}); October 2018 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Pakai Bikini di Tomok, Wisatawan Ini Jadi Sorotan Mata Warga

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 31 October 2018 | 14:45

Dua pasangan wisatawan manca negera Sabtu 20 Oktober 2018 pagi lalu, asyik menikmati panorama Danau Toba di Tomok, Kabupaten Samosir dengan berspeedboad . Namun karena kehabisan BBM kapal Speedboad mereka, wisatawan ini dipandu seorang warga lokal membelikan BBM di Tomok. Foto Asenk Lee Saragih.
Tomok, BS-Dua pasangan wisatawan manca negera Sabtu 20 Oktober 2018 pagi lalu, asyik menikmati panorama Danau Toba di Tomok, Kabupaten Samosir dengan berspeedboad . Namun karena kehabisan BBM kapal Speedboad mereka, wisatawan ini dipandu seorang warga lokal membelikan BBM di Tomok. 

Namun kehadiran dua pasangan wisatawan muda itu yang berpakain bikini menjadi sorotan warga disekitarnya. Tampak dua wanita yang tinggal di dalam kapal tak percaya diri karena seluruh mata tertuju kepada mereka pagi itu. 

Kini Danau Toba mulai dilirik wisatawan manca negara untuk menghabiskan liburan mereka di Danau Toba. (Asenk Lee)
Dua pasangan wisatawan manca negera Sabtu 20 Oktober 2018 pagi lalu, asyik menikmati panorama Danau Toba di Tomok, Kabupaten Samosir dengan berspeedboad . Namun karena kehabisan BBM kapal Speedboad mereka, wisatawan ini dipandu seorang warga lokal membelikan BBM di Tomok. Foto Asenk Lee Saragih.
 
Dua pasangan wisatawan manca negera Sabtu 20 Oktober 2018 pagi lalu, asyik menikmati panorama Danau Toba di Tomok, Kabupaten Samosir dengan berspeedboad . Namun karena kehabisan BBM kapal Speedboad mereka, wisatawan ini dipandu seorang warga lokal membelikan BBM di Tomok. Foto Asenk Lee Saragih.
 

Tragedi KM Sinar Bangun Masih Menghantui Warga Pinggir Danau Toba

Ikan Nila Danau Toba Tak Laku di Sipoldas

Pelabuhan Kapal di Tomok, Kabupaten Samosir, Sabtu 20 Oktober 2018. Foto Asenk Lee Saragih.
BeritaSimalungun-Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di lintasan Danau Toba dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin 18 Juni 2018 Pukul 17.30 WIB lalu, membawa duka mendalam bagi keluarga 164 orang yang hilang bersama tenggelamnya kapal itu ke dasar Danau Toba di kedamalam 450 meter. 
Hingga kini, trauma peristiwa tenggelamnya KM Sinar bangun itu rupanya berkepanjangan. Misalnya, warga Simanindo yang akan menyeberang ke Simalungun-Kota Pematangsiantar, sangat minim lewat Pelabuhan Tigaras. Mereka lebih memilih lewat Pelabuhan Tomok menuju Pelabuhan Paratai atai Ajibata.

Dampak dari trauma tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menewaskan 164 orang yang hilang bersama tenggelamnya kapal, membuat warga enggan melintasi Danau Toba jalur Tigaras-Simanindo. 

Bahkan angkuatan mobil penumpang dari Tigaras menuju Pematangsiantar atau sebaliknya sangat sepi sejak tragedi Km Sinar Bangun tersebut.
Bahkan warga Sipoldas dan warga desa lainnya di Kecamatan Panei, Panei Tongah, Panombean Panei, Raya, Purba kini masih enggan mengkonsumsi ikan Nila Danau Toba karena trauma belum ditemukannya 164 orang yang hilang bersama KM Sinar Bangun.
"Sekarang penumpang angkutan umum dari dan ke Tigaras-Pematangsiantar sepi sejak peristiwa itu. Banyak warga yang ingin menyeberang ke Pulau Samosir lebih memilih lewat Parapat atau lewat Tele. Bahkan ikan Nila Danau Toba juga kurang laku di sini," ujar Marsaulina Br Purba, warga Desa Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun kepada penulis, Selasa (23/10/2018).  (Asenk Lee)

Ibu Dewy Manik: Mana Suami Saya Pak..


