}); Di Kodei Tuak Ini Ku Temukan | BeritaSimalungun
Home » , , » Di Kodei Tuak Ini Ku Temukan

Di Kodei Tuak Ini Ku Temukan

Written By Beritasimalungun on Friday, 11 May 2018 | 11:13

Di Kodei Tuak Ini Ku Temukan
Oleh: Pdt Renny Damanik 

BeritaSimalungun-Sepulang sermon Distrik aku dah berencana dengan Vik Ardelina Purba, apapun yang terjadi kami akan masuki pongkalan itu pada sore hari. Ternyata, pangkalan kosong, maka kami lanjutkan ke kodei tuak ini sekaligus mengisi Pertalite sepeda motor kami satu liter. Saya menyapa para bapak bapak dan pemuda yang ada di kodei tuak ini. Aku berusaha mendekat dan duduk di samping mereka yang ketepatan mereka sedang main ludo taruhan dikit dikit. 

Ku tahu mereka sudah tidak konsentrasi karena tidak menyangka kalau pada hari itu aku lewat dari desa ini karena memotong jalan mengirit pertalite dan singgah bahkan duduk di samping mereka. 

Aku menanyakan marga mereka masing-masing dan ketepatan sebagian aku sudah kenal. Saat aku berkenalan , ternyata diantara mereka ada yang nyeletuk bahwa diantara mereka ini ada yang belum ANGKAT SIDI padahal umur sudah 31 tahun. 

Aku tersentak dan teringat, vorhanger pernah bilang bahwa di jemaat ini masih ada yang belum ANGKAT SIDI walau sudah tua. Aku bingung dan kaget kok bisa sampai umur 31 dia masih status Sekolah minggu dari segi peraturan GKPS.

Lalu ku bilang, yang mana orang nya bapak? Itu yang disamping inang pendeta. Lalu aku berusaha mendekat dan menyentuh dia, supaya membangun kedekatan degannya. Lalu ku tanya, benarkah itu boto? 

Jawab nya, benar inang pendeta. Kenapa?.....bla bla bla bla.... Aku tidak mau mengungkit dan mempermasalahkan apa masalah itu, yang penting aku tolong dia menyelesaikan masalahnya karena kutahu ortunya pun pasti bergumul akan hal itu. 

Kemudian aku bilang, boto mau kah ham angkat sidi tahun ini, dan ham tidak tersinggung kan jika aku ngomongkan itu di kodei tuak ini? Jawabnya, tidak pendeta. 

Aku bilang, Serius do ham, jangan ham oto-otoi aku dahhhh. Jawabnya serius pendeta. Mendengar itu aku sangat bahagia dan bersyukur pada Tuhan karena aku temukan dia dan dapat solusi saat aku memasuki kodei tuak ini. 

Lalu aku bilang boleh kah kita berphoto biaar aku jangan lupa wajah ni ham? Eak pandita, katanya. Inilah photo kami itu. Selanjut pada parkodei ku katakan, botooooo...tolonglah kodei ini jangan di buka di jam kebaktian hari minggu, sesudah kebaktian silakan buka, boleh kah? 
 
Jawab nya boleh pendeta, saya akan tutup sesuai permintaan pendeta. Aku senang dan mudah mudahan itu nyata, mohon doanya sahabat pembaca supaya semua pekerjaan kecil ini di berkati Tuhan dan Roh kudus bekerja dan ada progres pertumbuhan jemaat di tahun Diakonia sekaligus J.115 GKPS. HORAS HORAS HORAS. (FB-Renny Damanik)




 
Share this article :

Post a Comment