. Tol Bocimi Macet Sejak 1997-2015, Jokowi Bersikap Minta Menteri PUPR Ambil Alih Dikerjakan Siang Malam | BeritaSimalungun
Home » » Tol Bocimi Macet Sejak 1997-2015, Jokowi Bersikap Minta Menteri PUPR Ambil Alih Dikerjakan Siang Malam

Tol Bocimi Macet Sejak 1997-2015, Jokowi Bersikap Minta Menteri PUPR Ambil Alih Dikerjakan Siang Malam

Written By Beritasimalungun on Saturday, 23 December 2017 | 10:51

BeritaSimalungun-Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seharusnya sudah selesai dari dulu. Mulai dibangun tahun 1997, sampai tahun 2015 belum maju sampai satu meter pun.

Kenapa berhenti? Ternyata karena gonta-ganti investor. Empat kali ganti investor. Padahal kepadatan arus lalu lintas jalur Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya sudah sangat padat. Waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang jaraknya tak sampai 60 kilometer bisa mencapai enam jam, yang seharusnya hanya sekitar 1,5 jam saja. Saya sendiri pernah terjebak kemacetan di jalur ini.

Akhirnya, dua tahun lalu saya perintahkan kepada Menteri agar pembangunan tol Bocimi diambil alih oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saya minta agar pembangunannya dikebut. Kerjakan siang malam.

Selain mengambil alih pembangunan jalan tol, pemerintah juga membangun jalur ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi. Siang tadi, saya sudah melakukan groundbreaking di satu titik jalur ini di Cicurug.

Jika Jalan Tol Bocimi selesai bulan Oktober 2019, dan Jalur Ganda Kereta Api Bogor Sukabumi juga kelar tahun 2020, masyarakat akan punya pilihan: lewat jalan raya, jalan tol, atau kereta api.

Potensi di Sukabumi ini besar. Produk-produk agrobisnisnya banyak, potensi pariwisatanya juga besar. Kalau tidak ditunjang oleh transportasi yang baik ya produk-produk itu tidak bisa keluar dengan daya saing yang baik.(FB-Presiden Joko Widodo-15 Desember 2017)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.