. Kopi "Kok Tong" dan Roti Ganda Sambut Api Obor Asian Games di Kota Siantar | BeritaSimalungun
Home » , , » Kopi "Kok Tong" dan Roti Ganda Sambut Api Obor Asian Games di Kota Siantar

Kopi "Kok Tong" dan Roti Ganda Sambut Api Obor Asian Games di Kota Siantar

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 1 August 2018 | 09:24

Kopi "Kok Tong" dan Roti Ganda Sambut Api Obor Asian Games di Kota Siantar
BeritaSimalungun, Siantar-Kota Pematangsiantar yang terletak di Provinsi Sumatera Utara turut berbangga karena menjadi salah satu daerah yang disinggahi api obor Asian Games 2018 Jakarta - Palembang.

Kota Pematangsiantar menjadi kota ke - 33 yang disambangi api obor Asian Games 2018. Api obor tiba di kota Siantar pada Selasa (31/7/2018) malam pukul: 20.55 WIB di Kantor Walikota Pematangsiantar.

Kemudian rombongan Torch Relay (pengarakan obor) Inasgoc yang tiba disambut hangat wakil walikota Siantar Togar Sitorus. Meski kota Pematangsiantar sempat diguyur hujan sejak sore hari, tidak menyurutkan animo masyarakat untuk menyambut kedatangan api obor abadi Asian Games. 

Rombongan Inasgoc yang membawa api obor Asian Games disambut Seni beladiri khas Simalungun. Kemudian api obor diserahkan dari perwakilan Inasgoc Sarman Simanjorang didampingi Hety Purba menyerahkan kepada wakil walikota Siantar Togar Sitorus didampingi pejabat tinggi Pemko.

Namun ada yang khas dalam kegiatan penyambutan api obor di Siantar selama 15 menit. Pihak pemko Siantar tidak menyajikan makanan mewah. Namun, menyajikan kopi "Kok Tong" yang dulunya merupakan kopi khas masyarakat Tionghoa yang menetap di Siantar sejak 1925. Kopi yang dulunya diracik oleh salah satu pemuda Tionghoa bernama Lim Tee Kek.

Kopi Kok Tong tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang antusias menyaksikan kedatangan api obor di kota Siantar. Termasuk Joshua Sinurat yang sangat menikmati kekhasan aroma kopi Kok Tong. Pria yang juga menjabat sebagai Kabid olahraga prestasi Disporasu ini menilai kehadiran kuliner kopi Kok Tong tentu sesuai dengan keinginan pemerintah untuk mempromosikan kuliner khas masing - masing potensi daerah.

"Ini tentu sudah sesuai dengan harapan pemerintah pusat, dimana kehadiran api obor ke daerah - daerah Indonesia tidak sekadar untuk mensosialisasikan tentang pelaksanaan Asian Games namun juga untuk mempromosikan potensi kuliner maupun wisata di masing - masing daerah," jelasnya.

Sementara Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus mengatakan, Torch Relay ini merupakan ajang sosialisasi Asian games akan dilaksanakan di Indonesia sekaligus promosikan destinasi pariwisata, seni budaya dan potensi daerah yang dilintasi. Termasuk kopi Kok Tong dan roti ganda yang menjadi kuliner andalan kota Siantar disajikan kepada masyarakat yang datang menyaksikan persinggahan api obor di Kantor dinas walikota.

"Kita memang sengaja menyajikan kuliner khas Siantar seperti kopi Kok Tong dan roti ganda untuk memperkenalkan kulliner andalan kota kita ini. Sejauh ini memang Siantar dikenal sebagai kota kuliner dengan berbagai macam khas makanan ataupun minuman seperti kopi Kok Tong," ucap Wakil Walikota.

Terkait kedatangan api obor Asian Games di daerahnya, Togar menilai ini merupakan sebuah penghormatan besar bagi masyarakat Siantar. Togar berharap kehadiran obor Asian Games bisa memberikan energik positif bagi peningkatan olahraga dan perkembangan wisata Siantar dengan kuliner dan atlet berprestasinya.

"Doa kami seluruh masyarakat Siantar agar pelaksanaan Asian games berjalan lancar, sukses, dan mudah mudahan Indonesia mampu menempati peringkat terbaik sesuai target yang direncanakan. Terima kasih kepada seluruh siswa, atlet, dan warga yang  telah hadir," ucap Wakil Walikota.

Selanjutnya api obor kembali diletakkan ke dalam Tinder Box untuk diinapkan di Pesanggrahan Rumah Bung Karno, di Parapat, Kabupaten Simalungun. 

Kemudian pada Rabu (1/8/2018) pagi mulai pukul 07.00 wib baru dimulai Torch Relay yang dimulai di depan halaman Pesanggrahan Rumah Bung Karno. Torch relay akan dipusatkan di pantai lepas Danau Toba, Parapat dan menuju pantai Bul - Bul Balige, Toba Samosir.(*)

Sumber: rri.co.id
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.