. Hakim Kena OTT Ternyata Pemvonis Meiliana | BeritaSimalungun
Home » , , , » Hakim Kena OTT Ternyata Pemvonis Meiliana

Hakim Kena OTT Ternyata Pemvonis Meiliana

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 28 August 2018 | 15:38

Meilina ( Foto: Istimewa / BBC.com )

Medan, BS- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Medan, pada Selasa (28/8/2018). Salah satu yang ditangkap berprofesi sebagai hakim, yakni berinisial WPW. Hakim WPW diketahui menjadi hakim yang memvonis Meiliana dengan penjara 18 bulan dalam kasus penistaan agama.

Hal tersebut diungkapkan Masyarakat Antikorupsi (Marak). "WPW ini merupakan hakim yang memvonis hukuman 18 bulan penjara terhadap Meiliana," ujar Koordinator Marak, Agus Yohanes melalui siaran pers di Medan, Selasa siang.

Agus mengatakan, Wahyu ditangkap tim KPK bersama tujuh orang lainnya. Selain hakim, turut ditangkap panitera. Kasus ini berkaitan dengan sidang kasus korupsi.

Menurutnya, OTT yang dilakukan KPK dengan barang bukti uang dolar Singapura tersebut, perlu untuk diusut tuntas. Pihak yang melakukan suap pun pantas untuk dihukum berat dan dijerat pasal suap.

"Hakim yang memvonis Meiliana ini seperti terkena karma atas putusan yang kontroversial tersebut. Hakim ini layak untuk dihukum berat," tegasnya.

Vonis yang dijatuhkan dalam kasus Meiliana menuai kontroversi. Banyak pihak menyayangkan vonis tersebut lantaran perbuatan terdakwa Meiliana dianggap tidak masuk ranah penistaan agama. Kasus Meiliana saat ini diproses ke tingkat banding.


MA: OTT KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Medan

Sementara Mahkamah Agung (MA) membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara. Dalam operasi senyap itu, lembaga antirasuah menciduk delapan orang, termasuk hakim dan panitera. 

Juru Bicara MA, Suhadi mengatakan, para hakim yang diamankan tim penindakan KPK di antaranya Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Sontan Merauke dan Meri Purba. 

"Iya, saya dengar bahwa dibawa dijemput oleh KPK, dari kantornya dibawa ke Kejaksaan Tinggi (Sumatera Utara)," kata Suhadi saat dikonfirmasi Selasa (28/8/2018). 

Suhadi mengungkapkan, berdasarkan laporan dari petugas pengadilan, tim penindakan KPK mendatangi PN Medan sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah itu, para hakim tersebut dan panitera dibawa ke ruangan untuk pemeriksaan awal. 

Selanjutnya, kata Suhadi, tim penindakan KPK membawa hakim dan panitera itu ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sekitar pukul 10.30 WIB. Namun Suhadi belum mengetahui secara pasti kasus yang melibatkan para pejabat di lingkungan pengadilan itu. 

Ia menduga lantaran terdapat hakim ad hoc yang ikut diamankan, OTT yang dilakukan KPK itu terkait perkara tindak pidana korupsi yang tengah disidang. "Belum ada kejelasannya kasus mana," ujarnya. 

Dari informasi yang dihimpun, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo sempat menangani perkara yang menjerat Bupati nonaktif Batubara OK Arya Zulkarnain saat disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan. 

Selain itu, Wahyu Prasetyo Wibowo juga menjadi hakim pada kasus 'azan' dengan terdakwa Meiliana,yang berujung vonis 18 bulan.‎ 

Namun belum bisa dipastikan apakah OTT yang dilakukan KPK terkait dengan perkara dugaan suap OK Arya yang dipegang oleh Wahyu Prasetyo selaku majelis hakim. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan, pihaknya melakukan OTT terhadap hakim, penitera, dan pihak swasta. 

Dari operasi itu, delapan orang diciduk sampai dengan siang hari tadi. Selain itu, tim penindakan KPK turut mengamankan uang dalam pecahan dolar Singapura dari tangan mereka. 

Uang itu diduga terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. Kedelapan orang yang ditangkap itu rencananya dibawa ke Kantor KPK, Jakarta, sore ini. (*)

Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.