"Mualaf-Murtad?

Written By Berita Simalungun on Saturday, 26 January 2019 | 15:38

BTP-Istri.FB
Oleh: Anita Martha Hutagalung

Beritasimalungun-Sejak BTP bebas dan terlihat mesra dengan Puput yang manis seperti burung pipit. Banyak sekali komentar yang beredar. Ada yang senang bahagia, ada yg sedih berduka, ada yang menggerutu, ada yang memaki, memuntahkan sumpah serapah. 

Ada juga yang diam diam aja mengamati macam awak ini. Macamlah ya kan.Orang bebas berpendapat. Awakpun jadi gatal pulak ikut-ikutan komen. Kalau Oni sih sabodo ajalah.
 
Terserah BTP mau gimana, dia kok yang menjalani , siapa rupanya kita mencampuri urusan orang. Percintaaan orang, agama orang, keyakinan orang?

Apa lagi soal Puput yang konon masuk Kristen. Apa istimewanya ya...? Kok kita orang Kristen kayaknya happy banget. Merasa kita beruntung ada yang masuk Kristen.

Trus yang sebagian muslim ada yang mencibir, menghujat dan mengutuk Puput yang disangkakan murtad. Tapi seandainya BTP yang masuk Islam, jadi mualaf.
 
Bayangkan aja, siapa kira kira yang ngamuk-ngamuk menyumpah serapah. Dan siapa yang merasa bahagia karena ada yang dapat hidayah.

Bagiku pribadi, kalau ada orang yang pindah agama (agama apapun Itu) , aku tak kesah. Oni ambil yang umum sajalah ya, misalnya antara Kristen dan Islam.

Kalau ada orang Islam yang masuk Kristen karena perkawinan. Sedikitpun aku tidak merasa bangga atau senang, tidak juga benci.
Datar aja, biasa aja , aku hanya ikut bahagia atas perkawinannya saja.

Bukan karena perpindahan agamanya. Kenapa? Ya karena itu tadi, dia pindah agama karena kawin bukan karena "pencarian" iman.

Demikian juga sebaliknya, kalau ada orang yg masuk Islam jadi mualaf, aku juga begitu, datar aja, biasa aja , aku tak pernah merasa rugi, biarin ajalah pilihan hidupnya begitu. Setiap orang berhak menentukan arah hidupnya.

Kenapa aku harus risau akan keimanan orang? Kenapa aku harus suntuk mikirin nanti dianya masuk neraka atau surga. Lha...Diriku sendiri aja udah kekmana kali rupanya?

Tak seorangpun dari kita punya hak menghakimi dosa orang lain. Karena kita juga berdosa. Ah... Oni kan pinternya ngomong aja.
Iya siih.. 

Tapi setidaknya aku sudah buktikan di keluargaku. Bahwa aku tidak "bermasalah" dengan yang pindah agama. 2 orang adik kandungku masuk Islam, mualaf. 2 orang abang iparku (abang MH) mualaf.

Lalu menantu abangku, dulunya seorang muslim masuk Kristen dll.
Meskipun saudaraku yg lain ngamuk ngamuk, marah marah, sedih, kecewa dll.

Aku memaklumi, dan kubiarkan saja. Nanti seiring waktu berjalan, semua akan terbiasa, pikirku. Dan benar.. Memang setelah sekian tahun berlalu, akhirnya akur-akur kembali yang bersaudara beda agama.

Lha....!?? Ngapain juga diawal pada ribut besar sampai bertahun2 tak cakapan, tak tegur sapa??? Kan banyak ruginya.

Jadi biarkanlah BTP & Puput, siapapun & siapapun. Menjalani hidupnya. Hidupmu aja pikirin, agamamu, cintamu, sukakmu.

Lha... tapi kan kasihan Veronica, dia banyak jasanya juga, masa gk ada maaf sama Vero kalaupun dia bersalah, gimana dengan anak-anaknya.

Katanya Kristen itu mengampuni, musuh aja dikasihi. Heleeeeh.  Itu biarlah jadi urusan intern Veronika dan BTP.

Tapi kan... orang Kristen gak bisa bercerai, apa yang dipersatukan oleh Tuhan, tidak dapat diceraikan oleh manusia, kecuali kematian?
Hmm....

Emang ada yang berani menjamin/bersaksi bahwa perkawinan BTP dan Veronika dipersatukan oleh Tuhan?? Kalau di persatukan pendeta, iya benar.

Trus ada lagi yg pande2an bilang bersatunya BTP dan Puput itu sudah jalanNya Tuhan. Kok tau tauan siih. Jadi kesannya Tuhan itu iseng banget ya.

Abis mempersatukan BTP - Veronika lalu memisahkan mereka, kemudian menyatukan BTP dan Puput yang murtad. Tuhan seperti apa ya.. tuhan model begitu?? Kayak kurang kerjaan aja.

Tidak usah munafik, gk usah jauh jauh lihat perkara si Ahok itu sama bininya yang lama. Lihat aja sekitar kita, tetangga kita, teman kita, saudara kita, bahkan keluarga kita sendiri.

Ada yang sudah cerai, ada yang lagi proses cerai, ada yang S3 Sirang so sirang. Semuanya itu nikah diberkati di gereja, dipestakan besar besaran , berjalan adat penuh.

Lantas kenapa jadi kisruh.....? Manalah kutahu. Kalau memang Tuhan yang mempersatukan, ya tanyalah Tuhan. Lalu disisi lain ada banyak pasangan "kumpul kebo" yang tidak menikah resmi karena bermacam kendala.

Misalnya ada yang karena perbedaan, beda agama, beda kasta dll. Tapi ada juga yg tidak menikah resmi justru karena persamaan , sama jenis kelaminnya.

Macamlah itu. Tapi mereka hidup harmonis langgeng dan saling mengasihi. Padahal menurut orang yang konon beragama, mereka ini adalah budak setan, budak nafsu , haram. Tapi kenapa mereka kok gk kesetanan ya...??Malah mereka hidup adem ayem tentrem.

Pusing yaaa.... Makanya Oni gak mau mikir tentang hak azasinya orang. Kan sudah ada norma-norma. Ada aturan, ada UU, Adat istiadat dsb. Urus aja bagian kita masing masing.

Yang merupakan kewajiban kita sajapun kadang tak bisa kita jalani dengan baik. Mari kita urus diri kita, keluarga kita. Negara kita biar Jokowi yang urus. Dia orang baik.

Pekerja keras yang bertanggung jawab. Rekam jejaknya baik. Bersih, tidak terlibat korupsi. Tidak ada pelanggaran HAM. Dan yang penting satu lagi adalah: Jokowi tidak pernah memberitakan HOAX. Jokowi 1 periode lagi. #Bosanhoax170419TDH.(Penulis Adalah Penggiat Media Sosial) 
Share this article :

Post a Comment