Home » , , » Pdt Renny Damanik Anak Sekolah Minggu Bukit Kubu Berastagi

Pdt Renny Damanik Anak Sekolah Minggu Bukit Kubu Berastagi

Written By Beritasimalungun on Monday, 3 December 2018 | 20:42

"BISA WALAU TAK MAMPU."
Pdt Renny Damanik Anak Sekolah Minggu Bukit Kubu Berastagi.
Beritasimalungun-Kata supir motor ini, ketika memasuki pintu gerbang Bukit Kubu, kok ke sini kan mahal tempat ini? Harus bisa walau tak mampu. Itulah yang selalu ada dipikiranku sejak aku bersama dengan mereka dengan keadaan yang sangat kurang. 

Anak sekolah Mingu (ASM) ini, membuatku selalu berjuang bagaimana kita bisa walau tak mampu. Permintaan ASM resort ini untuk bisa keluar kandang, menuju ke kota juga melepas kepenatan mereka dalam hidup hari hari.

Mereka begitu capek, lelah, menjaga adik, memasak, cuci piring, ke ladang, ke sekolah , kerjakan PR, dll. Walau masih kecil sudah punya tanggung jawab besar, beda dgn anak kota. 

Mereka juga hanya punya jajan Rp 2.000, itupun duluan direpetin mamanya, dan kadang masih ada yang kolekte nya 500 perak.

Semua itu karena keadaan. Dengan keadaan itu akan membuat mereka sangat senang, jika saya berbicara tentang partuppuan ASM akan diadakan ke luar desa menuju ke kota. 

Mereka sangat bahagia, senang dan bergembira. Jangankan keluar, di dalam resort itu ajapun mereka sudah pada senang. Ketika kami berencana ke BUKIT KUBU BERASTAGI, Aku sudah mikir tujuh ke liling. 

Mengapa? Karena mahal. Betul kata supir itu , tempat itu mahal. Namun aku tetap YAKIN DAN PERCAYA DAN SUNGGUH SANGAT YAKIN, Pasti Tuhan tolong, anak anak yg tulus dan yg berharap pd Nya. 

Lalu aku merenung, siapa kira kira yang bisa kuhubungi dan caranya,? Aku ingat mantan vikarku Pdt Suhana, dia Pendeta di Berastagi pasti dia tahulah tentang itu. 

Benar, ada marga Girsang di sana tapi bukan warga GKPS. Aku minta tolong, memelas dengan rendah hati supaya menolong anak anak sekolah minggu, karena mereka adalah keluarga EKOLEM.

Akhirnyapun Tuhan buka jalan, Pak Girsang beri diskon banyak yang seharusnya Bayar 400.000 ke atas, menjadi Rp 300 ribu permobil. 

Aku sangat bahagia, senang, dan bersyukur Tuhan menolong ku. Kami hadir 250 orang. Aku bersyukur, bersyukur, bersyukur, betul, betul, bahwa HARUS BISA WALAU TAK MAMPU. 

Pagi itu hujan sangat derasssssss, dan angin kencang, tapi itu tidak  menghalangi, kepergian kami ke Bukit Kubu, tak seorang pun yang berkata batal untuk pergi karena hujan. 

Masih gelap dan jam 6 pagi hujan masih turun, anak anak sudah tertib dalam mobil. Aihhhhhhhh....tarimakasih Tuhan. Sesampai di tempat tak disangka, cuaca cerah, ajaib bagiku situasi itu. 

Suasana sangat dingin, dan angin berhembus di atas Bukit itu tapi tidak mengurangi suka cita Anak anak, untuk bernyanyi, vocal group, game, dll. 

Saat hujan turun kami masuk ke gedung itu, saat reda kami ke luar lagi sambil manarat tikar. Pokoknya seruuuuuuu. Lalu, kami margoppang gompang dulu di taman yang hijau itu dan marlayang layang, sesudah itu, lanjut pajak buat manuhur markisa lambou.

Akhhhhhh..... Luar biasa pertolongan Tuhan bagi kami juga anak ini, memang, God is so good to us, itu nyanyian yang selalu di nyanyikan dan dikumandangkan ASM INI, selama di Bukit Kubu.

Cerita itu merupakan bagian perjalanan iman anak sekolah minggu denganku bersama Tuhan kita BISA WALAU TAK MAMPU, KARENA MAMPU BELUM TENTU JUGA BISA. HALELUYA.(FB-Renny Damanik)


















Share this article :

Post a Comment