}); Oleh-Oleh | BeritaSimalungun

Oleh-Oleh

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 30 May 2018 | 11:17

FB-Anita Martha Hutagalung.
BeritaSimalungun-Kata oleh oleh sering kali terucap Saat orang yang dikenal sedang bepergian. Nggak perduli orang itu pergi tujuannya ngapain.

Pokoknya asal tau aja bepergian atau liat status kawan lagi OTW di Bandara. Pasti ada aja yg komen : "Jangan lupa oleh-oleh yaaa" ๐Ÿ˜œ
Padahal bisa saja dia pergi ke Singapura itu mau berobat, atau mengunjungi anaknya yg study.

Di negara Indonesia tumpah darah tercinta emang begitu. Kalau lagu wajib itu Indonesia Raya. Kalau jalan-jalan itu oleh2 "wajib" dibawa.

Aku adalah orang yang (mudah2an) paling malas minta oleh oleh.
Biarpun itu terhadap orang terdekat aku. Jadi kalau pun ternyata aku mendapatkan oleh oleh itu karena pure pemberian. Bukan karena aku minta. Kenapa aku paling malas minta oleh oleh? Karena aku juga paling malas bawa oleh oleh. Jadi fair kan.. ๐Ÿ˜‰

Saat pertama kali aku jalan jalan ke LN
Ke tempat yg dekat dekat aja, Singapura .
Sekembalinya dari jalan jalan, anakku Leo nanya :

"Apa oleh-oleh buatku, mah? "
"Gk ada tuh"
"Lailaah kejamnya orang tua sebijik ini"

"Kalau kau pengen sesuatu, ngapain minta ?
Lagian belum tentu yang mama bawa cocok untukmu. Kalau kau pengen , ya kumpul duitmu, beli aja sendiri , pilih sesukamu"

Sekilas memang aku terlihat sebagai emak yang kejam dan pelit.
Tapi aku emang mau "membiasakan" anak anak untuk tidak terbiasa meminta. Meskipun hanya basa basi. Emang gk ada basa basi yang lain untuk teman yang bepergian. selain "Jangan lupa oleh-oleh". Aku rasa ucapan.

"Sehat sehat di perjalanan" atau "Enjoy your journey" adalah basa basi yang menyenangkan. Dan tidak membebani orang. *dan bertahun kemudian akhirnya emang Leo " balas dendam". Dia rajin menabung dan suka jalan-jalan. Leo pergi kemana dia suka, dia beli apa yang dia mau. Tapi syukurnya dia gk pelit seperti emaknya. Dia sesekali bawa oleh oleh juga buat gw ๐Ÿ˜

Lalu kamu berkata, Bahwa aku lebay jadi orang. Karena minta oleh oleh itu hal biasa , berapalah itu. Paling gantungan kunci atau kaos sebiji yang murah murah. Trus kekmana kali rupanya , bukan trus miskin gara gara membelikan orang oleh-oleh. Kalau gak dikasi juga gk apa apa. Heloo.. ...??!

Cobaklah klen kali kalikan dulu ya. Misalkan aku pergi jalan jalan nih. Lalu kau sebagai temanku, kubelikan oleh2. Tentu orang seisi rumahku harus ku belikan juga dong. Masak kau aja yang dibelikan ๐Ÿ˜œ Ya udah belilah, untuk mamakku jugalah, lalu untuk eda ku, itoku, adekku, trus kk iparku.

Harus ke 3 nya ku belikan. Nanti sempat tau yg satu kukasi, yang lain tidak. Wah... Bisa-bisa nanti sakit hati panjang urusan. Trus karena kau kubelikan, tentu mamak sianu, mamak siono, mamak siani dan mamak-mamak yang lain ya kubelikan jugalah. Kan mereka juga temanku sama sepertimu.

Belum lagi kawan pengurus, kawan majelis, kawan nongkrong dll.
Begitulah aku sibuk seharian bepikir pikir di pusat perbelanjaan oleh oleh.

Memikirkan cukup gak duitku ๐Ÿค”Belum lagi kepala tambah pening mengagak- agak ukuran baju orang. M - L - XL - XXXL karena macam macam bentuk kawan awak itu. Ada yang gendut ada yang kurus ada yang BPDSU *besar perut dari susu.

Belum lagi masalah warna yang cocok. Trus kalok awak belik yang murah, bisa gatal-gatal badan orang makeknya. Awak belik yang lumayan harganya, tak tolap duitnya. Habis waktuku seharian tersita buat itu.

