. Asal Usul Marga Simalungun Bukan dari Tapanuli | BeritaSimalungun
Home » , , , , , , » Asal Usul Marga Simalungun Bukan dari Tapanuli

Asal Usul Marga Simalungun Bukan dari Tapanuli

Written By Beritasimalungun on Saturday, 12 January 2019 | 06:11

Herman Purba Tambak (baju merah) dan Hisarma Saragih saat focus group discussion di Pematangsiantar, Kamis (10/1/2019).(KOMPAS.com/Tigor Munthe)

Pematangsiantar, BS-Sejumlah marga etnis Simalungun, selama ini selalu dikaitkan asal usulnya dengan suku Batak Toba atau Tapanuli. Salah satunya adalah marga Purba Tambak. Untuk merunut, membahas, memilah, dan merevisi sejarah yang sudah lama tertanam itu, dosen sejarah dan penulis buku, Herman Purba Tambak membeberkan hasil kajiannya dalam sebuah focus group discussion (FGD) di depan kampus Universitas Simalungun, Pematangsiantar, Kamis (10/1/2019). 

"Saya memiliki Pustaha Bandar Hanopan, Pustaha Silou hingga Pustaha Malasori. Hampir tak ada pendapat yang menyatakan bahwa leluhur Purba Tambak berasal dari Tapanuli," ungkapnya. 

Dia menyebutkan, tidak ada data sebelum masa Purba Tambak membuka perkampungan di Tambak Bawang. Hanya ada cerita turun temurun dari orangtua bahwa leluhur mereka datang dari Hindia Belanda sampai di Teluk Kampai, Aceh. 

Dikatakan, dalam Pustaha Silou disebutkan, Tuan Horsik di Tambak Bawang, kelak bergelar Jigou melakukan perjalanan marultop (menyumpit) hingga tiba di ibu kota Kerajaan Nagur.  
Karena kepandaiannya, dia diangkat menjadi pasukan Kerajaan Nagur hingga menjadi menantu Raja Nagur, membantu dalam menghadapi serangan dari Kerajaan Aceh. 

Tiga putera mahkota Nagur tewas dalam perlawanan menghadapi Aceh, menyebabkan menantunya Tuan Horsik, gelar Raja Jigou meneruskan pemerintahan. 

Kepemimpinan Purba Tambak mengalami peralihan, sejak menjadi penguasa tunggal, masa kerajaan berempat (Silou, Panei, Siantar, Tanah Jawa) hingga kerajaan bertujuh dan dinasti terakhir dikenal Raja Dolog Silou, Tuan Bandaralam Purba Tambak. 

Dalam kesempatan itu, sejumlah peserta FGD, seperti sejarawan Juandaha Raya Purba Dasuha, tokoh Simalungun Sarmedi Purba mencoba menguji paparan Herman Purba Tambak yang menyinggung hubungan Purba Tambak dengan marga Purba lainnya seperti Tua, Tanjung, Sigumonrong, Silangit, Tarigan Tambak, Lombang, Girsang (Partandja Batu), Siboro, Tondang, Dasuha, Sidadolog, dan Sidagambir. 

Sarmedi bahkan mempertanyakan sumber data sejarah seraya meminta bagaimana agar apa yang disampaikan mendapat pengakuan publik. Jauh ke depan, juga agar masuk dalam literasi intenasional. 

Peserta lainnya, Daniel Purba membuka ruang perdebatan lebih tajam yakni bagaimana bila dimensi astral kaum leluhur juga mendapat perhatian. Hal ini masuk dalam ranah pelaku tradisi. 

Dosen sejarah yang juga mantan Rektor Universitas Simalungun, Hisarma Saragih mengemukakan, bila tidak ada data, dapat menghubungkan teori sejarah yang sudah diakui internasional, seperti buku Prize Bersaudara tentang asal usul bangsa Indonesia yang datang bergelombang dari Yunan, Cina Selatan. 

Sultan Saragih dari Budaya Rayantara yang merupakan fasilitator FGD menegaskan, kegiatan yang mengulik mitologi, legenda hingga asal usul bukan untuk perpecahan akibat beda versi. 

"Tapi mencari kesepakatan bersama untuk penguatan identitas bersama, agar generasi memiliki semangat menciptakan kejayaan peradaban seperti bangsa Jerman dengan identitas Arya dan Jepang dengan semangat matahari terbit," tukasnya. 


Tuan Tanjargaim Purba Tambak selaku pewaris Kerajaan Dolog Silou bersedia membuka kembali pustaha yang diwariskan ayahnya, agar dapat dikaji kembali. 

Dia menambahkan, sejak masa Revolusi Sosial 1946 di Raya, Kabupaten Simalungun sekarang, menjadi masa gelap peradaban Rumah Bolon. 

"Sebab semua arsip data, dokumen kerajaan, pustaha lak- lak dan pengetahuan lain habis musnah terbakar. Kami akan menyusun kembali agar menjadi kekuatan Simalungun bersama," ungkapnya. 

Tak kurang empat jam, seluruh peserta FGD melakukan diskusi yang berlangsung hangat, diselingi suguhan kopi dan pisang goreng dipandu moderator Dear Sipayung dan notulen Indra Rosari Purba. 

"Kegiatan FGD ini akan kembali berlangsung pada Juni 2019 mendatang. Tim telah menerima semua saran masukan, semua gagasan, catatan dan koreksi akan disempurnakan dalam FGD berikutnya," kata Sultan Saragih.(*)
Sumber: KOMPAS.com
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.