Home » , , , , » Tuak “Narkoba” Beredar Luas di Sumut

Tuak “Narkoba” Beredar Luas di Sumut

Written By Berita Simalungun on Monday, 21 January 2019 | 09:36

Dioplos Pupuk Urea, Usai Diminum Ada Rasa Asin
Foto ILUSTRASI: Ikan Nila "Burbur" Kuliner Khas Simalungun Danau Toba. Foto Asenk Lee Saragih
Hutaimbaru, BS-Kini minuman tradisional “Tuak” oplosan beredar luas di Sumatera Utara, khususnya di wilayah keliling Danau Toba. Tuak yang dioplos dengan Pupuk Ure ini ditengarai diproduksi di Kisaran, Asahan. Efek dari “Tuak Narkoba” ini dapat membuat peminumnya tak sadar diri usai meminumnya berlebihan dan juga membuat sifat syaraf agresif. 

Minuman tradisional yang diolah dari Pohon Kelapa, bukan Pohon Aren ini, dikenal dengan nama “Tuak Narkoba” di Sumut. “Tuak Narkoba” ini juga dicampur dengan air mentah untuk memenuhi jumlah pasokan ke pelanggan. 

“Tuak narkoba ini peredarannya hingga ke Porsea, Samosir, Sidikalang, Karo, Simalungun, Batubara. Khususnya daerah keliling Danau Toba peredarannya sudah lama. Tuak kelapa ini dioplos dengan Pupuk Urea sehingga saat meminumnya ada rasa asin dilidah. Peredaran “Tuak Narkoba” ini sudah lama di Sumut,” ujar M Panjaitan, warga Porsea kepada Penulis di Hutaimbaru, 26 Desember 2018 lalu.

Menurut M Panjaitan, dirinya pernah ditawarkan sebagai agen “Tuak Narkoba” ini di Porsea. “Saya disuruh sebagai agen tuak ini di Porsea. Tapi yang menawarkan itu masih teman, namun dibilang sama saya kalau saya hanya menjualnya, jangan meminumnya. Karena tuak itu telah dioplos pupuk urea,” ceritanya.

M Panjaitan juga menyebutkan, proses pembuatan “Tuak Narkoba” ini yakni dengan menampung seluruh tuak dari penyadap (Panderes-red). Kemudian dimasukkan ke bak penampungan serta mencampurkannya dengan pupuk urea dan kulit kayu “Raru”. 

“Raru ikatan langsung dimasukkan ke bak penampungan. Usai dipakai raru bekas itu juga dijual ke pasaran, meski sudah bekas pakai. Hingga kini belum ada tindakan dari pihak terkait dengan peredaran “Tuak Narkoba” ini. Pihak BPOM Sumut juga diminta memeriksa tuak oplosan pupuk urea ini,” kata M Panjaitan. 

M Panjaitan juga pernah mencicip “Tuak Narkoba” di Kisaran. “Baru mencicip sedikit ada rasa asin. Tidak seperti tuak biasanya. Lalu saya ajak kawan pindah warung dan saya membayar tuak itu. Efek tuak “narkoba” ini juga membuat kepala pusing dan bisa tak sadarkan diri,” katanya.

Dia juga meminta Polisi untuk membongkar produsen “Tuak Narkoba” yang beredar luas di Sumut ini. BPOM Sumut juga diminta proaktif menindak lanjuti Tuak opposan pupuk urea yang bisa membahayakan nyawa manusia ini. (Asenk Lee Saragih)
    
 
Share this article :

Post a Comment