}); * DANAU TOBA * | BeritaSimalungun

* DANAU TOBA *

Written By Beritasimalungun on Friday, 22 June 2018 | 15:09

* DANAU TOBA *
BeritaSimalungun-Aku selalu mengagumi Danau Toba dari sisi manapun memandangnya. Selalu punya keindahan tersendiri meski tak tersembunyi tetapi seperti menyimpan misteri. Kemarin Danau Toba bergolak seolah murka. Tapi pada siapa?

Membaca media online tentang tenggelamnya kapal penumpang, rasanya separuh nafasku terbang. Terus terang aku tidak punya keberanian membuka video yang di share berkenaan dengan musibah itu.

Sedikitpun aku tak punya nyali. Secara aku memang tidak suka air.
Dan tidak pandai berenang. Hanya membayangkan kejadiannya saja. Nafasku sudah sesak.

Ajakan beberapa teman untuk meninjau ke lokasi pun aku tolak. Aku gk sanggup. Aku tau betul apa kelemahanku. Bisa bisa nanti aku pula yang meraung-raung di tepi danau itu. Malah jadi urusan.

Sementara para korban dan keluarga korban itu. Butuh bantuan, butuh penguatan. Butuh penghiburan, butuh topangan. Aku hanya bisa memberi sedikit melalui orang-orang yang punya hati dan nyali yang membangun posko disana.

Para korban yang selamat dan keluarganya. Mereka tidak butuh komentator. Mereka tidak butuh orator. Saat ini mereka butuh didengarkan.

Mari kita ambil hikmah dari musibah ini. Masing masing orang introspeksi diri. Siapapun kita. Baik pemerintah, pemegang kekuasaan, maupun masyarakat. Sesuai peran kita masing-masing.
Yang terjadi, sudah terjadi. Tak bisa disesali lagi.

Perjalanan hidup kita, tidak pernah seperti apa yang kita pikirkan. Kita masing-masing tahu dan punya tujuan. Tapi kita tidak pernah tahu rutenya. Belum terlambat menyadari bahwa kita sebenarnya tidaklah mandiri.

Kita sangat tergantung bukan hanya pada oksigen. Tapi juga pada nasib baik, penentuan waktu yang baik dan orang orang lain , "semesta" kita.

Setiap masing masing kita punya (gorak) insting. Banyak orang melihatnya sebagai tahayul dan tidak masuk akal. Tetapi aku percaya benak bawah sadar kita "berbicara" melalui insting.

Ketika aku merasa sesuatu tentang seseorang atau situasi. Maka aku sering mengandalkan suara hati. Dari pengalamanku pribadi hal itu sering kali sangat bermanfaat. Orang yang menyepelekan intuisi, biasanya gagal mempercayai naluri. Orang yang tingkah lakunya benar, hatinya baik , yang peka terhadap naluri.

Danau Toba. Aku hanya sebagai pengagummu. Bahkan amarahmu tidak melunturkan rasa itu.------------amh. (Anita Martha Hutagalung) 


Share this article :

Post a Comment