. Sambut HUT RI ke 73, Bendera “Usang dan Kusam” Berkibar di Depan Kantor Pangulu Lokkung Raya Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , » Sambut HUT RI ke 73, Bendera “Usang dan Kusam” Berkibar di Depan Kantor Pangulu Lokkung Raya Simalungun

Sambut HUT RI ke 73, Bendera “Usang dan Kusam” Berkibar di Depan Kantor Pangulu Lokkung Raya Simalungun

Written By Beritasimalungun on Thursday, 16 August 2018 | 15:39

Sambut HUT RI ke 73, Bendera “Usang dan Kusam” Berkibar di Depan Kantor Pangulu Lokkung Raya Simalungun.
Raya, BS-Menyambut Hari ulang tahun (HUT) RI Ke 73, yang sebentar lagi kita rayakan, sepertinya kurang menarik dimeriakan oleh pemimpin Nagori Lokkung raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Pangulu Nagori Lokkung raya, Sarjoni Saragih sepertinya kurang mampu menikmati artinya makna kemerdekaan Republik Indonesia untuk mengibarkan bendera sang merah putih di halaman kantor yang dipimpinnya.

Pantauan di kantornya kemarin, telah berkibar bendera sang saka merah putih yang telah pudar warnanya bahkan terkesan kusam bak peninggalan leluhur, tanpa mengganti bendera yang lebih terang benderang.

Selain itu, bendera yang dipasang menggunakan bambu, yang telah termakan usia. Demikian juga, pemasangan umbul-umbul tidak turut dipasang dikantor pemerintahan Nagori tersebut.

“Tidak tau kami lawe masalah bendera yang dipasang dikantor itu. Tanya saja langsung dengan pangulunya,” sebut warga yang tidak mau menyebutkan marganya saat ditanya.

Sementara, Nagori tetangganya seperti Nagori Silo buttu, terpasang bendera sang merah putih dan umbul-umbul sehingga makna kemerdekaan semakin meriah.

Tempat terpisah, Sarjoni Saragih saat dihubungi melalui selulernya tidak memberi jawaban, sms yang dilayangkan tidak berbalas, demikian juga, Camat Kecamatan Raya, Justina N. Purba , SSTP, MSP saat di sms melalui selulernya tidak memberi jawaban. (Panjaitan)

Sumber: Indigonews.id
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.