Ibu Dewy Manik: Mana Suami Saya Pak..IST
Jakarta-"Pak.. Sudah dapat suami saya Pak.. Mana dia Pak", ucap seorang perempuan histeris dengan suara terisak.

Sontak suasana Posko Krisis Center Halim Perdana Kesuma mendadak hening. Semua mata fokus pada perempuan yang memakai baju jaket motif garis biru itu. Jam menunjukkan Pukul 20.30 Wib.

Saya mendekati perempuan yang terus menangis di depan meja petugas posko. Petugas posko menjelaskan kabar terkini. Tapi perempuan itu terus mengulang kata-katanya.

"Selamatnya suami saya Bu... Sudah ada kabarnya suami saya", ucapnya sambil terisak. Kerabatnya dari Bogor Ibu Sinaga terus mengusap wajah perempuan itu. Kerabatnya yang seorang laki-laki berumur mengusap kepala perempuan itu.

"Apakah beliau keluarga Rudi Roni Lumbantoruan? ", tanya saya pada kerabatnya.

"Iya benar Pak", jawab Ibu Sinaga.

Saya menjabat tangan perempuan yang menangis itu. Saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

Seorang teman fesbuk Revandes Togatorop mengabarkan temannya Rudi Roni menjadi korban pesawat naas itu. Revandes meminta saya mencari tahu keberadaan Rudi Roni di Posko Halim.

"Pak bagaimana nasib suami saya. Saya dengar di berita sudah ada yang ditemukan", tanya Ibu Dewy Manik pada saya dengan mata terus menangis.
Dewy Manik dan Keluarga.
Saya menjelaskan informasi terkini dari petugas krisis center Pak Eko yang terus mengupdate kabar terkini. Memang ada enam kantung jenazah yang dievakuasi. Tapi belum didapat kabar identifikasi jenazah penumpang. Semua jenazah akan didentifikasi di RS Polri Kramat Jati.

"Seharusnya suami saya sampai di Pangkal Pinang hari Minggu. Bukan naik pesawat senin", ujar Bu Manik sambil menyeka air matanya.

Suaminya Rudi Roni Lumbantoruan baru saja selesai cuti dari perusahaan perkebunan di Bangka Belitung. Dari Sibolga Tapanuli Tengah Sumut seharusnya berangkat hari Minggu pukul 11 siang menuju Kuala Namu Medan. Tapi pesawatnya delay hingga pukul 3 sore. Sampai di Medan sudah sore.

"Biasanya dia dari Medan via Batam menuju Pangkal Pinang. Tapi entah kenapa via Jakarta kemarin", sesal Bu Manik sesunggukan.

Dari Medan Rudi Roni tidak bisa mengejar pesawat ke Pangkal Pinang. Ia harus ke Jakarta. Esoknya, Senin pagi Rudi Roni berangkat pesawat pukul 06.20 Wib dengan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Pangkal Pinang.

"Mana pak suami saya. Dia bawa laptop. Sudah ketemu laptop suami saya. Di TV ada ku lihat barang-barang ditemukan", ucap Bu Manik sambil terus menangis.

Matanya sembab. Sejak pagi dari Sibolga Ia terus berdoa dengan isak tangis. Berharap keajaiban.

"Pukul 4 pagi saya bangunkan suami saya Pak. Saya bangunkan biar dia tidak terlambat bangun. Pukul setengah enam sebelum take off masih Vcall kami Pak. Ternyata itulah perjumpaan saya yang terakhir dengannya", ucap Bu Manik terisak.

Saya mencoba menghibur sebisanya. Saya sampaikan bahwa belum dipastikan semua korban meninggal. Masih dalam pencarian Basarnas. Posisi pesawat sudah ditemukan.

"Ibu bersabar ya. Berdoa semoga ada keajaiban Bu", ujar saya sambil meminta kerabatnya memberi minuman teh manis.

Adik kandung Rudi Roni Edi Hendra ikut menemani Ibu Manik.

"Anak saya tidak akan pernah jumpa lagi bapaknya Pak", isak Bu Manik.

Rudi Roni dan Ibu Manik memiliki dua anak yang masih kecil. Si sulung perempuan masih kelas IV SD. Si bungsu cowo masih kelas I SD. Keduanya kini sementara dijaga kakek neneknya di Sibolga.

