. Doa "Pangelekan" Untuk Korban KM Sinar Bangun di Pulo Malau dan Perairan Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , , » Doa "Pangelekan" Untuk Korban KM Sinar Bangun di Pulo Malau dan Perairan Danau Toba

Doa "Pangelekan" Untuk Korban KM Sinar Bangun di Pulo Malau dan Perairan Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Saturday, 23 June 2018 | 08:04

Doa "Pangelekan" Untuk Korban KM Sinar Bangun di Pulo Malau dan Perairan Danau Toba.(Video Lihat di Facebook Ini)
BeritaSimalungun, Tigaras-Berbagai upaya sedang dilakukan dalam pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, dan belum membuahkan hasil. Penduduk Samosir, khususnya Keturunan Marga "Silau Raja" pun turut menggelar Doa/ ritual "Pangelekan" di Perairan Danau Toba, dan juga Pulo Malau, Samosir Jumat (22/6/2018).

"Kami Malau punya hubungan emosional kepada Namboru kami Nantinjo yang memiliki kekuatan di Danau Toba ini. Dengan kejadian ini kami prihatin dan tentu berupaya dalam doa. Mudah-mudahan melalyi acara ritual ini, Tuhan yang maha kuasa dan juga Namboru kami memberi kemudahan dalam pencarian korban, serta membantu orang-orang yang melakukan pencarian,"ujar Krimson Malau (Oppu Yandra).

Ritual itu dipimpin Oppu Martupa Malau dari Huta Salaon, Samosir. Dari pelabuhan Simanindo, mereka berangkat menuju Pulo Malau menggunakan kapal. Mereka yang ada pada ritual itu adalah Marga Malau dan boru Malau sebagaimana turunan dari kelompok marga "Silau Raja" yang menyebut "Nantinjo" namborunya, atau bibi dari leluhurnya.

Oppu Martupa mengenakan olos, tiba di Pulo Malau memanjatkan doa-doa dengan cara kepercayaan Batak Purba. Sirih "napuran" beserta jeruk purut dijadikan mediabkomunikasi terhadap Sang Pencipta, dan khususnya leluhur mereka yang dikenal dengan sebutan "Namboru Nantinjo".

Ritual tersebut bertujuan "mangelek" atau berdoa kepada "Namboru Nantinjo" yang diyakini menjaga Danau itu. Dalam doanya, terlebih dahulu mereka memohon maaf atas keusilan manusia yang mengotori danau.

Setelah itu memanjatkan doa-doa permohonan di Pulo Malau, Rombongan Marga Malau itu pergi ke tengah danau membawa sebuah piring berisi beras, sirih dan telur ayam kampung. Usai ritual di Danau, kemudian mereka kembali ke daratan. Dalam hajatan itu, fokus pada doa agar Timsar, relawan dan semua pihal yang melakukan pencarian juga dimudahkan.(*)


Sumber: Tribunews.com
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.