Pematangsiantar, BS-Seorang pemilik akun sosial media, yakni Ewin merasa gerah dengan peristiwa pembatalan pembangunan Tugu Monumen Raja Sang Naualuh Damanik. Lewat linimasa miliknya Ewin menuliskan pendapatnya.
"Kayak Rumah Kontrakan, Aja"
Info Makam- Pembangunan Tugu atau Monumen, memang diperlukan untuk mengingat dan mengenang sosok yang dianggap memiliki jasa atau peninggalan bersejarah disuatu tempat.
Tugu atau monumen itu di ibaratkan persinggahan sosok arwah yang dianggap bersejarah itu.
Hal lucu terkait rencana pembangunan tugu atau monumen itu, dimana titik lokasi, selalu berubah. Tentu saja, hal ini mengisyaratkan bahwa penerimaan kota ini terhadap arwah sosok insan yang berjasa bagi Kota Sapanganbei Manoktok Hitei itu kurang begitu baik".
Lucunya lagi, apakah tanpa perencanaan yang matang, hingga titik lokasi pembangunan Tugu atau Monumen itu selalu berubah?.
Ataukah keputusan valid konkrit eksekutif dan legislatif Kota Siantar jadi "Buyar", hanya karena sentimen sebagian kelompok kota itu?.
Ntahlah, berpindah titik lokasi tugu atau monumen itu, ibarat tinggal kontrakan, harus berpindah-pindah tempat tinggal, bila jatuh temponya telah tiba. SALAM ANAK SIANTAR. (*)
Ntahlah, berpindah titik lokasi tugu atau monumen itu, ibarat tinggal kontrakan, harus berpindah-pindah tempat tinggal, bila jatuh temponya telah tiba. SALAM ANAK SIANTAR. (*)
0 Comments