Saya menawarkan agar Ibu Manik diajak ke Hotel Ibis Cawang untuk istirahat. Keluarga korban disediakan Lion Air menginap di Ibis Cawang.

"Pak dibawa saja Ibu Manik di Ibis. Disana juga ada posko update informasi. Beliau perlu istirahat. Masih panjang upaya pencarian. ", pinta saya pada kerabatnya.

Jam sudah hampir menunjukkan pukul 22.15 Wib. Keluarga Ibu Manik setuju meninggalkan Posko Halim. Mini Van yang mengantar mereka stand by di depan tenda posko. Ibu Manik dipapah oleh kerabatnya Ibu Sinaga. Ia lunglai tidak bisa berjalan. Tenaganya sepertinya habis. Kehilangan suami ayah dua anaknya membuatnya sangat terpukul.

Saya mengantar keluarga yang sedang berduka ini masuk ke dalam mini van. Ada 7 orang mereka masuk dalam van untuk menginap di Hotel Ibis Cawang.

Saya tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai. Dada serasa kosong. Tercabut rasanya separuh jiwa kita. Apalagi ini hilang dalam kecelakaan yang tidak bisa diprediksi nasib orang yang dicintai. Apakah jenazahnya bisa ditemukan atau tidak.

Esok pagi perasaan bergumul dalam doa permohonan kepada Tuhan agar sang suami selamat akan terus dipanjatkan. Kita tidak tahu bakal apa yang terjadi menit demi menit pencarian para penumpang.

Yang bisa kita lakukan adalah ikut bersimpati dan menguatkan keluarga korban yang sedang berduka cita. Semoga Tuhan menolong dan melindungi semua penumpang JT 610.

Doa simpati saya untuk Keluarga Ibu Manik. Salam perjuangan penuh cinta. (Penulis Birgaldo Sinaga)

Presiden Terus Pantau Perkembangan Evakuasi Lion Air

Presiden Joko WIdodo, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi, dan Panglima Koarmada I Laksamana Muda Yudo Margono, meninjau posko evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 30 Oktober 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao )

Tim SAR terus mencari keberadaan badan pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu yang terakhir hilang di radar pada koordinat di 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Bogor, Jabar- Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya terus memantau perkembangan evakuasi korban dan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 yang diduga jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. 

"Saya selalu ikuti terus dari menit ke menit, jam ke jam, perkembangan situasi di lapangan yang berkaitan dengan, terutama korban," kata Presiden Jokowi usai mengunjungi Pasar Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10) malam.

Presiden pada Senin sore mengunjungi Posko Evakuasi Korban Pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok. Dia meninjau sejumlah barang yang ditemukan di laut oleh tim SAR gabungan.

Selain itu, Presiden juga memeriksa sejumlah data di dalam tenda posko bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas M Syaugi.

Pada Senin sore (29/10), Presiden juga menyambangi posko darurat pencarian pesawat Lion Air Jt 610 di Bandara Soekarno Hatta.

Jokowi menyampaikan pemerintah akan berupaya keras menemukan badan pesawat PK-LQP dengan menerjunkan tim SAR selama 24 jam dengan dukungan puluhan kapal pencari.

"Pertama-tama saya ingin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi pada pagi tadi. Kita semua sangat tahu perasaan para keluarga penumpang yang menunggu informasi, yang menanti kabar terutama dari Basarnas," kata Presiden saat kunjungan di Terminal I, Bandara Soekarno Hatta.

Tim SAR terus mencari keberadaan badan pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu yang terakhir hilang di radar pada koordinat di 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Pesawat type Boeing B737-8 Max milik operator Lion Air diduga jatuh saat terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang.

Pilot pesawat, Bhavye Suneja, sempat meminta izin untuk kembali mendarat ("return to base") di Bandara Soekarno Hatta.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua Pilot dan lima pramugari.(BSC)

Lion Air Jatuh, Kado Terakhir dari Sang Menantu (Rudi Lumbantoruan)

Personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melakukan penyisiran pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )

"Kami tidak mengira itu hari akhir pertemuan," kata mertua Rudi Lumbantoruan, korban Lion Air. Keluarga masih berdoa agar ada mukjizat.

