinya

Pada Lightweight Championship One Pride MMA 8 Oktober 2017 lalu, Jeka Asparindo Saragih berhasil mengalahkan penantangya Kevin Sulistyo dan mempertahankan Gelar Juara One Pride MMA kelas 70 Kg. Kevin Sulistyo harus mengakui ketangguhan Jeka Asparindo Saragih hingga menyerah pada ronde ke tiga. 

Jeka Asparindo Saragih merupakan atlit binaan Batam Fighter Club (BFC) asal Dusun Bah Pasussang, Nagori Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, juga berhasil meraih Juara One Pride MMA kelas 70 Kg setelah mengalahkan Ngapdi Mulidy, yang merupakan juara bertahan asal Semarang, Sabtu 15 April 2017 lalu yang di tayangkan langsung oleh salah satu siaran televisi swasta (TvOne). 

Jeka Saragih berhasil mengalahkan Ngapdi Mulidy yang besik bela diri Gulat itu dengan TKO pada ronde pertama. Oleh karena kemenangan tersebut, Jeka Asparindo Saragih pun menggantikan posisi Ngapdi Muliady sebagai juara bertahan dan mendapatkan sabuk kejuaraan One Pride MMA kelas 70 Kg. 

Ketua Umun Komite Olahraga Beladiri Indonesia, Ardiansyah Bakrie pun menyematkan sabuk tersebut kepada Jeka Asparindo Saragih. Jeka Asparindo Saragih dalam kesempatan tersebut mengungkapkan sungguh mustahil baginya dapat mengalahkan juara bertahan dalam kesempatan tersebut. Selesai memenangi pertandingan tersebut, ia pun langsung memakaikan Gotong Simalungun sebagai pakaian adat suku aslinya. 

Di awal memasuki arena pertandingan, musik tradisional Simalungun, yakni Gual Rambing Rambing. Pada kesempatan tersebut, setelah memenangi pertandingan, ia pun mengatakan bahwa kemenangan tersebut merupakan kado terbaik yang ia berikan kepada ibu nya. “Hanya ini yang bisa ku berikan di hari ulang tahun ibu,” ungkap Jeka Asparindo Saragih saat itu. 

Terpisah, di kampung halaman nya, ratusan warga telah memadati lokasi nonton bareng yang telah di gagasi warga sekitar. Sorak sorai dan dukungan pun seketika terpecah setelah Jeka Asparindo Saragih memenangkan pertandingan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Pangulu Nagori Siporkas, Jonaman Purba. Atas kemenangan tersebut, ia pun mengaku bangga. 

“Sebagai pimpinan daerah kelahiran Jeka Asparindo Saragih, kita bangga. Kedepan kita berharap Jeka Asparindo Saragih dapat meningkatkan prestasinya sehingga dapat membawa nama Simalungun lebih harum lagi,” katanya. 

Memperkenalkan identitas Seni Budaya Simalungun, dilakukan Official Jeka Asparindo Saragih disetiap pertandingan. 

Hal itu juga yang tampak Jeka Asparindo Saragih meraih juara bertahan Lightweight Championship One Pride MMA 70 Kg pada 8 Oktober 2017 lalu dan meraih Juara One Pride MMA kelas 70 Kg setelah mengalahkan Ngapdi Mulidy, yang merupakan juara bertahan asal Semarang, Sabtu 15 April 2017 lalu. Selamat Jeka Asparindo Saragih, Anda Telah Mengharumkan Simalungun. (Asenk Lee Saragih)
Pada Lightweight Championship One Pride MMA 8 Oktober 2017 lalu, Jeka Jeka Asparindo Saragih berhasil mengalahkan penantangya Kevin Sulistyo dan mempertahankan Gelar Juara One Pride MMA kelas 70 Kg. 8 Oktober 2017.IST

Jeka Asparindo Saragih berhasil mengalahkan Ngapdi Mulidy yang besik bela diri Gulat itu dengan TKO pada ronde pertama. Oleh karena kemenangan tersebut, Jeka Asparindo Saragih pun menggantikan posisi Ngapdi Muliady sebagai juara bertahan dan mendapatkan sabuk kejuaraan One Pride MMA kelas 70 Kg.Sabtu 15 April 2017.IST


Share this article :

Post a Comment