. Beredar Foto Bangkai KM Sinar Bangun, BNPB: Itu Hoax | BeritaSimalungun
Home » , » Beredar Foto Bangkai KM Sinar Bangun, BNPB: Itu Hoax

Beredar Foto Bangkai KM Sinar Bangun, BNPB: Itu Hoax

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 26 June 2018 | 20:50

Foto bangkai KM Sinar bangun yang beredar di sosial media. BNPB menyatakan foto tersebut hoax. ( Foto: Istimewa )
Pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Alat yang dipakai tim SAR Gabungan dan penyelam tidak ada yang dapat menjangkau sampai dasar Danau Toba.
 
BeritaSimalungun, Jakarta- Beredar foto bangkai kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba di sosial media. Menyikapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, foto tersebut palsu (hoax).

"Foto bangkai KM Sinar Bangun yang beredar di medsos (media sosial) tidak logis, itu hoax," kata Kepala Humas dan Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (26/5/2018).

Sutopo mengatakan, kedalaman dasar Danau Toba sekitar 500 meter (m), bukan 1.600 meter. Adapun kegelapan di perairan semakin bertambah seiring kedalaman danau. Kegelapan pekat dimulai dari kedalaman lebih dari 200 m. Pada kedalaman ini, ditandai dengan penurunan suhu yang memisahkan antara air permukaan yang hangat dan air kedalaman yang dingin.

Selain itu, pada kedalaman 200 m, terdapat gelombang dalam yang menutupi air dingin di kedalaman danau. Adapun cahaya tidak ada sama sekali pada kedalaman lebih dari 1.000 meter. "Jadi lebih dari 200 m sebenarnya sudah gelap dan dingin," kata Sutopo.

Secara logika tegas Sutopo, tidak mungkin bangkai KM Sinar Bangun difoto karena kondisi dasar Danau Toba gelap gulita. Alat yang dipakai tim SAR Gabungan dan penyelam tidak ada yang dapat menjangkau sampai dasar Danau Toba di kedalaman 500an meter.

Untuk meneliti kegelapan di kedalaman lautan atau danau, kata dia, manusia memerlukan alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu. "Sedangkan, pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup," kata dia.

Sebelumnya objek yang diduga KM Sinar Bangun diinformasikan telah ditemukan pada kedalaman 450 meter pada hari ketujuh pencarian. Namun belakangan pihak Basarnas menyatakan kedalamannya 490 meter, sehingga belum ditemukan alat dan cara untuk mengangkat bangkai kapal tersebut. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya maksimal untuk mengangkut objek berukuran panjang 20 meter dan lebar 5 meter itu.

Syaugi menyatakan, pihaknya sudah menanyakan ke sejumlah negara lain mengenai alat yang dapat mengangkat objek pada kedalaman 490 meter. Namun alat yang ada sejauh ini hanya mencapai kedalaman maksimal 100 meter. "Kita berusaha semaksimal mungkin. Paling tidak bagaimana ini untuk mengangkat atau menarik," kata Syaugi, Senin (25/6).

Tim SAR mencoba menurunkan jangkar di sekitar lokasi temuan objek. Mereka akan berusaha menariknya ke permukaan.

Selain berupaya mengangkat objek yang diduga sebagai bangkai KM Sinar Bangun, tim SAR juga terus melakukan pencarian terhadap korban. Tim darat, danau, udara dan penyelam dikerahkan untuk mencari korban.

Seperti diberitakan, KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal kayu itu diduga mengangkut lebih dari 200 penumpang plus puluhan sepeda motor sebelum terbalik dan tenggelam. Sejauh ini baru 21 penumpang yang ditemukan, 3 di antaranya dalam keadaan meninggal dunia.(BS)


Sumber: BeritaSatu.com 
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.