Deli Serdang, BS-Sabtu akhir pekan lalu, persisnya 27 Oktober 2018, merupakan puncak dari kebahagiaan Rudi Lumbantoruan bersama istrinya, Dewi Manik (38), dan dua buah hati mereka, Quinsah Lumbantoruan dan adiknya Unggul Lumbantoruan. Pasangan serasi ini kembali mengenang sebelas tahun pernikahan mereka.

Rudi yang selama ini bekerja di Pangkal Pinang sebagai manager perkebunan, sengaja pulang kampung untuk menemui keluarga tercinta. Biasanya, dia pulang kampung sekali dalam tiga bulan. Kesempatan itu juga dimanfaatkannya Rudi untuk melepaskan kerinduan menemui keluarga besar.

"Sabtu kemarin merupakan hari terakhir mereka merayakan hari jadi pernikahannya bersama Dewi Manik, putri kami. Hari Minggu, menantu kami itu berangkat ke Jakarta kemudian naik pesawat Lion Air JT-610 tujuan Pangkal Pinang hari Senin," ujar mertua Rudi Lumbantoruan, Ramlan Manik (60), saat ditemui di Jalan Pelikan 7, Perumnas Mandala, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (30/10/2018).

Banyak kesan yang tidak bisa dilupakan Ramlan Manik bersama Tiara Boru Manullang (ibu mertua Rudi) saat mengingat kebersamaan tersebut. Rudi sempat memberikan hadiah kenang-kenangan kepada kedua mertua. Bahkan, Rudi memberikan bantuan kepada adik iparnya yang mau menikah.

"Inilah dek untuk membeli sepatumu, mana tahu abang gak bisa datang di hari pesta pernikahanmu," kata Ramlan menirukan ucapan Rudi Lumbantoruan. "Menantu kami itu juga memberikan hadiah kepada kami mertuanya. Kami merasa sangat bahagia atas perhatian Rudi. Kami tidak mengira itu hari akhir pertemuan," ungkapnya.

Boru Manullang menyampaikan, Rudi diketahui yang sebagai salah seorang penumpang Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Karawang, Senin (29/10) pagi kemarin, berdasarkan kabar dari istri Rudi, Dewi Manik. Pagi hari sebelum ke bandara, Dewi membangunkan Rudi dengan bertelepon.

Dewi sengaja menghubungi suaminya itu di pagi hari supaya tidak telat menuju bandara. Saat itu, Rudi memang sudah berkemas, dan langsung berangkat menumpang taksi menuju bandara. Rudi dipastikan menumpang pesawat Lion Air. Namun, dalam daftar penumpang tersebut, hanya ada nama Lumbantoruan nomor 90.

"Kami mengharapkan, ada campur tangan Tuhan untuk menyelamatkan menantu kami itu. Sehingga, Rudi ditemukan regu penolong dalam keadaan selamat. Namun, sampai saat ini, kami belum mendapatkan kabar terbaru tentang Rudi. Telepon selularnya tidak aktif lagi meski sudah berulangkali kami hubungi," ujarnya sembari menangis.

Sementara itu, kediaman orangtuanya Rudi, yang juga tempat tinggal istri dan anak-anak Rudi di Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko, Kabupaten Tapteng, secara silih berganti ramai didatangi keluarga, famili, tetangga maupun pejabat pemerintahan kabupaten, kecamatan, kelurahan sampai kepala desa di sana.

Menurut Edi Lumbantoruan, adik Rudi, pihak keluarga sudah bolak-balik menghubungi abangnya tersebut. Namun, handphone milik Rudi tidak aktif lagi. Bahkan, istri dan anak-anak Rudi selalu histeris setiap melihat siaran berita di televisi. Keluarga sangat terpukul karena sampai di hari terakhir sebelum musibah pesawat Lion Air, Rudi masih terlihat bahagia.

Rudi merupakan anak sulung dari empat bersaudara dari pasangan Derman Lumbantoruan dan Polorina Boru Hutauruk. Rudi juga bersama kedua orangtua dan adik-adiknya saat pulang kampung. Namun, Rudi tidak memperlihatkan perilaku yang aneh saat bersama dengan keluarga, termasuk kepada istri dan anak - anaknya.

