. Presiden Jokowi Tak Rela Prestasi Atlet Indonesia Dicemooh | BeritaSimalungun
Home » » Presiden Jokowi Tak Rela Prestasi Atlet Indonesia Dicemooh

Presiden Jokowi Tak Rela Prestasi Atlet Indonesia Dicemooh

Written By Beritasimalungun on Monday, 3 September 2018 | 12:11

Para atlet penerima medali berfoto bersama Presiden Joko Widodo, Ibu Negara, Iriana Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Ibu Mufida Jusuf Kalla, dan Menko PMK, Puan Maharani di Istana Negara, 2 September 2018. ( Foto: Humas Menpan RB / Bayu )

Kontingen Indonesia berhasil meraih 31 medali emas, 24 medali perak, 43 medali perunggu.“Saya tidak rela kata-kata seperti itu karena saya tahu perjuangan saudara-saudara," kata Jokowi.

Jakarta, BS – Kontingen Indonesia berhasil meraih 31 medali emas, 24 medali perak, 43 medali perunggu dalam Asian Games XVIII 2018. Indonesia berada pada peringkat keempat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, dirinya tak sudi apabila ada pihak yang mencela prestasi tersebut. “Saya tidak rela terhadap mereka ada yang mencemooh,” tegas Presiden.

Hal itu disampaikan Presiden saat bersilaturahmi dengan para atlet dan pelatih nasional peraih medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

“Dikatakan ini kita sebagai tuan rumah jadi diuntungkan. Ya semua yang jadi tuan rumah diuntungkan. Bukan hanya kita saja,” ungkap Presiden.

Akan tetapi, menurut presiden, berstatus tuan rumah tanpa prestasi tentu melahirkan kekalahan. 

“Saya tidak rela kata-kata seperti itu karena saya tahu perjuangan saudara-saudara. Sudah kram saja, masih lari sana, lari sini. Karena saya tahu, prestasi saudara adalah buah dari kerja keras,” ujarnya.

Menurut Presiden, meraih medali hanya salah satu tujuan utama para atlet mengikuti Asian Games. Namun, setiap atlet tentu ingin menunjukkan sportivitas, jiwa besar dalam berkompetisi.

“Kedisiplinan, ketekunan, kebersamaan, bangun daya juang, persaudaraan. Karena kita ingin memperkuat tali persatuan. Karena ingin memperkuat nasionalisme dalam tali kebangsaan,” ucapnya.(*)

Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.