Home » , , , » Danau Toba Dirusak, Warga Toba Samosir dan Simalungun Demo

Danau Toba Dirusak, Warga Toba Samosir dan Simalungun Demo

Written By Beritasimalungun on Monday, 4 February 2019 | 20:58

Aksi unjuk rasa warga Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Simalungun di kantor Bupati Toba Samosir di Balige, Senin (4/2/2019).(KOMPAS.com/TIGOR
Tobasa, BS-Sekitar 100 warga pinggir Danau Toba berunjuk rasa ke kantor Bupati dan DPRD Toba Samosir ( Tobasa) mendesak PT Aquafarm Nusantara ditutup operasionalnya, Senin (4/2/2019).

Dalam aksi yang juga membawa serta anak-anak dari Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, warga menyebut, perusahaan yang beternak ikan di Danau Toba itu telah merusak lingkungan, terutama mencemari air danau. 

"Ada tiga tuntutan kita. Tapi yang paling utama meminta Bupati Toba Samosir menghentikan operasional PT Aquafarm Nusantara di Desa Sirungkungon," ujar Arimo Manurung, salah seorang warga saat dihubungi via ponsel, Senin (4/2/2019). 

Dua tuntutan lainnya, kata Arimo, meminta Camat Ajibata dan Sekretaris Desa Sirungkungon dicopot dari jabatannya. Camat Ajibata dinilai tidak merespons laporan pengaduan warga Desa Sirungkungon soal dugaan pembuangan limbah berupa ikan mati ke Danau Toba oleh PT Aquafarm Nusantara. 
 
Begitu juga Sekretaris Desa Sirungkungon diduga mengintimidasi warga yang berusaha melaporkan kegiatan PT Aquafarm Nusantara yang diduga merusak lingkungan. 

"Sejak tahun 2017 sampai 2018, warga sudah melapor ke camat soal penenggelaman ikan mati ke danau. Tapi tak pernah direspons. Itu sebabnya kita minta ke bupati, agar dia dicopot," ujar Arimo. 

Pada akhirnya, warga kemudian membuat pengaduan ke Bupati Toba Samosir Darwin Siagian yang kemudian turun ke lokasi diduga pembuangan ikan mati pada 24 Januari 2019 lalu. 

Didampingi aparat Polres Toba Samosir, Bupati Darwin saat itu melihat langsung sebanyak empat karung ikan busuk yang berhasil diangkat penyelam dari perairan Danau Toba di Desa Sirungkungon.  Polisi pun sudah membawa ke-empat karung ikan busuk tersebut. 

"Sekaitan itu kita meminta Pak Bupati mencopot camat yang kita nilai tak berpihak pada warga," kata Arimo. 

Tanggapan Wagub Tobasa Warga yang berunjuk rasa, sambungnya, selain dari Kabupaten Toba Samosir, juga dari Kabupaten Simalungun. Aksi warga itu sendiri diterima oleh Wakil Bupati Toba Samosir Hulman Sitorus. 

Hulman berjanji akan meneruskan aspirasi warga untuk menutup PT Aquafarm Nusantara di Desa Sirungkungon. Hanya saja, ini harus tetap disampaikan ke pemerintah provinsi dan pusat. 

"Prinsipnya Pemkab Toba Samosir mendukung tuntutan kita guna menutup PT Aquafarm dan akan menyampaikan hal itu ke pemerintah atasan sebagai pemberi izin," katanya. Selain menggelar aksi di kantor Bupati Toba Samosir, warga juga melakukan aksi demo di gedung DPRD Toba Samosir.(*)

Sumber: Kompas.com
Share this article :

Post a Comment