“Kami mengkhawatirkan abang saya ini sebagai salah seorang penumpang Lion Air karena menonton berita di televisi. Kami semakin khawatir karena pengakuan kakak ipar, abang kami ini menumpang pesawat Lion Air. Selain itu, nomor kontak abang itu sudah tidak bisa dihubungi lagi. Makanya, kami semua sangat terpukul," jelasnya.

Menurutnya, pihak keluarga akan memberangkatkan perwakilan menuju lokasi informasi penumpang Lion Air yang mengalami musibah di perairan Karawang tersebut. Mereka mendoakan agar ada mukjizat Tuhan yang menyelamatkan Rudi Lumbantoruan dari musibah tersebut.

"Kami semua, apalagi orangtua dan kakak ipar (istri Rudi), merasa sangat kehilangan. Apalagi, abang itu masih bersama-sama dengan kami, beberapa hari sebelumnya. Saya yang berencana berangkat sebagai perwakilan keluarga ke Jakarta. Kalau kakak ipar tidak mungkin berangkat. Kakak dan anak-anaknya selalu menangis," imbuhnya.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati (Wabup) Darwin Sitompul juga mengunjungi kediaman orangtua Rudi di Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko. Mereka pun meminta orangtua Rudi bersama istri dan anak-anaknya, supaya kuat, tabah dan tidak berhenti memanjatkan doa untuk keselamatan Rudi.(*)



Sumber: Suara Pembaruan

Tulisan di WC Loket Paradet Siantar Ini Kontraversi

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 October 2018 | 15:29

WC Loket Paradep Pematangsiantar, Rabu (24/10/2018).Foto Asenk Lee Saragih
Pematangsiantar, BS-Pada Rabu (24/10/2018) saya singgah di Loket Travel Paradep Pematangsiantar. Karena ingin buang air kecil, saya menuju WC loket tersebut. Tampak sebuah tulisan pengumuman yang bahasanya sangat kontraversi. Bunyinya" "Yatu Tuhan..! Cabutlah Nyawa orang yang tidak mau menyiram kamar mandi stelah menggunakannya".

Saya kemudian  mengabadikan tulisan yang ditempelkan di dinding dalam WC tersebut. Foto ini kemudia saya postingkan di akun sosial media milik saya (FB).Berikut komentar netizen soal tulisan kontraversi di Loket Travel Paradep Pematangsiantar itu. (Lee)
Nomor HP Bus Paradep Tingkat 08116212007.


Johana Luis Biar tau diri lah. ... yang habis buang air supaya disiram itu WC nya...
hahahaha
Novita Metty Purba waaahhh...ngeri x ya dek, awak parsiantar aja gak pernah lihat itu๐Ÿ˜Š
doa yg gak baik awas nyerang balik ya
Babel Saragih Loket paradep p siantar
Amanta Tarigan Waduch,,, saya kmarin menggunakan kamar mandi tp ga saya siram,, (mati lah aq),, tp kemarin aq gunakan kamar mandi untuk poto selfi, trus knpa aq harus siram ya,,? Apanya yg harus aq siram,,,?
Anwar Saragih Terlalu penumpang juga harus tau bersih itu sehat tapi jangan peritah tuhan
Netty Simbolon Keterlaluan..rendh x Tuhan dibikin...
Risdamenni Purba Bagusan ng berdoa...hanya perkara menyiram kamar mandi ????
Marlon Sihaloho Cabut juga nyawa supir,yang tidak tepat waktu keberangkatan
Rosmeri Srg Ai aha doi ...ngeri kaleeee
Mesti Purba Ngeri kaleeee
Jefri Antoni Purba Ngeriiiii....
Masdaliona Purba Bah.. seram kali
Makmur Napitupulu Salimbabiat sekalian aja nyawa supirnya"
Jimmy Elison Masito Purba Si puspa yang bikin ya lae Asenk Lee Saragih??

