Home » , , » Luhut Binsar Pandjaitan: Selamat Datang di Pintu Danau Toba Bandara Silangit Internasional

Luhut Binsar Pandjaitan: Selamat Datang di Pintu Danau Toba Bandara Silangit Internasional

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 31 October 2017 | 00:33

BeritaSimalungun-Dalam 3 tahun berjalannya pemerintahan ini, tidak ada program yang mangkrak. Saya juga melihat bahwa tidak ada satupun potensi yang bisa mangkrak ke depan. Kenapa? Karena semua kami hitung dengan detail angka-angkanya, kami juga membuat penghematan di sana sini sehingga menghasilkan suatu skema keuangan yang bisa menjadi acuan yang bagus atau model untuk proyek pemerintah ke depannya. Semua program Presiden Jokowi di semua daerah itu jalan. 

Misalnya program destinasi wisata di Danau Toba, semua masih sesuai schedule. Sabtu 28 Oktober lalu kita menyaksikan penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Singapura-Silangit dan Citilink rute Halim Perdanakusuma-Silangit. 

Ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk mendatangkan 20 juta turis internasional ke Indonesia. Secara keseluruhan, program wisata Danau Toba masih sesuai schedule. Paling ada mundur beberapa bulan karena ada sedikit masalah Amdal. Amdal itu sendiri akan selesai akhir bulan. 

Tapi tidak ada yang mangkrak. Mangkrak dalam artian berhenti sehingga akhirnya ada total lost. Saya pastikan tidak akan ada. Karena betul-betul kita hitung dengan baik. 

Di kantor saya sendiri banyak anak-anak muda profesional yang membantu saya menghitung dengan cermat dan detail sehingga menghasilkan skema keuangan negara yang lebih hemat dan berkesinambungan di dalam bidang/tupoksi saya di Kemenko Maritim. Satu hal yang harus diperhatikan seiring dengan berjalannya proyek pemerintah di daerah. 

Yakni masyarakatnya pun perlu dipersiapkan, atau diperkuat. Jangan sampai nantinya menimbulkan masalah sosial, tetapi harus terbuka untuk bersama-sama memajukan pariwisata dan kesejahteraan bersama. Misalnya di Sumatera Utara, saat ini kami sudah persiapkan lahan jagung di Kabupaten Humbang Hasundutan, Tobasa dan Samosir. 

Luasnya masing-masing 20.000 hektar. DIharapkan tahun 2019 akan ada 60.000 hektar yang rata-rata panen 6-7 ton per hektar. Kami harap rakyat bisa menikmati proses ini dan mungkin saja perkebunan bisa menjadi objek wisata Apa sebenarnya yang paling penting dengan adanya program Presiden Jokowi ini? Bahwa rakyat di daerah harus menikmati hasilnya.(FB-Luhut Binsar Pandjaitan)

Share this article :

Post a Comment