Abis itu awak pulak yang pening pas ngepak-ngepak barang. Kalau kilo bagasi over dosis, bukan tak sedap itu nenteng2 barang naik ke pesawat itu woii. Belum lagi aku orangnya pelupa , lalap bertinggalan barangku. Kececer dimana mana.

Yang sedapnya lagi , kalau bawa oleh oleh makanan. Udah capek awak bawa kacang bali itu biar dimakan rame rame sama kawan kawan. Di partumpuan di gereja, atau di arisan misalnya.

Gini pulak katanya : "Jiah.. Kacang kek gininya kau bawak Mak Boy , capek kau bawaknya dari Bali sana, di Indoapril sinipun banyak beserak". Tuh kan. Tapi sambil dikunyahnya jugak kacang bali itu, dia pulak yang paling congok kutengok.

Makanya kalau aku jalan jalan, Tak pernah kupikirkan lagi oleh oleh itu. Yang kupikirkan hanya ongkos ku PP (pergi-pulang). Biaya penginapan, dan biaya makan, serta biaya tak terduga. Tak ada kualokasikan dana untuk oleh oleh. Lalu sehari sebelum pulang, kalau masih memadai uangku yang sisa.

Barulah aku membeli oleh oleh untuk orang orang yang aku rasa patut aku bawakan. Terlebih bagi orang yg selalu membawakanku oleh oleh, meskipun aku tidak pernah meminta. Tapi itu juga kalau ada sisa duitku lo..Kalau gak, ya gk beli apa apa, dan aku tidak pernah terbeban untuk itu.

Aku gk mau mengada-ada kalok tak ada. Aku memang kek gitu orangnya. Lagian dalam setahun aku bisa beberapa kali jalan jalan,
Masa beli oleh-oleh melulu? Mikir

Trus.. Kalau aku baru pulang jalan jalan.
Lalu ada yg minta oleh oleh gimana dong?
Ya aku senyum-senyum manis aja.
Trus cengar cengir.

Ya udah.. gitu aja Hahaha...๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚ Kalau orang di Binjai itu udah tau kebiasaan mak Boy. Jadi mereka gk mengharap dibawakan. Paling kalau ada yg pengen, mereka langsung to the poin , langsung ngejapri gw.

Mak Boy belikan yang seperti ini ya...
Trus dia kirim potonya lewat WA
Lalu transfer uangnya lewat ATM .
Ya aku belikan dengan senang hati.

Jadi....Janganlah kalian seenaknya menuduh seseorang itu pelit atau apa..Kalau oleh oleh yang kamu terima itu tidak berkenan dihatimu. Janganlah kamu merasa "seberapalah" itu harga oleh oleh yang kamu terima. Kalau dikalikan sekian banyak untuk sekian orang sudah berapa duit..?

Kamu aja bawa kresek belanjaan sudah repot nentengnya dari pajak/pasar. Coba bayangkan. Gimana orang yg menggeret-geret koper menenteng kardus dan tas, di sepanjang perjalanan.

Kalau kamu dapat oleh oleh meskipun sekedar gantungan kunci atau batik murahan yang luntur. Berbahagialah untuk itu, artinya kamu masih di ingat oleh temanmu. Gak seperti aku yang gk pernah ingat sama kamu.

Kemarin aku tanya anakku Simeon yang di Jogja, mau dibawakan oleh oleh apa?

Katanya : " Gak usah ma.. Nanti biar aja Meon yang beli sendiri"
Aseeeek.. keren anak gw, itu artinya suatu saat nanti dia akan ke tempat dimana aku pergi.

Kalau anakku Boy Steven Damanik. Gk pernah aku tanya mau dibelikan apa. Aku bawakan cerita saja dia sudah senang. Lagian Boy itu emang seperti Mak Boy , hobby jalan jalan, jadi tau sama taulah kami ๐Ÿ˜‰

Lalu aku tanya si Leo Leonardo Damanik mau dibawakan apa dan menantuku itu pengennya apa? Soalnya setiap aku pergi jalan jalan kemanapun itu, ini anak selalu kasi uang jajan buat aku ๐Ÿ˜Š.

Sayangnya Leo menjawab : "Terserah mamah". Hmmm.. ..๐Ÿ™„.Jawaban yang paling aku gk suka itu adalah kata kata "terserah".Gw gk mau pusing mikirkan maunya orang itu seperti apa.
 
Kata terserah itu bagiku 2 arti. Pertama kalau dibelikan ya bagus. Kedua kalau gak dibelikan juga tidak apa apa. Maka dengan senang hati aku pilih yang kedua. Maka aku gk belikan apa apa . Kapok kau Leo hahaha ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜‚*Gudmoning sayang aku. (FB-Anita Martha Hutagalung)
Share this article :

Post a Comment