Syamsudin Purba Sidadolog Mintor marutang hosa do tene, nahebat ma warga on
Musri Nauli Share, ah..
Yani Purba Waduhhhhhh.....ya Tuhan...ampuni lah orang yg menulis pengumuman itu...sebab dia tidak sadar apa yg dia serukan kepadaMU
Rachelle W Purba Hahaha.. dah biasa itu di Sumut
Abiss palak kali nengok jugul halak ijon
Shabinka Sumbayak OMG....segininya kah doa dan pintanya sipenulis itu?mengerikan.๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก
Hakimanda Purba Dia tidak mengenal Tuhan
Erdison Saragih Ngeri ma in ambia

Sejuknya Udara Pagi di Sipoldas

Dalam perjalanan mudik ke Kabupaten Simalungun, saya singgah di kampung mertua (Alm A Sinaga/br Purba Pakpak) di Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Sejuknya udara pagi di Sipoldas cukup menyegarkan paru-paru terhadap oksigen yang jauh dari polusi. Berikut ini gambar sejuknya udara pagi di Sipoldas pada Rabu (24/10/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Sipoldas, BS-Dalam perjalanan mudik ke Kabupaten Simalungun, saya singgah di kampung mertua (Alm A Sinaga/br Purba Pakpak) di Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Sejuknya udara pagi di Sipoldas cukup menyegarkan paru-paru terhadap oksigen yang jauh dari polusi. Berikut ini gambar sejuknya udara pagi di Sipoldas pada Rabu (24/10/2018).(Asenk Lee Saragih)

Dalam perjalanan mudik ke Kabupaten Simalungun, saya singgah di kampung mertua (Alm A Sinaga/br Purba Pakpak) di Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Sejuknya udara pagi di Sipoldas cukup menyegarkan paru-paru terhadap oksigen yang jauh dari polusi. Berikut ini gambar sejuknya udara pagi di Sipoldas pada Rabu (24/10/2018). Foto Asenk Lee Saragih

Dalam perjalanan mudik ke Kabupaten Simalungun, saya singgah di kampung mertua (Alm A Sinaga/br Purba Pakpak) di Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Sejuknya udara pagi di Sipoldas cukup menyegarkan paru-paru terhadap oksigen yang jauh dari polusi. Berikut ini gambar sejuknya udara pagi di Sipoldas pada Rabu (24/10/2018). Foto Asenk Lee Saragih

Dalam perjalanan mudik ke Kabupaten Simalungun, saya singgah di kampung mertua (Alm A Sinaga/br Purba Pakpak) di Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Sejuknya udara pagi di Sipoldas cukup menyegarkan paru-paru terhadap oksigen yang jauh dari polusi. Berikut ini gambar sejuknya udara pagi di Sipoldas pada Rabu (24/10/2018). Foto Asenk Lee Saragih

Becak Siantar Kini Masih Punya Pelanggan

Becak Siantar, Selasa 23 Oktober 2018 di Pajak Horas. Foto Asenk Lee Saragih
Pematangsiantar, BS-Ternyata hingga kini Becak Siantar masih memiliki pelanggan, meski ditengah maraknya transportasi berbasis aplikasi online (Go-Jek dan Grap). Namun keberadaan Becak Siantar masih menjadi daya tarik penumpangnya saat berkunjung di Kota Pematangsiantar. Seperti yang direkam pada Selasa 23 Oktober 2018 di Sekitar Pajak Horas Pematangsiantar. (Asenk Lee Saragih) 

 
Becak Siantar, Selasa 23 Oktober 2018 di Pajak Horas. Foto Asenk Lee Saragih
 
Becak Siantar, Selasa 23 Oktober 2018 di Pajak Horas. Foto Asenk Lee Saragih


Ketika Tulang Saem Berlinang Air Mata Melihat Foto Kelurga Korban Lion Air

Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI menumpangkan tangannya buat anak-anak keluarga korban dengan berharap masih ada mukjijat.IST
Jambi-Sebagai seorang Pria yang tegar. Saya merupakan sosok yang begitu sulit dan tidak mudah meneteskan air mata dalam setiap pergumulan apapun. 

Sekalipun sulit bagiku meneteskan air mata tetapi rasa sedih dan kepedihan itulah yang membuat saya harus tegar, kuat dan tidak meneteskan air mata walaupun sesak didalam dada.

Namun berbeda dengan kali ini, ketika seseorang mengirimiku photo-photo bahagian keluarga yang kehilangan anggota keluarganya pada kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 di Teluk Karawang Jawa Barat Senin (29/10/2018) pagi. 

Ketika melihat salah satu photo dari sekian banyaknya photo keluarga korban. Tanpa saya sadari bola mata saya berlinang dan tak kuasa merasakan jeritan keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya. 

Sri Mulyani juga merupakan sosok yang membuat saya meneteskan air mata karena dengan sosok beliau sebagai seorang pemimpin yang justru mendekap, memeluk dan merangkul semua keluarga korban. 

