. Djarot Nasibmu Kini | BeritaSimalungun
Home » , , » Djarot Nasibmu Kini

Djarot Nasibmu Kini

Written By Beritasimalungun on Thursday, 28 June 2018 | 06:19


Oleh: Bill Christian Purba, S.Ip
 
BeritaSimalungun-Hasil Quick Count PilguSU sementara ini menghasilkan kemenangan untuk Eramas dengan perbedaan sekitar 13%. Koalisi Gemuk Eramas yang awalnya diragukan ternyata membuahkan hasil yang signifikan dengan margin suara yang sangat jauh dengan lawan. Pada beberapa bulan lalu publik Sumut dikejutkan dengan Video dari Bupati Simalungun yang gagal menjadi Bakal Calon Gubernur dengan lugas menyatakan dukungan nya terhadap Djarot - Sihar, namun hal itu tidak banyak membantu perolehan suara calon terkait.

Kekalahan Djarot akibat perpecahan suara Etnis Jawa ?

Pada sensus Suku Penduduk di Sumut tahun 2010 suku Jawa menempati posisi teratas dengan 32,6 ℅. Suku Batak memang mendapat 41,9 ℅ namun "tuan rumah" merupakan hasil penggabungan suku Karo, Simalungun, Mandailing, Toba dll. 

Lalu ada Nias dengan 6,36%, Melayu 5,92%, Tionghoa 3,07%. Jika suara Suku Jawa konsisten terhadap Djarot bukan tidak mungkin pada saat ini seharusnya Djarot yang unggul. Hal ini bisa ditambah dengan pemilih Kristen yang jumlahnya mencapai 33,2 % yang jika konsisten mendukung Sihar Sitorus suara Djarot paling sedikit ada diangka 50% .

Sikap Primordialisme Sumut mengalahkan Djarot ?
 
Primordialisme menurut Ramlan Surbakti ialah ketertarikan seseorang untuk berkelompok berdasarkan ikatan kekerabatan, suku, dan adat istiadat. Warga Sumut lebih memiliki ketertarikan dengan Cagub yang sudah dekat dengan kultur Sumur yakni Edy Rahmayadi. 

Sedangan Djarot adalah orang baru di Sumut bahkan KTP Sumut nya pun baru saja jadi beberapa hari lalu. Agak disayangkan PDI-P tidak belajar dari kesalahan 2013 yang kala itu mencalonkan Efendi Simbolon tanpa memperhatikan sifat Primordial terhadap faktor agama cagub.

Cagub Potensial Sumut 2023 ?
Dilihat dari 2 faktor diatas tidaklah cukup Cagub menonjolkan rekam jejak di Pemerintahan di Sumut. Pasalnya Djarot pun bisa kalah walau dengan predikat mantan Wagub dan Gubernur di Jakarta. 

Tidak terlalu penting juga program kerja Cagub/Cawagub di Sumut, terbukti saat debat Cagub Djarot dengan lugas dan dengan bahasa yang mudah mengerti menjelaskan Program Kerja nya dengan sedikit banyak membawa program saat di DKI Jakarta ke Sumut. 

Menurut hemat penulis yang menjadi faktor kemenangan ialah Cagub harus warga asli atau lama berkiprah di Sumut. Lalu faktor Agama dan Suku juga penting karena Primordialisme masyarakat Sumut yang masih mengagungkan calon asli daerah seperti perdebatan saat JR Saragih mencalonkan dirinya menjadi Balon Gubernur. 

Paling tidak walaupun nanti bukan asli orang Batak setidaknya bisa berbahasa Batak akan menjadi nilai lebih, seperti Ahmad Heryawan (Aher) Gubernur Jabar dua periode, ia lama berkiprah di Jakarta namun fasih berbahasa Sunda dan bisa berbaur dengan warga Sunda.

Akhir kata kita semua berdoa agar Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah bisa memimpin dengan baik dan amanah. (Penulis Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik UNAS)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.