Dia juga menumpangkan tangannya buat anak-anak keluarga korban dengan berharap masih ada mukjijat.

Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI cukup banyak kehilangan anggota dari Departement Keuangan RI yang dipimpinnya.

Semoga dengan doa dan tetesan air mata kita masih ada mukjijat bagi penumpang pesawat Lion Air JT 610 dan bagi jenazah yang sudah ditemukan semoga arwahnya diterima disisi Tuhannya.(FB-Tulang Saem)

Ini Identitas Penumpang Pesawat Lion Ait JT-610 Yang Jatuh di Teluk Karawang Jabar

Written By Beritasimalungun on Monday, 29 October 2018 | 17:40

Data rekaman radar Flightradar24 penerbangan Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang. ( Foto: Flightradar24 )
Pesawat Lion Air hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Jakarta, BS-Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Muhammad Syaugi mengonfirmasi pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610, jatuh. Hal tersebut disampaikannya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/10/2018). 

Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB dan hilang kontak pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, pukul 07.10 WIB. 

Teregistrasi Agustus 2018

Saksi melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak terhadap pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi : 05 48.934 S 107 07.384 E dan Radial : 40.21 degree / 23.81 NM.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu anak dan dua bayi. Awak pesawat terdiri dari dua penerbang dan lima awak kabin. PIC Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino.
Sejumlah barang yang diduga milik penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang ditemukan awak kapal Pertamina di dekat Blok ONWJ Pertamina, perairan Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018. Pesawat yang membawa 178 penumpang tersebut hilang kontak 13 menit setelah lepas landas. ( Foto: Istimewa )
Menurut Pramintohadi, pesawat mempunyai certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019. "Telah diterima informasi dari vts Tanjung Priok atas nama bapak Suyadi, tug boat AS JAYA II (rute : Kalimantan Selatan - Marunda) melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Karawang, Jabar," ujar Pramintohadi, Senin (29/10/2018).

Menurut Pramintohadi, saat ini tengah dilakukan pencarian pesawat tersebut oleh tim dari Basarnas. Rescuer Kansar Jakarta dan RIB 03 Kansar Jakarta bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR. "Saat ini telah dibentuk crisis center di Terminal 1 B bandara Soekarno Hatta dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk keluarga penumpang," ujar Pramintohadi.

Pilot Lion Air JT 610 Punya 6.000 Jam Terbang

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja yang telah memiliki lebih dari 6.000 jam terbang. PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8 baru dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Lion Air membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000.

Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Karawang).

"Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, Senin (29/10/2018).

Berikut daftar 181 penumpang Lion air Jt-610 tersebut: 


1. Rang Adiprana 
2. Vivian Afifa 
3. Indra Bayu Aji 
4. Firmansyah Akbar 
5. Wahyu Alldila 
6. Resky Amalia 
7. Restia Amelia 
8. Muhammad Andrian 
9. P. Anggrimulja 
10. Dede Angraini 
11. Liu Anto 
12. Vicky Ardian 
13. Arfiyandi 
14. Reni Ariyanti 
15. Riyan Aryandi 
16. Chairul Aswan 
17. Paul Ayorbaba 
18. Fauzan Azima 
19. Naqiya Azmi 
20. Berly Boen 
21. Adoni Bongkal 
22. Matth Bongkal 
23. Hari Budianto 
24. Ar. Budiastuti 
25. Ken Cannavaro 
26. Liu Chandra 
27. Fe Christanto 
28. Ariska Cici 
29. Dadang 
30. Nursi Damanik 
31. Dia Damayanti 
32. Dary Daryanto 
33. Janu Daryoko 
34 . Prato Dewanto 
35. Inayah Dewi 
36. Jannatun Dewi 
37. Sui Di
38. Dolar 

39. Dony 
40. Dwinanto 
41. Abdul Efendi 
42. Capt. Efendi 
43. Jan Efriyanto 
44. Sri Endang 
45. Eryanto 
46. Xhe Fachridzi 
47. Mohammad Fadillah 
48. Der Febrianto 
49. Filzaladi 
50. Fiona Ayu Zen 
51. Trie Gautama 
52. Achmad Hadi 
53. Tri Hafidzi 
54. Fifi Hajanto 
55. Ibnu Hantoro 
56. Hardy 
57. Fais Harharah 
58. Darw Harianto 
59. Har Harwinoko 

60. Chandra Hasan 
61 Has Hasnawati 
62. Hedy 
63. Hendra 
64. Herju Herjuno 
65. Dewi Herlina 
66. Henny Heuw 
67. Ambo Malis HM 
68. A Innajatullah 
69. Dicky Jatnika 
70. Ervin Jayanti 
71. Muhammad Jufri 
72. Tami Julian 
73. Juma Jumalih 
74. HK Junaidi 
75. Dodi Junaidi 
76. Vera Junita 
77. Karmin Karmin 
78. Y Kartikawati 
79. Kasan 
80. Tesa Kausar 
81. Abdul Khaer 
82. Sui Khiun 
83. Khotijah 
84. Chandra Kirana 
85. Ariauw Komardy 
86. Igan Kurnia 
87. Mariya Kusum 
88. Liany
89. Linda 

90. Luhba Toruan 
91. Mahheru 
92. Andr Mangredi 
93. Martono 
94. Sekar Maulana 
95. Mito 
96. Moejiono 
97. Monni 
98. Msyafii 
99. Akma Mugnish 
100. Murdiman 
101. Murita 
102. Muhammad Nasir 
103. Njat Ngo 
104. Nie Nie 
105. Zulva Ningrum 
106. NoeGrohantoro 
107. Noorviantoro 
108. Agil Nugroho 
109. Hesti Nuraini 
110. Joyo Nuroso 
111. Nurramdhani 
112. Onggomardoyo 
113. Yoga Perdana 
114. Chris Prabowo 
115. Riwan Pranata 
116. Rio Pratam 
117. Junior Priadi
118. Ruslian Purba 
119. Puspita Putri 
120. Fatikah Putty 
121. N Rabagus 
122. Shan Ramadhan 
123. Ruma Ramadhan 
124. Muchta Rasyid 
125. Ema Ratnapuri 
126. Rebiyanti 
127. Nur Rezkianti 
128. Rijalmahdi 
129. Muhammad Riyadi 
130. Imam Riyanto 
131. Akhim Rokhmana 
132. Romhan Sagala 
133. Sah Sahabudin 
134. Martua Sahata 
135. Ubaidi Salabi 
136. Nikky Santoso 
137. Yunit Sapitri 
138. Mawar Sariati 
139. Ase Saripudin 
140. Hi Saroinsong 
141. Sas Sastiarta 
142. Rudolf Sayers 
143. Nata Setiawan 
144. Cosa R Shabab 
145. Shella 
146. Sian 
147. Man Sihombing 
148. Yul Silvianti 
149. Nu Sitharesmi 
150. Nia Soegiyono 
151. Rizal S. Putra 
152. Mack Stanil 
153. Eka M Suganda 
154. Rank Sukandar 
155. Idha Susanti 
156. Rober Susanto 
157. Wahyu Susilo 
158. Eko Sutanto 
159. Eling Sutikno 
160. Sya Syahrudin 
161. Hendra Tanjaya 
162. Tan Mr Toni 
163. Trianingsih 
164. Maria Ulfah 
165. Bambang Usman 
166. Verian Utama 
167. Miche Vergina 
168. Wanto 
169. Wendy 
170. Radik Widjaya 
171. Krisma Wijaya 
172. Daniel Wijaya 
173. Andr Wiranofa 
174. Witaseriani 
175. Wulurastuti 
176. Nicko Yogha 
177. Reo Yumitro 
178. Yuniarsi 
179. Yunita 
180. Bayi 1 
181. Bayi 2 

Selain 181 penumpang, pesawat itu juga membawa 7 kru. Berikut daftar pilot dan awak kabin pesawat nahas tersebut berdasarkan data Kemenhub: 
1. Bhavve Suneja (Pilot) 
2. Harvino (Co-pilot) 
3. Shintia Melina (Supervisi pramugari) 
4. Citra Novita Anggelia Putri (Pramugari) 
5.Alfiani Hidayatul Solikah (Pramugari) 
6.Fita Damayanti Simarmata (Pramugari) 
7. Mery Yulyanda (Pramugari).


(Berbagaisumber)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan โ€œMonumen Makam Hinalangโ€ (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.